BPMA perkuat sinergi dengan TNI AD untuk jaga keamanan dan investasi hulu migas Aceh

Ringkasan Berita:
- BPMA dan TNI AD memperkuat koordinasi untuk menciptakan keamanan dan kondusivitas di wilayah kerja hulu migas Aceh.
- TNI AD mendorong perusahaan mengoptimalkan program CSR dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasi.
- Sinergi BPMA, TNI AD, dan KKKS ditujukan untuk menjaga investasi dan produksi migas, sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh.
bengkalispos.com, BANDA ACEH –Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Mawardi Nur, melakukan kunjungan kehormatan kepada Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad), Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen, di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat koordinasi serta sinergi antara regulator hulu migas Aceh dan jajaran TNI AD dalam mewujudkan stabilitas keamanan wilayah yang kondusif bagi iklim investasi energi nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPMA Mawardi Nur didampingi oleh jajaran pejabat BPMA dan pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Di antaranya Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Senior VP Onshore Asset KKKS Medco E&P Malaka I Nyoman A Sidi Mantra, General Manager KKKS Medco E&P Malaka Tutu Paniji, serta General Manager KKKS PGE Andika Mahardika.
Sementara itu, Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen menyambut rombongan dengan didampingi Waaster Kasad Bidang Renminter Brigjen TNI Jamaluddin dan Paban VII/Kermater Sterad Kolonel Inf Hipni Maulana Farhan.
Mawardi Nur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penerimaan yang hangat dari markas besar TNI AD.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BPMA untuk membangun komunikasi yang solid dengan aparat pertahanan negara, terutama dalam mengamankan Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor hulu migas di Aceh.
“Semangat Bapak Presiden dalam mendorong investasi melalui program Asta Cita, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak.
Oleh karena itu, kami berharap keamanan dan kondusivitas di seluruh wilayah kerja migas Aceh dapat terus ditingkatkan,” ujar Mawardi.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada TNI AD atas kontribusi dan upayanya selama ini dalam menjaga keamanan serta stabilitas di Aceh.
“Kami mengapresiasi upaya TNI dalam menjaga keamanan selama ini di Aceh.
Ia menegaskan bahwa jaminan keamanan dan kepastian hukum merupakan fondasi utama bagi para investor untuk mempertahankan dan meningkatkan kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi di Tanah Rencong.
Kegiatan hulu migas di Aceh memegang peranan sangat vital, tidak hanya untuk menjaga pasokan energi nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak roda perekonomian daerah serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Saat ini, keberadaan Wilayah Kerja (WK) A yang dikelola Medco E&P Malaka dan WK B yang dikelola PGE menjadi pilar utama industri hulu migas di Aceh.
Mawardi menjelaskan bahwa operasional di WK A dan WK B tidak sekadar bergantung pada keandalan teknologi dan besarnya modal investasi, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh ekosistem sosial serta stabilitas keamanan di sekitar wilayah kerja.
"Keberhasilan kegiatan hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis semata.
Keberlanjutan operasi kedua wilayah kerja tersebut membutuhkan ekosistem yang sehat, mulai dari kepastian investasi, dukungan pemerintah, penerimaan masyarakat, hingga keamanan dan stabilitas wilayah.
“Keberhasilan kegiatan hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan investasi. Ada faktor sosial, masyarakat, dan stabilitas wilayah yang juga sangat menentukan keberlanjutan operasi,” tambah Mawardi.
BPMA berharap dukungan Pembinaan Teritorial (Binter) yang dijalankan oleh TNI AD dapat diselaraskan dengan kegiatan koordinasi dan sinergi bersama BPMA serta KKKS, khususnya di wilayah operasional WK A dan WK B.
Sinergi ini dirancang untuk mencegah potensi konflik sosial sejak dini, memperlancar jalur komunikasi antara perusahaan dan warga lokal, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis di kawasan lingkar tambang.
Menanggapi paparan dari pihak BPMA, Aster Kasad Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam mengawal objek vital negara.
Menurutnya, stabilitas keamanan terbaik tercipta ketika masyarakat sekitar merasakan dampak ekonomi positif secara langsung dari keberadaan perusahaan.
Mayjen TNI Rachmad mendorong agar program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dioptimalkan secara tepat sasaran, seperti pemanfaatan lahan-lahan potensial di sekitar wilayah operasional untuk memberdayakan ekonomi warga.
“Kami berharap ada optimalisasi program CSR.
Manfaatkan lahan-lahan potensial untuk kita kelola bersama dan ajak masyarakat terlibat.
Ini bisa menjadi pakem penghidupan berkelanjutan bagi warga sekitar.
Tugas kita bersama adalah mengontrol dan mengawasinya,” tegas Mayjen TNI Rachmad.
Ia menambahkan bahwa kunci utama ketertiban wilayah berada pada rasa kepemilikan masyarakat terhadap investasi di daerahnya.
"Permudah hidup masyarakat, rangkul mereka, dan berdayakan," lanjutnya.
BPMA menyambut positif arahan dari Aster Kasad dan berkomitmen untuk terus menyelaraskan program CSR para KKKS agar selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Mawardi menegaskan, industri hulu migas di Aceh harus mampu memberikan multiplier effect bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.
Mawardi menegaskan bahwa penguatan komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan hulu migas di Aceh.
“Pada akhirnya, sasaran yang ingin kita capai adalah operasional hulu migas yang berjalan aman, arus investasi yang terus tumbuh, produksi migas yang meningkat, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi yang ikut merasakan manfaatnya secara nyata,” pungkas Mawardi.
Kunjungan kehormatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat koordinasi antara BPMA, TNI AD, dan KKKS dalam menciptakan ekosistem hulu migas Aceh yang aman, kondusif, produktif, serta memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Update berita lainnya di bengkalispos.comdan Google News