Program 1 Polisi 1 Hektare Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polres Simalungun Panen Jagung 30 Rante -->

Program 1 Polisi 1 Hektare Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polres Simalungun Panen Jagung 30 Rante

7 Feb 2026, Sabtu, Februari 07, 2026
Program 1 Polisi 1 Hektare Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polres Simalungun Panen Jagung 30 Rante

-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Program ketahanan pangan berbasis desa yang diperkenalkan oleh Polri mulai menunjukkan hasilnya. Polsek Perdagangan Polres Simalungun berhasil membantu panen jagung hibrida seluas 30 rante (sekitar 4,8 hektare) di Nagori Pematang Kerasaan, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program kerja 100 hari Presiden RI.

Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor, SH, MH, ketika dihubungi pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, menjelaskan keberhasilan program 1 Polisi 1 Ha yang dilaksanakan di wilayahnya.

"Alhamdulillah, program ketahanan pangan yang kita laksanakan bersama BUMNAG Abadi Jaya telah memetik hasil pada Senin, 2 Januari 2026. Ini merupakan bukti nyata bahwa Polri hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan," kata Kapolsek membuka penjelasannya dengan penuh rasa bangga.

Program ini merupakan pelaksanaan dari perintah Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional. "Dasar dari program ini adalah Surat Kapolri Nomor B/18415/X/BIN.1.2025/SSDM tanggal 2 November 2024 mengenai pedoman teknis pelaksanaan program ketahanan pangan, serta Telegram Kapolda Sumut Nomor ST/951/X/KEP/2024 yang memerintahkan seluruh jajaran di Sumut untuk mendukung program 100 hari kerja Presiden," kata IPTU Patar menjelaskan dasar hukumnya.

Panen jagung dilakukan pada Senin, 2 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di lahan milik Suandi Pandiangan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar. "Kami memulai pada pukul 08.30 WIB dengan melibatkan petani setempat dan didampingi oleh Bhabinkamtibmas kami, AIPTU Idris F Pasaribu," ujar Kapolsek menjelaskan pelaksanaan.

Suandi Pandiangan, petani pemilik lahan sekaligus Ketua BUMNAG Abadi Jaya Nagori Pematang Kerasaan, menceritakan proses penanaman hingga panen. "Kami menanam jagung hibrida jenis BISI 18 pada tanggal 11 Oktober 2025. Waktu tanam hingga panen sekitar 2,5 bulan. Luas lahan yang kami kelola mencapai 30 rante atau sekitar 4,8 hektar," jelas Suandi menjelaskan detail teknis.

"Program ini bekerja sama dengan BUMNAG Nagori Pematang Kerasaan. Dana dan bantuan teknis dari BUMNAG, kami sebagai petani yang melaksanakan. Polsek Perdagangan bertindak sebagai fasilitator dan pendamping," tambah Suandi menjelaskan skema kerja sama.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris F Pasaribu, yang sejak awal terlibat dalam pendampingan program ini, menjelaskan peran polisi dalam menjaga ketahanan pangan. "Tugas kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan berjalannya lancar berbagai program pembangunan. Mulai dari penanaman hingga panen, kami selalu hadir mendampingi. Kami memberikan konsultasi kepada petani dan berkoordinasi dengan BUMNAG, semuanya kami lakukan," jelas Bhabinkamtibmas menggambarkan perannya.

"Kami juga yang bertanggung jawab dari segi administrasi, memastikan data petani lengkap. Bapak Suandi dengan NIK 120823020470006 dan nomor HP 0852-7375-0124 telah kami catat dengan baik, termasuk koordinat lokasi lahannya di titik 309958, 99, 29667, 66, 1m, 19 derajat," tambah AIPTU Idris menjelaskan detail pendataan.

Kepala Sektor Kepolisian Perdagangan menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar kegiatan yang bersifat formal. "Ini bukan program yang hanya ada di kertas. Kami benar-benar turun langsung ke lapangan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Bahkan saat ini kami sedang berkoordinasi untuk menjual hasil panen ke BULOG," ujar IPTU Patar dengan penuh semangat.

Mengenai hasil panen, Suandi Pandiangan memberikan penjelasan. "Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Saat ini kami sedang melakukan proses pengeringan dan pemrosesan. Setelah kering dan bersih, kami akan berkoordinasi dengan Polsek Perdagangan untuk menjual ke BULOG agar harga tetap stabil dan menguntungkan para petani," jelas Suandi menjelaskan tahapan pasca panen.

Kapolsek menambahkan bahwa koordinasi bersama BULOG telah berjalan. "Kami telah berkomunikasi dengan BULOG mengenai penyerapan hasil panen. Ini penting agar para petani mendapatkan harga yang layak dan tidak dimanipulasi oleh tengkulak. Target kami, hasil panen ini akan diserap oleh BULOG dengan harga yang menguntungkan petani," ujar IPTU Patar menjelaskan strategi pemasaran.

Program 1 Polisi 1 Ha ini merupakan bagian dari inisiatif ketahanan pangan nasional yang didanai melalui anggaran desa tahun 2025. "Ini adalah proyek percobaan di wilayah kami. Jika berhasil, akan kami terapkan di nagori-nagori lainnya. Tujuan kami, setiap polsek memiliki setidaknya satu lokasi program ketahanan pangan," jelas Kapolsek menjelaskan rencana masa depan.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris menambahkan bahwa kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. "Masyarakat sangat antusias. Banyak petani lain yang bertanya dan ingin mengikuti program serupa. Mereka melihat bahwa polisi tidak hanya mampu menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan," ujar AIPTU Idris dengan penuh rasa percaya diri.

Suandi Pandiangan sebagai petani pelaksana juga memberikan pendapat yang positif. "Melalui program ini, kami merasa didukung dan tidak sendirian. Ada Polsek yang membantu, serta BUMNAG yang mendukung modal. Kami hanya perlu serius mengelola lahan. Hasilnya juga pasti ada yang membeli. Ini sangat bermanfaat bagi kami," ujar Suandi dengan penuh rasa terima kasih.

Kepala Sektor Kepolisian Perdagangan memastikan bahwa kegiatan panen berlangsung dengan aman dan kondusif. "Tidak ada hambatan sama sekali. Kondisi aman, para petani puas, hasilnya memuaskan. Ini adalah bukti bahwa program ketahanan pangan yang berbasis desa sangat efektif," ujar IPTU Patar.

Di akhir pernyataannya, Kapolsek menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada BUMNAG Abadi Jaya, Pak Suandi beserta para petani, Bhabinkamtibmas kami AIPTU Idris, serta semua pihak yang mendukung. Program ini menunjukkan bahwa Polri Promoter, Polri yang tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup IPTU Patar Banjarnahor dengan penuh harapan akan keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Polsek Perdagangan, Polres Simalungun.(*)

TerPopuler