Dianggap makar, Budi Arie diadukan relawan Prabowo imbas ucapannya soal percepatan Pemilu 2029

Bengkalis Pos ·

-MEDAN.com - Dianggap makar, Budi Arie diadukan relawan Prabowo.

Hal ini imbas ucapannya soal percepatan Pemilu 2029 yang sempat viral di media sosial.

Dalam potongan video tersebut, Budi Arie Setiadi berbicara di hadapan Jokowi dan sejumlah audiens. 

Dalam rekaman itu, mantan Menteri Koperasi ini mengajak audiensnya untuk tidak terpaku pada skenario Pemilu 2029.

Ia bahkan mengaku telah membisikkan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arieyang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.

Lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali. 

Ia membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.

"Potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ucap Budi Arie.

Sejumlah orang yang mengaku dari Relawan Gerakan Cinta Prabowo mengadukan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri pada Rabu (2/9/2026). 

Adapun Budi Arie diadukan terkait dugaan makar imbas ucapannya yang menyinggung potensi percepatan Pemilu sebelum 2029.

“Sore hari ini kita baru selesai membuat laporan pengaduan masyarakat di Bareskrim dan sudah diterima sore ini. Laporan tersebut terkait acara Projo di sebuah resto,” kata Kuasa Hukum Relawan Gerakan Cinta Prabowo, Doni Hendrasanto kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Doni mengatakan pihaknya menyematkan Pasal 193 juncto pasal 246 KUHP terkait tindak pidana penghasutan makar untuk menggulingkan pemerintah dalam aduan masyarakat (dumas) itu.

“Itu kegiatannya adalah yang kita laporkan adalah upaya, dugaan upaya melakukan makar dan penghasutan. Sesuai dengan yang kita laporkan pasal 193 juncto pasal 246 KUHP. Dan telah diterima dengan baik oleh pihak penyidik dari Dittipidum Bareskrim,” tutur dia.

Meski sudah minta maaf, namun menurut Doni, Budi Arie tidak menarik ucapannya yang sempat membuat gaduh ketika berbicara di samping Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Ya, kalau permintaan maaf itu haknya dari Saudara BA, ya. Tetapi kita juga ada pernyataan dia yang tidak akan mencabut keterangannya itu. Saya juga bingung. Di satu sisi tidak akan mencabut keterangannya, di satu sisi meminta maaf. Ya sudah, kami laporkan saja di Bareskrim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Doni berharap aduannya tersebut bisa ditindaklanjuti oleh Dit Tipidum Bareskrim Polri.

“Iya, Dumas, Dumas (Pengaduan Masyarakat). Karena memang ada beberapa yang harus disinkronisasi untuk pengenaan pasal-pasalnya. Namun apapun namanya, tetap sudah diterima,” ucapnya.

Minta Maaf

Sementara itu,Budi Arie telah menyampaikan klarifikasi atas potongan video tersebut.

Ia menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak yang tak berkenan. 

"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisis saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi ArieSetiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie, dalam unggahannya di media sosial pribadinya pada Rabu (26/8/2026).

"Pernyataan dan analisis tersebut merupakan pernyataan dan analisis pribadi saya. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkait dengan Bapak Joko Widodo," lanjut Budi Arie. 

Budi Arie juga menyatakan siap menerima konsekuensi dari pernyataan tersebut.

"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut," ujar dia.

 

Artikel ini telah tayang di news.com

(*/-medan.com)

Baca berita  MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di  Medan