81 tahun kemerdekaan: Perempuan Paramadina soroti ruang publik, ekonomi, dan politik

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah perempuan akademisi dan pimpinan Universitas Paramadina, yaitu Prof Dr Iin Mayasari, Dr Rini Sudarmanti, Dr Fatchiah E Kertamuda, Dr Prima Naomi, Dr Peni Hanggarini, Tia Rahmania MPsi, dan Hendriana Werdaningsih PhD. Acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J Rachbini dan dimoderatori Kenita Putri MM., Dosen Program Studi Manajemen Universitas Paramadina.
Prof Dr Iin Mayasari menekankan bahwa salah satu ukuran kemerdekaan perempuan adalah tersedianya ruang bagi perempuan untuk mengambil peran strategis di ruang publik. Menurutnya, perempuan tidak lagi sekadar menjadi penopang domestik, tetapi telah menjadi penggerak UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga.
“Di bidang ekonomi, Perempuan bukan lagi sekadar penopang domestic, melainkan penggerak utama UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga secara nasional,” ujarnya.
Ia juga menilai keterlibatan perempuan dalam sosial politik membawa perspektif yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan. Keterwakilan perempuan di parlemen, pemerintahan, maupun organisasi sosial disebut menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang lebih baik. Meski demikian, ketimpangan gender, hambatan kultural, dan akses yang belum merata masih menjadi tantangan.
Baca selengkapnya