Hadirkan konsep berbeda, JETE RUN 2026 raih rekor MURI

bengkalispos.com, JAKARTA - JETE RUN 2026 menghadirkan konsep berbeda pada penyelenggaraan tahun ini.
Tidak hanya menggelar lomba lari 5K dan 10K, ajang tersebut dikemas dalam format festival dengan berbagai kegiatan pendukung.
Gelaran yang berlangsung di kawasan Balai Kota Surabaya pada Minggu, 6 September 2026, itu diikuti lebih dari 5.000 pelari.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka langsung perlombaan yang turut dihadiri atlet, komunitas lari, influencer, tamu undangan, dan masyarakat.Mengusung konsep JETE RUN Festival 2026, menjadikannya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI. Penghargaan diberikan untuk kategori ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.
Event di tahun ini turut menghadirkan 21 kegiatan pendukung dalam satu rangkaian acara. Aktivitas yang digelar mencakup olahraga, wellness, kreativitas, hiburan, hingga kegiatan komunitas. Ragam kegiatan tersebut menjadi dasar pemberian penghargaan MURI kepada JETE RUN Festival 2026 sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian baru dalam penyelenggaraan JETE RUN tahun ini. Tidak hanya berfokus pada perlombaan semata, kegiatan peserta sudah dimulai sebelum race day dan berlanjut setelah melewati garis finish.
Momentum JETE RUN Festival 2026 juga menjadi tempat penyerahan dua penghargaan MURI lainnya kepada JETE.Dua penghargaan tersebut diberikan untuk kategori merek aksesoris gawai dengan jaringan gerai terbanyak dan merek aksesoris gawai dengan jaringan layanan purna jual terbanyak.
CEO sekaligus Founder JETE Jhonny Thio Doran mengapresiasi dukungan masyarakat, konsumen, dan tim yang selama ini mengikuti perjalanan JETE.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat di Indonesia yang telah mendukung dan mempercayakan JETE sebagai pilihan Anda dalam beraktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, berolahraga, dan menikmati hiburan di era digital. Pencapaian luar biasa ini mustahil tercapai tanpa adanya dukungan dari keluarga, tim, konsumen setia JETE dan masyarakat. Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya," ujar Jhonny.Menurut dia, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas dan melakukan inovasi.
"Piagam MURI yang didapat memang menjadi pencapaian terbaik di tahun ini. Namun, kita janganlah berada di atas angin dan melupakan kualitas. Ini adalah sebagai pengingat bagi brand untuk terus berinovasi di tengah teknologi yang terus berkembang dan memberikan yang terbaik. Terutama menjadikan JETE sebagai solusi kebutuhan produk aksesoris gadget, smarthome, dan wearable. Begitu juga dengan event olahraga dalam mendukung gaya hidup sehat," tambahnya.
Perubahan lain dalam JETE RUN 2026 terlihat dari pemilihan lokasi penyelenggaraan. Jika sebelumnya JETE RUN digelar di kawasan Citraland, tahun ini Balai Kota Surabaya dipilih sebagai titik start dan finish. Lokasi tersebut membawa pelari melintasi sejumlah ruas utama di pusat Kota Surabaya yang ikonik.Kategori 5K dimulai dari Balai Kota Surabaya menuju Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Gubernur Suryo, dan Jalan Wuni sebelum kembali ke garis finish.
Sementara itu, peserta yang mengikuti kategori 10K diajak untuk melewati Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, kawasan Blauran, Jalan Bubutan, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Yos Sudarso.
Sejumlah ruas tersebut berada di kawasan pusat kota dan memiliki keterkaitan dengan sejarah Surabaya. Penyelenggara juga menyediakan water station dan layanan medis di sepanjang rute untuk mendukung kebutuhan peserta.
Jhonny mengatakan pemindahan venue dilakukan untuk memberikan suasana berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Pemilihan rute pusat kota tersebut sekaligus memperkuat konsep city run yang diusung pada JETE RUN tahun ini.
"JETE RUN tahun ini kita mengambil venue yang berbeda dari sebelum-sebelumnya di Citraland. Balai Kota jadi pilihan karena kita ingin menghadirkan nuansa lari dengan konsep lanskap kota modern khas Surabaya yang penuh nilai sejarah. Jadi, sepanjang rute, pelari akan melintasi jalanan dan tempat bersejarah di kota ini," ungkap Jhonny.
Rangkaian JETE RUN 2026 sudah dimulai sebelum hari perlombaan. Race Pack Collection berlangsung pada 4 hingga 5 September 2026 di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan JETEFEST 2026.
Peserta yang datang mengambil race pack dapat menikmati sejumlah aktivitas, mulai dari mencoba perangkat teknologi, menyaksikan cosplay dan coswalk, menikmati hiburan, hingga berinteraksi dengan komunitas. Konsep festival berlanjut pada race day di Balai Kota Surabaya.
Setelah melewati garis finish, peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan olahraga dan wellness seperti pilates, poundfit, senam sehat, dan zumba. Selain itu, tersedia kegiatan kreatif seperti meracik matcha, dekorasi bunga, meracik parfum, membuat aksesori custom, hingga workshop melukis.
Area acara juga diisi kuliner dari sponsor dan pelaku UMKM, live music, serta sejumlah permainan. JETE turut menghadirkan unsur musik dengan meluncurkan tiga single sebagai theme song resmi JETE RUN 2026. Menurut Jhonny, lagu tersebut dibuat untuk membawa semangat JETE RUN ke aktivitas olahraga sehari-hari.
"Ini adalah gebrakan baru dari JETE. Jadi, kami merilis album yang berisi lagu penuh semangat dan bisa buat teman olahraga teman-teman semua. Lagu-lagu tersebut bisa didengarkan di layanan streaming musik Spotify," pungkasnya.
Dengan berbagai kegiatan pendukung dan konsep baru yang diusung tahun ini, tak heran jika JETE RUN patut dipertimbangkan sebagai salah satu event lari yang cukup berpengaruh tidak hanya skala Jawa Timur saja, tetapi juga secara nasional. (rhs/jpnn)