Biodata Irjen Herry Rudolf Nahak, Koorsahli Kapolri dimutasi jelang masa pensiun, lulusan Akpol 1990
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Irjen-Pol-Herry-Rudolf-Nahak-dipercaya-menjadi-Wakil-Ketua-Tim-Transformasi-Reformasi-Polri.jpg)
Ringkasan Berita:
- Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak dimutasikan sebagai perwira tinggi (Pati) Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.
- Kursi posisi jabatan Koorsahli Kapolri akan diduduki oleh Irjen Pol Ruslan Ependi.
- Mutasi tersebut tercantum di dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1877/VIII/KEP./2026 tanggal 30 Agustus 2026, ditandatangani Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.
bengkalispos.comJelang masa pensiun, Koorsahli Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak dimutasi menjadi Pati Sahli Kapolri.
Jabatan Koorsahli Kapolri telah diemban Irjen Herry sejak September 2024.
Posisi yang ditempati Herry itu selanjutnya akan diisi oleh Irjen Pol Ruslan Ependi.
Saat ini, Herry Rudolf Nahak berusia 58 tahun.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, usia pensiun perwira pertama, perwira menengah, dan perwira tinggi memiliki batas usia pensiun paling tinggi 60 tahun.
Sebelum berada di posisi tersebut, jenderal polisi bintang dua ini memiliki perjalanan karier panjang dengan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Berikut ini biodata Irjen Herry Rudolf Nahak, Koorsahli Kapolri yang dimutasi jelang pensiun.
Biodata Koorsahli Kapolri
Irjen Pol Herry Rudolf Nahak lahir di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 13 Agustus 1968. Pada 2026, usianya mencapai 58 tahun.
Nama Herry juga tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol). Ia merupakan peraih Bintang Adhi Makayasa pada 1990.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan awal karier Herry di Korps Bhayangkara.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, ia mulai mengisi sejumlah jabatan operasional dan penyidikan.
Karier tersebut kemudian membawanya ke berbagai satuan dan wilayah penugasan, termasuk posisi yang berkaitan dengan reserse, intelijen, pendidikan kepolisian, hingga penanganan terorisme.
Dari Sabhara hingga Densus 88 Antiteror
Pada awal pengabdiannya, Herry pernah bertugas sebagai Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya pada 1991.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kanit Jatanras Sat Serse Res Bekasi Polda Metro Jaya.
Pada 1993, Herry menjadi Danton Tar Akpol. Empat tahun kemudian, ia menjabat Kapuskodal Ops Polres Dili Polda Timor Timur.
Herry juga pernah menjalani penugasan ke Bosnia pada 1998. Setelah itu, ia mengisi sejumlah posisi di bidang intelijen dan reserse.
Di antaranya Kanit III Sat Intelkrim Dit Intelpam Polda Metro Jaya pada 1999, Dan Unit II Sat Idik Ranmor Dit Serseum Korserse Polri pada 1999, serta Kanit Obat Keras Sat Serse Tik Dit Serse Polda Metro pada 2000.
Masih pada 2000, Herry dipercaya menjadi Kapolsek Metro Kemayoran Polres Metro Jakarta Pusat. Setahun kemudian, ia menjabat Kasat Serse Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya.
Perjalanan di bidang penyidikan berlanjut ketika Herry dipercaya menjadi Kanit I Sat II/Fismondep Dit Reskrimsus Metro Jaya pada 2004.
Pada tahun yang sama, ia menjabat Waka KPPP Tanjung Priok Polda Metro Jaya. Herry kemudian menjalani pendidikan Sespim pada 2005 dan tercatat sebagai Pamen Bareskrim Polri.
Ia selanjutnya menjadi Penyidik Madya Unit V Dit V/Tipiter Bareskrim Polri pada 2005.
Kariernya kemudian bersinggungan dengan penanganan terorisme. Pada 2008, Herry dipercaya sebagai Kanit Olah TKP Subden Investigasi Densus 88/Antiteror Bareskrim Polri.
Setahun berikutnya, ia naik menjadi Kasubden Investigasi Densus 88/Antiteror Bareskrim Polri.
Pernah Menjadi Dirreskrimum Polda Metro Jaya
Pengalaman Herry di bidang reserse dan penanganan kasus kemudian membawanya ke jabatan strategis di Polda Metro Jaya.
Pada 2010, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Setelah itu, Herry menjalani tugas di bidang pendidikan kepolisian. Pada 2011, ia menjabat Kaprodi S1 Jemenkatekpol Ditprog Sarjana STIK Lemdikpol.
Ia kemudian menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang STIK Lemdikpol dalam rangka mengikuti Dik Sespimti Dikreg 22 pada 2013.
Pada 2014, Herry ditunjuk menjadi Karoops Polda Sulawesi Tengah.
Dua tahun kemudian, ia kembali mendapat penugasan di lingkungan Densus 88/Antiteror Polri melalui penugasan pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Pada 2016, Herry tercatat sebagai Pamen Densus 88/Antiteror Polri dalam rangka penugasan pada BNPT. Pada tahun yang sama, ia kembali tercatat sebagai Pati Densus 88/Antiteror Polri dalam penugasan pada BNPT.
Dipercaya Memimpin Polda Papua Barat hingga Kaltim
Karier Herry Rudolf Nahak terus berkembang. Pada 2017, ia diangkat menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri.
Dua tahun berselang, Herry dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat. Posisi tersebut menjadi salah satu jabatan strategis yang menandai semakin kuatnya kepercayaan pimpinan Polri terhadap dirinya.
Pada 2019, Herry kemudian didapuk sebagai Asisten Operasi Kapolri.
Tidak berselang lama, ia kembali mendapat kepercayaan memimpin kepolisian daerah. Pada 2020, Herry ditunjuk menjadi Kapolda Kalimantan Timur.
Pengalaman sebagai kepala kepolisian daerah membuat Herry memiliki rekam pengalaman dalam memimpin organisasi kepolisian di tingkat kewilayahan.
Dari Kasespim hingga Koorsahli Kapolri
Setelah memimpin Polda Kaltim, Herry memasuki fase lain dalam perjalanan kariernya.
Pada 2021, ia didapuk menjadi Kasespim Lemdiklat Polri. Posisi tersebut berkaitan dengan bidang pendidikan dan pengembangan kepemimpinan di lingkungan Polri.
Setahun kemudian, Herry dipercaya menjadi Sahlisosek Polri.
Kariernya berlanjut hingga pada 2024 ia diangkat menjadi Koorsahli Kapolri. Jabatan tersebut kemudian diembannya sejak September 2024.
Kini, setelah dua tahun berada di posisi Koorsahli Kapolri, Herry kembali mengalami mutasi. Namun, mutasi kali ini menjadi bagian dari proses persiapan memasuki masa pensiun.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, Herry ditempatkan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.
Posisi Koorsahli Kapolri selanjutnya akan ditempati Irjen Pol Ruslan Ependi.
Perjalanan Herry Rudolf Nahak menunjukkan karier yang cukup beragam di tubuh Polri. Ia tidak hanya berpengalaman di bidang operasional dan reserse, tetapi juga pernah bersentuhan dengan penanganan terorisme, pendidikan kepolisian, manajemen operasi, hingga kepemimpinan di tingkat Polda.
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan pola karier yang bergerak dari fungsi teknis dan operasional menuju posisi strategis di tingkat pusat.
Pengalaman sebagai Kapolda Papua Barat dan Kapolda Kaltim juga menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi Koorsahli Kapolri.
Dengan mutasi sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun, perjalanan panjang Herry Rudolf Nahak di institusi Polri memasuki fase baru.
Dari lulusan terbaik Akpol 1990, berbagai penugasan strategis, hingga menjadi jenderal bintang dua, kariernya mencerminkan perjalanan lebih dari tiga dekade di lingkungan Korps Bhayangkara.
(bengkalispos.com/news.com)