Pemantauan Pendidikan YPMAK di Uncen, Mahasiswa Harap Program Kemitraan Berkelanjutan

Bengkalis Pos ·
Pemantauan Pendidikan YPMAK di Uncen, Mahasiswa Harap Program Kemitraan Berkelanjutan
Ringkasan Berita:
  • YPMAK melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) pendidikan terhadap mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Jumat (28/8/2026).
  • Kegiatan ini meninjau perkembangan pendidikan, layanan kesehatan, serta pelatihan nonakademis seperti kecerdasan buatan dan wirausaha.
  • Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan penyesuaian jadwal pembayaran SPP serta permohonan bantuan fasilitas laptop dan tempat tinggal yang aman.
 

Liputan Jurnalis PapuaTengah.com, Feronike Rumere

-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA –Pemantauan dan penilaian pendidikan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen) dimulai dengan ibadah pembukaan semester ganjil tahun akademik 2026/2027.

Acara ini diadakan di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Papua, pada Jumat (28/8/2026).

Pemantauan diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa YPMAK, pendamping, serta tim pengawasan dan evaluasi pendidikan YPMAK.

Kepala Divisi Pengawasan YPMAK, Erlina, Etti, Timang, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan studi mahasiswa serta mendengarkan berbagai kesulitan yang mereka alami selama menjalani pendidikan.

"Kami ingin mengetahui perkembangan adik-adik selama menjalani studi. Jika ada keluhan atau kendala, baik terkait pendidikan maupun kerja sama, mohon disampaikan," ujar Erlina.

Menurutnya, setiap masukan dari mahasiswa akan dijadikan bahan evaluasi yang kemudian disampaikan kepada mitra kerja sama YPMAK, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam program pendidikan.

Pada pertemuan tersebut, para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi akademik, fasilitas, kesehatan, tempat tinggal, serta biaya pendidikan.

Mahasiswa Dibekali Keterampilan Nonakademik

Pembimbing mahasiswa penerima beasiswa YPMAK di Uncen, Vince Tebay, menyatakan bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya menitikberatkan pada prestasi akademik.

Mahasiswa angkatan 2019 sampai 2023 juga mengikuti berbagai kegiatan bimbingan dan pelatihan guna meningkatkan kemampuan mereka.

Beberapa di antaranya berupa panduan bahasa Inggris, penggunaan perangkat lunak Canva, kepemimpinan, pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta keterampilan bisnis.

"Kami menyelenggarakan pelatihan, anak-anak belajar bahasa Inggris, panduan penggunaan aplikasi Canva, kepemimpinan dan pelatihan AI. Kami juga memberikan bekal tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik," kata Vince.

Vince mengatakan mahasiswa penerima beasiswa melalui dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTF) yang diurus oleh YPMAK juga diberikan arahan untuk memiliki kemampuan dalam membangun usaha.

"Maka setelah menyelesaikan pendidikannya, mereka tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang ada," katanya.

Program nonakademik diharapkan mampu mengembangkan mahasiswa menjadi individu yang mandiri serta memiliki keterampilan yang bisa ditingkatkan setelah lulus.

Kesehatan Mahasiswa Turut Diperhatikan

Di bidang kesehatan, pengelola mahasiswa YPMAK di Uncen juga melakukan kerja sama dengan fasilitas kesehatan.

Vince menyampaikan bahwa mahasiswa yang sedang sakit bisa mendapatkan layanan pemeriksaan dengan membawa surat keterangan atau rekomendasi dari pengelola.

Selain pemeriksaan ketika mengalami sakit, mahasiswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap enam bulan.

"Proses pemeriksaannya mencakup berbagai aspek kesehatan guna memastikan kondisi mahasiswa tetap terpantau selama menjalani pendidikan," ujar Vince.

"Sementara untuk keperluan penyusunan laporan dan tugas akademik, mahasiswa juga didukung melalui kerja sama dengan tempat fotokopi yang berada di sekitar kampus," tambahnya.

Pembiayaan Pendidikan Jadi Perhatian

Vince juga menyampaikan salah satu hambatan yang masih dialami dalam pengelolaan mahasiswa, yaitu keterlambatan dalam proses pendanaan pendidikan.

Menurutnya, keterlambatan ini bisa terjadi akibat proses administrasi dan pencairan dana yang memakan waktu, sementara kebutuhan mahasiswa harus sesuai dengan jadwal akademik kampus.

Vince berharap proses pendanaan bisa disesuaikan dengan jadwal akademik agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan saat harus membayar biaya kuliah.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh salah satu penerima beasiswa, Yulian Ogoimagai.

Ia menyoroti masalah pembayaran SPP mahasiswa angkatan 2025 yang terkadang tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh kampus.

Yulian berharap jadwal pembayaran biaya pendidikan disesuaikan dengan jadwal akademik Uncen.

"Harapan kami jadwal pembayaran dapat disesuaikan dengan kalender akademik agar mahasiswa tidak terlambat dalam melakukan pembayaran," katanya.

Mahasiswa Menginginkan Program Kemitraan Tetap Berlanjut

Pada kesempatan itu, mahasiswa juga menyampaikan harapan agar kerja sama mitra YPMAK dengan Uncen tetap berlanjut.

Berdasarkan pendapat mahasiswa, program tersebut sangat berguna bagi mereka dalam menyelesaikan studi, baik melalui dukungan finansial maupun bimbingan selama berada di lingkungan kampus.

"Kami berharap kerja sama dengan Uncen terus berlanjut karena program ini sangat bermanfaat bagi kami," ujar seorang mahasiswa.

Mahasiswa juga berharap kegiatan pengembangan kewirausahaan dan ekstrakurikuler mendapatkan pendanaan tambahan agar mereka mampu memperluas keterampilan di luar bidang akademis.

Permintaan Laptop dan Tempat Tinggal yang Aman

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uncen, Samuel Alomang, yang masuk pada angkatan 2020, menyampaikan perhatiannya terhadap rekan mahasiswa senior yang telah menyelesaikan studinya.

Ia berharap lulusan mahasiswa dapat mendapatkan bantuan untuk melanjutkan studi ke tingkat S2.

"Rekan-rekan senior yang telah menyelesaikan studi masih memiliki semangat besar untuk melanjutkan ke S2. Kami berharap tim pemantau dapat berupaya mengakomodir hal tersebut," katanya.

Di sisi lain, Tepeu Kum menyoroti pentingnya fasilitas pendukung pendidikan, khususnya laptop dan tempat tinggal.

Tapeu berharap para penerima beasiswa diberikan perangkat laptop karena sangat dibutuhkan dalam mendukung proses perkuliahan hingga penyelesaian tugas akhir.

"Seandainya mahasiswa diberikan laptop. Kedua, kami berharap tersedia tempat kos yang aman agar kami dapat belajar dengan baik," katanya.

Empat Mahasiswa Jalani RPL

Pada proses pemantauan tersebut, pihak pengelola juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang masih mengalami hambatan dalam bidang akademik.

Dari 29 mahasiswa yang saat ini sedang dalam pengawasan, terdapat empat mahasiswa yang mengikuti proses Pengakuan Pembelajaran Sebelumnya (RPL).

Program ini merupakan salah satu langkah untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi mereka tanpa mengalami kendala dalam bidang akademik.

Vince menyatakan pihaknya terus memberikan bimbingan agar mahasiswa yang mengikuti RPL mampu memenuhi aturan akademik dan menyelesaikan studi sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Kami berharap empat anak yang sedang mengikuti program RPL ini mampu menyelesaikan pendidikannya. Mereka terus kami bimbing agar target penyelesaian studinya bisa tercapai," katanya.

Ia menyampaikan, prestasi akademik mahasiswa cukup beragam, mulai dari IPK sekitar 2,5, 2,7 hingga ada yang mencapai 3.

Oleh karena itu, pendampingan berkala tetap dilakukan agar mahasiswa memahami kondisi akademiknya dan segera melakukan perbaikan jika ada kekurangan.

Melalui pengawasan tersebut, YPMAK dan Uncen berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan studi, tetapi juga memiliki kemampuan, kepribadian kepemimpinan, serta kemandirian setelah kembali ke daerahnya.

Lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pemerintahan, perusahaan, atau menghasilkan kesempatan kerja melalui wirausaha. (*)