Luluskan Mahasiswa Berdaya, Uncen dan YPMAK Dorong 29 Penerima Beasiswa Jadi Wirausaha

Ringkasan Berita:
- Uncen mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi 29 mahasiswa penerima beasiswa YPMAK yang berasal dari suku Amungme dan Kamoro, mulai dari budidaya ikan lele hingga pertanian hidroponik agar mereka siap berwirausaha.
- Untuk meningkatkan efektivitas pembimbingan akademik dan karakter, asrama berada di Kotaraja.
- Selain itu, Uncen mendukung 7 mahasiswa yang berstatus waspada agar terhindar dari risiko DO, serta berharap pendanaan YPMAK dapat diberikan secara tepat waktu.
Liputan Jurnalis PapuaTengah.com, Feronike Rumere
-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) mengadopsi pendekatan terbaru untuk mengembangkan 29 mahasiswa penerima beasiswa dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) hingga Agustus 2026.
Bukan hanya fokus pada kelulusan akademik, Uncen kini memberikan keterampilan wirausaha (life skill) kepada mahasiswa dari suku Amungme, Kamoro, dan tujuh suku lainnya agar siap mandiri serta mampu menciptakan peluang kerja.
Pemimpin Beasiswa Uncen, Vince Tebay, menekankan kepentingan pelatihan keterampilan nyata ini saat menerima kunjungan Tim Pemantauan dan Evaluasi (Monev) YPMAK di Kotaraja, Jayapura, Papua, Jumat (28/8/2026).
Mahasiswa saat ini diberikan pelatihan dalam pembuatan perabot rumah tangga, budidaya ikan lele, pertanian hidroponik, serta penggunaan limbah untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.
"Kami berharap mereka tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup. Jika dibentuk kelompok kerja, setelah mereka lulus, keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha," ujar Vince.
Untuk meningkatkan efektivitas pembinaan akademik serta kepribadian, Uncen mengalihkan asrama mahasiswa dari wilayah Perumnas II dan III ke Perumahan Dosen Uncen Kotaraja.
Tindakan ini mempermudah dosen dalam memberikan bimbingan yang lebih intensif, mengawasi perubahan nilai melalui sistem akademik, serta menyediakan pembinaan fisik dan spiritual.
"Kami mengasuh mereka baik secara fisik maupun spiritual. Tujuan kami adalah bagaimana anak-anak ini dapat menjadi pemimpin di masa depan," tegas Vince.
Di balik pencapaian prestasi mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,00, tetap dilakukan penilaian yang ketat.
Laporan pengawasan menunjukkan terdapat tujuh mahasiswa yang memiliki status "waspada" atau diberi label kuning dalam penilaian akademik.
Merupakan respons terhadap situasi tersebut, pihak pengelola segera bertindak untuk mengurangi potensi kehilangan peserta (DO).
Empat mahasiswa ditujukan untuk mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sedangkan tiga mahasiswa lainnya sedang dalam proses bimbingan agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu pada tahun depan.
"Saat ini, tiga anak tersebut masih kami pantau agar dapat mendaftar dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun depan," kata Vince.
Untuk memastikan kelancaran seluruh fasilitas pendukung, mulai dari layanan kesehatan, kebutuhan konsumsi, hingga perlengkapan belajar, Uncen berharap YPMAK dapat menyalurkan dana pembiayaan secara tepat waktu di setiap awal semester baru. (*)