7 Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Harus Diketahui Muslim -->

7 Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Harus Diketahui Muslim

27 Feb 2026, Jumat, Februari 27, 2026

-MEDAN.COM, ners, ulasan kali ini akan memberikan artikel mengenai ketentuan sah berpuasa Ramadan.

Di dalam Al-Qur'an, puasa Ramadhan diwajibkan.

Perintah untuk umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 187.

Wahai orang-orang yang beriman, puasa diwajibkan atas kalian seperti diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, kewajiban berpuasa diwajibkan kepada kalian seperti yang diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertakwa.

Ayat ini menjadi dasar pokok kewajiban berpuasa bagi umat Muslim.

Syarat sah puasa

Sebelum memulai puasa Ramadan, Anda perlu memenuhi syarat-syarat wajib puasa. Berikut ini:

1. Muslim

Dalam hukum Islam, kewajiban berpuasa hanya berlaku bagi umat Muslim. Orang-orang yang tidak beragama Islam tidak diwajibkan untuk melakukan puasa.

2. Baligh

Sudah dewasa berarti sudah mencapai usia yang cukup. Untuk laki-laki, tanda-tanda baligh adalah mengalami mimpi basah, sedangkan untuk perempuan ditandai dengan datangnya haid.

3. Kuat serta mampu menjalankan puasa

Jika seseorang sakit dan tidak mampu berpuasa, maka diperkenankan untuk berbuka, tetapi harus mengganti puasanya (qadha) pada hari lain di luar bulan Ramadhan.

4. Berakal

Orang yang sedang gila, pingsan, atau mabuk tidak wajib berpuasa selama bulan Ramadan.

5. Bukan sedang melakukan perjalanan jauh

Persyaratan lainnya adalah tidak sedang dalam perjalanan. Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185 telah disebutkan sebagai berikut:

Bulan Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan yang jelas dari petunjuk dan perbedaan. Maka siapa saja dari kalian yang menyaksikan bulan tersebut, hendaklah ia berpuasa. Dan siapa yang sakit atau sedang dalam perjalanan, maka (wajib baginya) mengganti dengan hari-hari lain. Allah menginginkan kemudahan bagi kalian, bukan kesulitan, dan agar kalian menyelesaikan jumlah puasa serta membesarkan Allah atas apa yang telah diberikan-Nya kepada kalian, agar kalian bersyukur.

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”  (QS. Al-Baqarah: 185).

6. Suci

Wanita muslim yang sedang dalam kondisi halangan atau haid tidak diwajibkan untuk menjalankan puasa, tetapi wajib mengganti atau mengqadha puasanya di waktu lain. Seperti dalam hadits dalam sebuah riwayat, muadzah pernah bertanya kepada sayyidah Aisyah tentang puasa wanita haid, maka Aisyah berkata: 

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Maknanya: "Kami pernah mengalami menstruasi. Kami diperintahkan untuk mengganti puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengganti shalat." (HR. Muslim).

7. Berniat

Harus memiliki niat yang tulus saat menjalankan puasa sebelum terbit fajar, baik dalam hati maupun dengan ucapan.

Berikut adalah doa niat berpuasa Ramadhan:

Saya berniat berpuasa besok untuk melaksanakan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini kepada Allah Ta'ala.

Maknanya: "Aku berniat berpuasa besok untuk melaksanakan kewajiban di bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."

Rukun Ramadan

1. Niat 

Rukun pertama adalah niat.

Niat yang dilakukan secara dalam hati sebagai wujud kejujuran dalam menjalankan ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Untuk puasa wajib seperti di bulan Ramadan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum matahari terbit.

Ketentuan mengenai niat disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab, di mana Muhammad ﷺ berkata:

Hanya saja tindakan-tindakan itu didasari niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan.

Sesungguhnya harta itu tergantung niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia usahakan.

Maknanya: "Sesungguhnya perbuatan itu bergantung pada niatnya.

Selain itu, terdapat hadis khusus mengenai niat berpuasa:

Siapa yang tidak mempersiapkan puasa sebelum fajar tiba, maka tidak sah puasanya.

Seseorang yang ingin berpuasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya.

Maknanya: "Siapa pun yang tidak berniat berpuasa sebelum terbit fajar, maka puasanya tidak sah."

2. Mengendalikan Diri dari Perbuatan yang Membatalkan

Rukun kedua ialah menghindari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Hal-hal ini mencakup makan dan minum secara sengaja, muntah dengan sengaja, serta berhubungan intim di siang hari.

Bukti tersebut terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 187:

Makan dan minumlah hingga jelas bagi kalian perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu dari fajar. Kemudian sempurnakan puasa sampai malam.

Dan makanlah serta minumlah hingga terang bagimu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.

Maknanya: "Makan dan minumlah hingga terlihat jelas benang putih dibandingkan dengan benang hitam, yaitu waktu fajar. Setelah itu sempurnakanlah puasa sampai malam."

Ayat ini juga menjadi dasar dalam menentukan waktu pelaksanaan puasa, yaitu mulai dari adzan Subuh hingga adzan Magrib.(-medan.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita menarik lainnya di Medan

TerPopuler