IFE 2026: Perspektif Global, Aksi Lokal untuk Pendidikan Kewirausahaan

Mengusung tema "Glocalizing Entrepreneurship Education: Cultivating Mindsets for a Sustainable Future", forum membahas mengenai kepentingan menggabungkan pandangan global dengan tindakan lokal dalam menciptakan pendidikan kewirausahaan yang sesuai dengan tantangan masa depan.
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, menekankan bahwa kewirausahaan tidak hanya bisa diajarkan melalui konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan pengalaman langsung. Ia juga mendorong agar kerja sama internasional terus berlanjut melalui penelitian bersama, pertukaran para dosen, serta kolaborasi akademis.
Pembicara utama Dr. Vasilios Stouraitis dari Glasgow Caledonian University menekankan pentingnya perubahan dari pendidikan kewirausahaan menuju pendidikan kewirausahaan, yaitu pendidikan yang mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi ketidakpastian, mengidentifikasi peluang, melakukan eksperimen, membangun ketangguhan, serta menciptakan nilai dengan tanggung jawab.
Di sisi lain, Prof Dr Gancar C. Premanto dari Universitas Airlangga menjelaskan konsep Holistic Entrepreneur Ecosystem, yang terdiri dari empat subsistem utama, yaitu sistem pembelajaran, ekosistem kemitraan, fasilitas pendukung, dan pengukuran hasil. Model ini menggabungkan pembelajaran berbasis pengalaman dan proyek, bimbingan dari alumni, partisipasi praktisi, platform digital, konsultasi bisnis, serta penilaian prestasi mahasiswa dalam lomba nasional maupun internasional.
Baca selengkapnya