
bengkalispos.com, JAKARTA - Kementerian Agama memantau pendistribusian bantuan sosial keagamaan sebesar Rp473 miliar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini ditujukan untuk mencapai sekitar 3 juta orang miskin di 117 kabupaten dan kota yang menjadi fokus penanganan kemiskinan ekstrem.
Distribusi bantuan tersebut diumumkan dalam acara "Selasar Hangat: Harmoni Lintas Keyakinan Kolaborasi Joyful Ramadan" di Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3)
Kepala Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menyatakan bahwa Ramadan merupakan kesempatan penting untuk memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung masyarakat yang memerlukan bantuan.Menurutnya, penguatan pengelolaan dana zakat tidak hanya bertujuan mendistribusikan bantuan secara dermawan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi para penerima zakat.
"Optimalisasi zakat, infak, dan sedekah perlu ditujukan pada program yang benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka secara ekonomi," ujar Waryono.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut juga merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 mengenai Pengelolaan Zakat yang menempatkan Kemenag sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dana sosial keagamaan.
"Sebagai lembaga pengatur, Kemenag memastikan pengelolaan zakat berjalan secara transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.Waryono menyoroti bahwa potensi kegiatan filantropi dalam Islam di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Sejak pengelolaan zakat dilakukan secara nasional pada 2015, jumlah zakat yang terkumpul meningkat secara signifikan hingga mencapai sekitar Rp44 triliun pada 2025.
Menurutnya, peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat serta meningkatnya kesadaran umat dalam menjalankan kewajiban sosial keagamaan.
"Potensi zakat di Indonesia sangat besar. Jika dikelola dengan baik dan terkoordinasi, zakat bisa menjadi alat penting dalam memperkuat sistem perlindungan sosial masyarakat," ujarnya.Dengan kemitraan antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, serta berbagai pihak terkait, bantuan selama bulan Ramadan tahun ini lebih diberikan kepada wilayah yang masih memiliki tingkat kemiskinan sangat tinggi.
Program ini diharapkan mampu memperkuat keterlibatan berbagai lembaga filantropi Islam, termasuk Badan Amil Zakat Nasional serta organisasi amil zakat lainnya, dalam memperluas cakupan pemberdayaan masyarakat.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa pengintegrasian data sangat penting agar program bantuan bisa lebih tepat dalam sasaran.
"Kami memastikan zakat, infak, dan sedekah berjalan sesuai dengan data sosial ekonomi yang terpadu agar penanggulangan kemiskinan dapat lebih efisien dan tidak tumpang tindih dengan program bantuan lainnya," katanya.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan kemiskinan memerlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat.
"Pemerintah tidak mampu bekerja sendirian. Kekuatan kepedulian masyarakat melalui filantropi perlu dikerahkan untuk mempercepat langkah mengatasi kemiskinan," tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Shodiq Mujahid, menyatakan bahwa kerja sama antar lembaga menjadi hal yang sangat penting dalam meningkatkan dampak program filantropi.
Menurutnya, pengelolaan zakat saat ini semakin fokus pada pendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk bagi kelompok mustahik yang memiliki kemampuan untuk berkembang.
“Zakat tidak hanya berperan sebagai bantuan kemanusiaan, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan. Dengan program yang tepat, para penerima zakat bisa diberi kemampuan untuk mandiri dan akhirnya berubah menjadi pengemban zakat,” katanya.
Dengan kemitraan antara pemerintah, lembaga zakat, serta berbagai pihak lainnya, distribusi dana sosial keagamaan selama Ramadan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam upaya mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia.(flo/jpnn)