Garda Revolusi Iran: Rudal Hantam 18 Target di Pangkalan Militer AS -->

Garda Revolusi Iran: Rudal Hantam 18 Target di Pangkalan Militer AS

11 Jun 2026, Kamis, Juni 11, 2026
Garda Revolusi Iran: Rudal Hantam 18 Target di Pangkalan Militer AS
Ringkasan Berita:
  • IRGC mengklaim telah merusak 18 sasaran di pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain melalui dua tahap operasi sebagai respons terhadap serangan militer AS.
  • Mereka menyebutkan bahwa 12 rudal balistik menyerang tempat penempatan pesawat tempur F-35, F-15, dan F-16 serta fasilitas kunci di Yordania, dengan pernyataan bahwa sejumlah pesawat tempur telah dihancurkan.
  • Namun, Yordania mengklaim berhasil menangkis 20 rudal Iran yang melewati wilayah udaranya menuju kawasan Azraq, Kabupaten Zarqa.

NEWS.COM, JAKARTA -Angkatan Pertahanan Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa 18 sasaran di pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain telah hancur dalam dua gelombang operasi.

IRGC menyatakan pada hari Kamis bahwa serangan mereka adalah balasan terhadap serangan militer Amerika Serikat.

Mereka juga mengumumkan bahwa 12 rudal balistik menyerang tempat penempatan pesawat tempur F-35, F-15, dan F-16 milik angkatan udara Amerika Serikat serta fasilitas kritis di Yordania.

Mereka menyatakan bahwa serangan balasan tersebut berhasil merusak fasilitas-fasilitas tersebut serta sejumlah besar pesawat tempur.

Klaim Yordania

Di sisi lain, Yordania mengklaim berhasil menangkis 20 rudal Iran yang melewati wilayah udaranya saat Teheran melakukan serangan balasan terhadap beberapa aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada dini hari Kamis (11/6/2026).

Pernyataan tersebut langsung memicu perbedaan versi antara kedua pihak, dengan Iran yang menyatakan hanya meluncurkan 12 rudal balistik menuju target-target militer AS yang berada di wilayah Kerajaan Hashemite.

Dalam pernyataan resmi, militer Yordania menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara dan Angkatan Udara Kerajaan Yordania berhasil mengidentifikasi serta menghancurkan rudal-rudal yang ditembakkan dari Iran arah wilayah Azraq di Provinsi Zarqa.

Menurut pihak militer, operasi penangkapan berlangsung tanpa menyebabkan korban jiwa atau kerusakan fisik meskipun beberapa bagian rudal jatuh di berbagai tempat.

Pasukan militer Yordania juga mengirimkan tim teknis untuk mengamankan dan memeriksa sisa-sisa rudal yang jatuh agar memastikan tidak ada bahan peledak yang masih aktif.

Pihak keamanan menyatakan bahwa Yordania terus mengawasi perubahan situasi di kawasan dan berada dalam kondisi siaga penuh guna mempertahankan kedaulatan wilayah udaranya.

Namun, pernyataan Yordania berbeda dengan informasi yang diberikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurut IRGC, hanya 12 rudal balistik yang diluncurkan ke beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania.

Tujuan utama mencakup Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Al-Azraq, pusat pengendalian militer Amerika Serikat, serta tempat yang menyimpan pesawat tempur F-35, F-15, dan F-16 milik Washington.

IRGC bahkan menyatakan serangan tersebut berhasil merusak fasilitas yang menjadi sasaran serta menghancurkan sejumlah besar pesawat tempur Amerika.

Selain Yordania, Iran juga mengklaim telah menyerang aset militer Amerika di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap wilayah Provinsi Teheran serta daerah pesisir selatan Iran beberapa jam sebelumnya.

Perbedaan jumlah roket yang ditembakkan serta tingkat kerusakan yang terjadi menunjukkan bahwa perang narasi masih berlangsung meskipun konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin memburuk.

Di satu sisi, Yordania berusaha memperlihatkan keberhasilan sistem pertahanan udaranya. Di sisi lain, Iran berupaya membuktikan efektivitas serangan balasannya terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan.

Yordania selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu negara Arab yang memiliki hubungan keamanan yang kuat dengan Amerika Serikat.

Negara tersebut memiliki beberapa fasilitas militer Amerika Serikat yang dikaitkan dengan operasi terhadap Iran. Oleh karena itu, wilayah Yordania sering kali menjadi bagian dari perhitungan strategis Teheran ketika merespons kegiatan militer Washington maupun Israel di kawasan.

Beberapa laporan sebelumnya juga menyebutkan bahwa Yordania sering membuka ruang udaranya untuk operasi penangkapan drone dan rudal Iran yang menuju Israel.

Bahkan sumber intelijen yang dirujuk oleh media Iran menuduh bahwa sebagian serangan Israel terhadap Iran dilakukan melalui wilayah udara Yordania.

Keadaan ini membuat Yordania semakin terlibat dalam perputaran konflik regional yang kini tidak hanya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, tetapi juga beberapa negara Arab yang menjadi tempat kedudukan militer AS.

TerPopuler