InJourney tambah 67 hotel tahun ini, total jadi 106 hotel -->

InJourney tambah 67 hotel tahun ini, total jadi 106 hotel

20 Jan 2026, Selasa, Januari 20, 2026

Bengkalispos.com- Perusahaan BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney rencananya akan meningkatkan jumlah hotel yang dikelola, dari 39 hotel menjadi 106 hotel pada tahun 2026.

"Hotel, saat ini kami mengelola 39, tetapi tahun ini akan mengkonsolidasikan ke 106 hotel," kata Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam Konferensi Pers dengan tema "4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia", Senin (20/1).

Maya menyampaikan bahwa saat ini, konsolidasi tersebut sedang dalam proses tindakan perusahaan dan masih dibicarakan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pemegang saham InJourney.

Ia masih belum mampu menjelaskan alasan konsolidasi hotel-hotel tersebut hingga 2–3 bulan ke depan. Namun, menurutnya, yang diharapkan oleh InJourney adalah aktivitas bisnis yang sesuai dengan inti bisnis atau bisnis utama masing-masing perusahaan.

Misalnya, bandara yang berfokus pada bisnis bandara, sebagaimana hotel yang berfokus pada bisnis hotel. "Jadi, semua kami kembalikan sesuai dengancore businessTujuannya agar kami juga fokus pada bisnis dan menerapkan model bisnis yang dasar serta berkelanjutan di masa depan," kata Maya.

Maya juga memiliki keinginan untuk menciptakan dasar yang kokoh bagi BUMN yang berada di bawah naungan InJourney. Dengan dasar yang kuat, Maya percaya bahwa BUMN akan menjadi perusahaan yang berkelanjutan.

Kita perlu membangun dasar yang kokoh agar BUMN di bawah InJourney dapat menjadi perusahaan yang tangguh,sustainable, dan mampu bersaing dengan standar global lainnya,” kata Maya.

Pada kesempatan itu, Maya juga menyampaikan rencana peluncuran hasil transformasi Grand Hotel De Djokja, sebagai hotel warisan yang terletak di Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peluncuran hotel ini diharapkan oleh Maya menjadi ikon wisata baru pada tahun 2026, karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi sejak tahun 1911. Jenderal Sudirman, menurutnya, pernah menggunakan hotel tersebut sebagai markasnya.

"Ini merupakan upaya kami, InJourney, dalam melestarikan budaya Indonesia. Kami berharap dapat mengembalikan De Djokja seperti pada tahun 1911," kata Maya.

TerPopuler