12 bakat muda hiburan pilih Universitas Ciputra Jakarta, mengapa?

Bengkalis Pos ·

bengkalispos.com, JAKARTA - Memulai karier sejak usia muda tidak mengurangi nilai dari pendidikan tinggi.

Beberapa bakat muda diindustri hiburan, kuliah justru menjadi metode untuk memperluas keterampilan sekaligus mempersiapkan masa depan setelah dikenal di dunia kerja.

Sebanyak 12 bakat muda dari berbagai sektor industri kreatif memutuskan melanjutkan studi mereka di Universitas Ciputra Jakarta atau UC Jakarta.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang seperti aktor, model, musisi, hingga atlet.

Beberapa di antaranya juga memperoleh Beasiswa Kecerdasan Ganda, yaitubeasiswabagi mahasiswa yang memiliki bakat dan prestasi di luar bidang studi ilmiah.

Salah seorang mahasiswa tersebut adalah Adnanda Sj Immanuel Londok.

Ia memulai karier sebagai model sebelum beralih ke dunia peran dan terlibat dalam berbagai produksi televisi.

Selain terlibat dalam industri hiburan, Adnanda juga menunjukkan minat terhadap olahraga, khususnya permainan basket.

Terdapat pula Angelina Josie Croise yang memulai kariernya sebagai model iklan.

Ia kemudian terlibat dalam berbagai produksi serial video, sinetron, serta kampanye dari beberapa merek nasional.

Di sisi lain, Emiliano Fernando Cortizo sudah mengenal dunia hiburan sejak usia muda.

Emiliano memulai kariernya sebagai aktor kecil dan model pada tahun 2015. Seiring berjalannya waktu, ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dengan menjadi penyanyi, DJ, dan musisi.

Ia tercatat pernah berpartisipasi dalam berbagai produksi film, sinetron, serial, teater, hingga video musik.

Perjalanan para bakat muda ini menunjukkan bahwa profesi di sektor kreatif saat ini semakin berkembang.

Seorang artis atau musisi, misalnya, tidak hanya bisa mengandalkan pekerjaan di dunia hiburan, tetapi juga mampu membangun merek pribadi, proyek kreatif, hingga menjalankan usaha.

Direktur Kampus Universitas Ciputra Jakarta, Prof. Christina Eviutami Mediastika menyampaikan bahwa potensi kalangan muda tidak hanya bisa dinilai dari hasil pendidikan akademik.

Kemampuan dalam seni, olahraga, kreativitas, serta kepemimpinan juga bisa menjadi dasar dalam memperkuat kompetensi di masa mendatang.

"Setiap pemuda memiliki kekuatan dan bentuk kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang hebat dalam bidang akademik, ada yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang seni, olahraga, kreativitas, atau area lainnya," kata Christina dalam konferensi pers di kampus UC Jakarta, Sabtu (29/8).

Menurutnya, hal yang paling penting adalah bagaimana potensi tersebut terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat untuk masa depan.

Oleh karena itu, UC Jakarta memberikan Beasiswa Kecerdasan Ganda sebagai salah satu wujud penghargaan terhadap mahasiswa yang memiliki prestasi di luar bidang akademik.

Ia menyampaikan, pengalaman kerja yang telah didapat mahasiswa sejak usia muda juga bisa menjadi bekal dalam menghadapi pendidikan perguruan tinggi.

"Mereka datang ke kampus bukan sebagai individu yang belum memiliki pengalaman. Mereka telah memiliki pengalaman, disiplin, jaringan hubungan, serta pemahaman mengenai dunia kerja," katanya.

Menurut Christina, tantangan berikutnya adalah memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan kemampuan yang mampu menciptakan sesuatu yang lebih besar dan berkelanjutan.

Salah satunya dilakukan dengan melalui pembelajaran wirausaha. Dalam konteks pendidikan, wirausaha menurut Christina tidak hanya berhubungan dengan kemampuan mendirikan perusahaan.

Mahasiswa juga harus mampu mengenali kesempatan, merancang solusi, mengambil inisiatif, serta menciptakan nilai.

Kemampuan itu dianggap penting bagi pemuda yang berkarier di sektor kreatif karena tingkat popularitas maupun jenis pekerjaan bisa berubah sesuai perkembangan industri.

Individu yang memiliki pengalaman dan citra pribadi yang kuat, misalnya, dapat memperluasnya menjadi sebuah usaha, menciptakan produk sendiri, mengelola proyek kreatif, bekerja sama dengan berbagai perusahaan, hingga menciptakan kesempatan kerja.

"Popularitas bisa menjadi awal kesuksesan, namun kemampuan dalam menghasilkan nilai yang berkelanjutan akan menentukan sejauh mana sebuah karier dapat berkembang," kata Christina.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa didorong untuk tidak hanya memandang dirinya sebagai bakat, tetapi juga sebagai pencipta dan wirausaha.

Pilihan para bakat muda untuk terus melanjutkan studi juga menunjukkan bahwa pendidikan perguruan tinggi dan karier profesional bisa berjalan bersamaan.

Bagi kalangan pemuda yang telah lebih dahulu terlibat dalam dunia kerja, perguruan tinggi bisa menjadi tempat untuk memperluas wawasan, memperkuat jaringan, serta belajar mengelola usaha.

Pengalaman dalam dunia kerja juga bisa digabungkan dengan ilmu pendidikan untuk menciptakan kesempatan yang lebih baik.

Di sisi lain, Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto, M.ScA, CA., Ak., menambahkan bahwa universitas tersebut sedang mengembangkan pendidikan yang berbasis wirausaha dengan menggabungkan kompetensi akademik dan pola pikir kewirausahaan.

Mahasiswa diharapkan mampu mengenali kesempatan, memunculkan kreativitas, merancang solusi, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.(esy/jpnn)