Kader konservasi Bali beraksi di TNBB dan Tasta Zoo -->

Kader konservasi Bali beraksi di TNBB dan Tasta Zoo

29 Jun 2026, Senin, Juni 29, 2026

bali.bengkalispos.com, DENPASAR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyelenggarakan Field Trip Penguatan Kader Konservasi Alam pada 22–24 Juni 2026.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Mengusung tema "Menjelajah Alam, Belajar Tangguh dan Berkarakter", acara ini diikuti oleh 23 siswa terpilih dari tujuh SMA/SMK di Bali.

Mereka memiliki kesempatan untuk belajar secara langsung di tiga lokasi konservasi utama: Taman Nasional Bali Barat (TNBB), TWA Danau Buyan–Danau Tamblingan, dan Kebun Binatang Tasta.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya perjalanan wisata, tetapi merupakan kesempatan bagi pemuda untuk mengenal kepribadian mereka sendiri serta membangun komitmen nyata terhadap lingkungan.

Dikutip dari situs BKSDA Bali, petualangan dimulai di Taman Nasional Bali Barat.

Dibimbing oleh tim ahli, para anggota menanam 40 bibit mangrove dan melakukan kegiatan pembersihan lingkungan di Perkemahan Karangsewu.

Mereka juga mengamati ekosistem pesisir dengan menggunakan perahu untuk memahami fungsi penting hutan mangrove dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Pada hari kedua, peserta melakukan aktivitas pengamatan burung (birdwatching) dengan memanfaatkan aplikasi Merlin Bird ID dan berhasil mengenali 14 spesies burung, termasuk jalak Bali (Curik Bali) yang terkenal.

Perjalanan dilanjutkan ke TWA Danau Buyan–Danau Tamblingan untuk mengikuti sesi rekaman "Suara dari Alam" guna meningkatkan kesadaran lingkungan mereka.

Hari terakhir diakhiri dengan kunjungan edukatif keTasta Zoo.

Para peserta disambut langsung oleh I Nyoman Adi Wiryatama yang merupakan pemilik Tasta Zoo.

Peserta mempelajari pengelolaan satwa liar seperti gajah sumatra dan orang utan.

Di sini, para anggota memahami bahwa konservasi di alam liar dan di luar lingkungan aslinya merupakan dua dasar yang saling melengkapi dalam melestarikan keragaman hayati.

Pada akhir kegiatan, BKSDA Bali memberikan penghargaan kepada tiga anggota konservasi alam terbaik yang dianggap paling tekun selama pelaksanaan acara.

"Kami berharap peserta mampu menerapkan pengalaman ini dan menjadi teladan dalam menciptakan budaya perlindungan di sekolah maupun masyarakat," ujar Ketua Panitia sekaligus Penyuluh Kehutanan BKSDA Bali Raynaldi Prasti Siga.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk anggota yang memiliki integritas tinggi dan siap menjadi agen perubahan.

Anggota Konservasi Alam Bali perlu memiliki komitmen yang kuat, integritas tinggi, serta senantiasa meningkatkan kemampuan diri, baik dalam hal pengetahuan, keterampilan, maupun keterampilan sosial.

Generasi muda siap menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan ekosistem," ujar Ratna Hendratmoko.(lia/JPNN)

TerPopuler