Ancaman sampah ke laut meningkat, edukasi lingkungan menyasar generasi muda wilayah pesisir

Bengkalis Pos ·
Ancaman sampah ke laut meningkat, edukasi lingkungan menyasar generasi muda wilayah pesisir
Ringkasan Berita:
  • Program Ocean LiteraSEA telah menjangkau 61 sekolah pesisir dan melibatkan lebih dari 3.600 siswa sejak 2023.
  • Edukasi laut mendorong siswa memahami lingkungan, mengambil aksi, serta mengenal keterampilan dan peluang profesi maritim.
  • Program tersebut turut merevitalisasi 25 perpustakaan, mengurai 3,86 ton sampah, dan memberi beasiswa kepada 15 pelaut muda.
 

NEWS.COM, JAKARTA - Kebiasaan menjaga kebersihan mulai tumbuh di SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Siswa yang sebelumnya harus sering diingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, kini mulai saling mengingatkan.

"Sekarang, malah murid yang saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka berani menegur temannya, bahkan membawa kebiasaan baik ini ke rumah mereka," testimoni dari Ibu Kusriati, guru SDN Sarang Tiung, dalam keterangannya, Kamis (3/8/2026).

SDN Sarang Tiung adalah salah satu dari 61 sekolah pesisir yang mengikuti program Ocean LiteraSEA. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan pilar pendidikan, yang digagas oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Inovasi Muda. 

Kepedulian terhadap lingkungan perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama yang dilakukan murid-murid SDN Sarang Tiung, adalah salah satu tahapan perubahan yang menjadi target program Ocean LiteraSEA. 

Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini, memaparkan, menjaga laut bukan hanya tentang membersihkan sampah yang sudah berada di pesisir.

Lebih dari itu, kata Restu, dibutuhkan generasi yang memahami laut, peduli terhadap keberlanjutannya, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi di masa depan.

"Di sinilah Ocean LiteraSEA hadir, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir, mengenai pentingnya menjaga laut," ujar Restu.

Ia mengatakan bahwa edukasi mengenai laut ini, tidak berhenti pada pengetahuan tentang lingkungan.

Menurutnya, literasi laut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai peluang dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.

“Ocean LiteraSEA kami dorong bukan hanya untuk membuat anak-anak mengetahui tentang laut, tetapi juga agar mereka peduli, mau mengambil aksi, memiliki keterampilan, dan pada akhirnya memahami bahwa laut juga membuka begitu banyak peluang profesi di masa depan,” paparnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 50,6 juta ton.

Sekitar 40 persen di antaranya tidak terkelola dan berpotensi berujung ke laut. Setiap tahun, diperkirakan 16,2 juta ton sampah masuk ke laut.

Sampah laut dapat mengancam kehidupan biota, merusak habitat, hingga mengganggu rantai makanan di ekosistem laut. 

Berjalan sejak 2023, program Ocean LiteraSEA telah menjangkau 61 sekolah pesisir, melibatkan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat, serta menghasilkan 41 guru tersertifikasi.

Program ini juga telah merevitalisasi 25 perpustakaan, mengurai 3,86 ton sampah, dan memberikan beasiswa kepada 15 pelaut muda.

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan Ocean LiteraSEA merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PIS untuk ikut membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata menjaga laut. 

“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” jelas Vega.

Menurut Vega, investasi pada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem maritim dalam jangka panjang.

“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan," ujar Vega.