Prabowo Soroti Penghancuran Situs Bersejarah, Tekankan Pentingnya Pelestarian -->

Prabowo Soroti Penghancuran Situs Bersejarah, Tekankan Pentingnya Pelestarian

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026
Prabowo Soroti Penghancuran Situs Bersejarah, Tekankan Pentingnya Pelestarian

Gayo.com- Pemerintah pusat menegaskan keseriusannya dalam menjaga warisan sejarah bangsa. - Pemerintah pusat menunjukkan komitmennya untuk melindungi warisan sejarah nasional. - Pihak pemerintah pusat menegaskan tekadnya dalam melestarikan warisan sejarah negara. - Pemerintah pusat menegaskan kesiapannya dalam menjaga warisan sejarah yang dimiliki oleh bangsa.

Presiden Prabowo Subianto menginginkan para pemimpin daerah di seluruh Indonesia agar menjadikan perlindungan tempat-tempat bersejarah sebagai prioritas dalam perencanaan pembangunan wilayah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Senin (2/2/2026).

Dalam petunjuknya, Prabowo menganggap pemahaman akan sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepemimpinan dan karakter nasional.

Ia menegaskan bahwa suatu bangsa yang mengabaikan sejarah berpotensi mengulangi kesalahan yang sama pada masa depan.

"Orang-orang yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah. Mereka yang melupakan sejarah akan terjebak dalam kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu," kata Prabowo, yang dikutip dariKompas.com pada Senin (2/2/2026).

Tunjukkan Kelemahan Penghargaan terhadap Warisan Budaya Fokus pada Ketidakmampuan Menghargai Warisan Sejarah Perhatikan Kurangnya Penghormatan terhadap Warisan Sejarah Tinjau Kekurangan dalam Menghargai Warisan Budaya Soroti Ketidakpuasan terhadap Perlakuan terhadap Warisan Sejarah Fokus pada Kekurangan dalam Menghormati Warisan Sejarah Perhatikan Rendahnya Penghargaan terhadap Warisan Budaya Tinjau Kurangnya Kesadaran terhadap Warisan Sejarah

Presiden juga menyampaikan pengalamannya dengan melihat secara langsung bahwa masih rendahnya rasa hormat terhadap sejarah bangsa.

Ia memberikan contoh sebuah prasasti tahun 1978 yang ditemuinya berada di kolam renang, menunjukkan bahwa kesadaran penuh tentang menghargai nilai sejarah dan kedaulatan bangsa belum sepenuhnya berkembang.

"Saya masih melihat prasasti. Saya melihat sebuah prasasti tahun 1978, saya ulangi, tahun 1978, 28 tahun setelah kemerdekaan, masih ada prasasti di kolam renang Manggarai pada masa itu. Sayangnya, mungkin sudah dirobohkan," katanya.

Menurut Prabowo, keadaan ini menggambarkan bahwa kesadaran bersama dalam melestarikan warisan sejarah belum sepenuhnya terbentuk.

"Terkadang kita tidak menghargai sejarah kita. Tempat-tempat bersejarah dirobohkan. Ini harus menjadi perhatian para kepala daerah," tegasnya.

Ia juga memberikan contoh nyata beberapa situs sejarah nasional yang menurutnya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

"Saya ingin bertanya, di mana stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo saat pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana saja situs-situs Majapahit? Saya mendengar beberapa di antaranya sudah berubah menjadi pabrik," keluhnya.

Pengembangan Wilayah Perlu Selaras dengan Pemeliharaan Sejarah

Kepala negara menekankan bahwa kehadiran bangsa Indonesia saat ini adalah hasil dari perjuangan yang panjang dan pengorbanan besar dari para leluhur.

Oleh karena itu, perlindungan situs sejarah tidak boleh kalah oleh kepentingan pembangunan jangka pendek.

Perintah tersebut menekankan agar para kepala daerah memastikan kebijakan pembangunan di wilayah masing-masing tetap selaras dengan upaya menjaga warisan sejarah dan identitas bangsa.

Artikel ini sudah tayang diKompas.com.

TerPopuler