Ketatnya pengamanan pertemuan Prabowo-Putin di Vladivostok Rusia hingga 24 jam tanpa internet

Bengkalis Pos ·
Ringkasan Berita:
  • Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, telah ditutup pada Jumat (4/9/2026). 
  • Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kehormatan, pada ajang forum ekonomi internasional yang rutin digelar di Far Eastern Federal University (FEFU) Vladivostok tersebut. 
  • Selain masalah pengamanan, masalah jaringan internet menjadi tantangan tersendiri bagi para peliput kegiatan. 

NEWS.COM, VLADIVOSTOK - Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, telah ditutup pada Jumat (4/9/2026). 

Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kehormatan, pada ajang forum ekonomi internasional yang rutin digelar di Far Eastern Federal University (FEFU) Vladivostok tersebut. 

Wartawan news, Taufik Ismail bersama 5 jurnalis lainnya berkesempatan meliput Presiden Prabowo saat menjadi pembicara pada forum tersebut. 

Meliput agenda kenegaraan dalam forum internasional menjadi tantangan tersendiri. Apalagi jika agenda tersebut digelar di negara yang cukup jauh dari Indonesia.

   

Hari pertama di Vladivostok, dimulai dengan waktu istirahat yang terbatas setelah perjalanan jauh menuju ujung timur Rusia tersebut pada Selasa (2/9/2026). 

Waktu tidur hanya tiga jam sebelum meliput ketibaan Presiden di Pulau Russky yang menjadi tempat berlangsungnya forum tersebut. 

Keesokan paginya dari penginapan yang terletak di dalam kampus FEFU, perjalanan dimulai ke Bandara Internasional Vladivostok untuk menangkap momen ketibaan Presiden Prabowo. 

Jarak dari penginapan menuju bandara tersebut kurang lebih 65 kilometer dengan waktu tempuh 1-1,5 jam. 

Setelah meliput kedatangan Presiden saya bersama 5 jurnalis lainnya lalu menuju tempat Presiden beristirahat sambil menunggu perkembangan agenda dan mengantisipasi pernyataan maupun kegiatan yang dapat menjadi bahan pemberitaan. 

Penantian berlangsung hingga malam hari, sebelum kembali ke penginapan, sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Di malam kedua kesempatan beristirahat hanya sekitar empat sampai lima jam sebelum meliput agenda utama yakni jamuan makan siang antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, lalu Forum Ekonomi Timur atau  Eastern Economic Forum (EEF) di lokasi yang sama yakni Kampus FEFU. 

Kehadiran Presiden Putin dan juga Presiden Prabowo bersama tiga pemimpin negara lain yakni Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang membuat penjagaan di lokasi forum terbilang ketat.

Para delegasi, peserta forum dan wartawan harus melewati setidaknya empat pemeriksaan. 

Pertama di pintu masuk area kampus, dimana aparat keamanan memeriksa badge atau tanda pengenal. 

Setelah itu kurang dari 100 meter dilakukan pemeriksaan barang bawaan dan juga kendaraan. 

Tas yang dibawa diperiksa satu persatu tanpa terlewat sedikit pun.

Setelah itu di pintu masuk area utama dilakukan kembali pemeriksaan barang bawaan dengan metal detector atau x ray. 

Sejumlah barang dilarang untuk dibawa mulai dari segala jenis cairan hingga pengisi daya portable atau power bank. 

Pemeriksaan terakhir yakni saat menuju gedung tempat berlangsungnya acara. 

Tanda pengenal diperiksa sesuai dengan akses yang diberikan oleh panitia. 

Tanda pengenal diperiksa menggunakan alat face recognition. 

Selama agenda baik itu pertemuan bilateral maupun Forum Ekonomi Timur, Paspampres Rusia atau Presidential Security Service (SBP) tampak berjaga di sudut-sudut kampus. 

Mengenakan jas hitam mereka mengawasi ketat pergerakan orang yang ada di lokasi.

Selain masalah pengamanan, masalah jaringan internet menjadi tantangan tersendiri. 

Pasalnya pemerintah Rusia memberlakukan aturan bahwa hanya orang yang memiliki izin tinggal yang bisa menggunakan kartu seluler Rusia. 

Kondisi tersebut memaksa para delegasi dari luar negeri termasuk Indonesia hanya mengandalkan paket roaming. 

Yang menjadi kendala adalah paket roaming tersebut tidak bisa langsung aktif. 

Pemerintah Rusia mengeluarkan aturan sejak Oktober 2025, untuk SIM asing yang pertama kali terhubung ke jaringan seluler Rusia akan terkena pemblokiran selama 24 jam. 

Selama satu hari penuh mobile data dan SMS tidak dapat terkoneksi.

Bahkan setelah 24 jam pun, tidak semua SIM dapat pulih koneksi internetnya.

Selain persoalan jaringan internet, kendala bahasa juga cukup terasa. 

Bahasa Inggris tidak selalu dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan warga lokal. 

Memanfaatkan teknologi untuk mempermudah komunikasi pun tidak bisa dilakukan karena tidak adanya koneksi internet.

Mengenal Kota Vladivostok

Vladivostok (bahasa Rusia: Владивосто́к) merupakan kota pelabuhan terbesar Rusia di tepi pantai Samudra Pasifik yang terletak di wilayah Rusia Timur Jauh dan merupakan ibu kota dari Provinsi Primorsky Krai. 

Vladivostok terletak di ujung Teluk Tanduk Emas dan tidak jauh dari perbatasan Rusia dengan Tiongkok dan Korea Utara. 

Penduduknya berjumlah 600.871 jiwa.

Vladivostok adalah rumah bagi pelabuhan terbesar Rusia di Samudra Pasifik, dan pusat ekonomi, ilmiah dan budaya utama di Timur Jauh Rusia, serta pusat pariwisata utama di Rusia. 

Sebagai ujung dari Kereta Api Trans-Siberia, kota ini dikunjungi oleh lebih dari tiga juta wisatawan pada tahun 2017.

Kota ini adalah pusat administrasi Distrik Federal Timur Jauh, dan merupakan markas dari Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia. 

Karena posisi geografis dan budaya Rusianya, kota ini dijuluki sebagai "Eropa di Timur Jauh".

Investasi Pabrik Pupuk & Bidang Perkapalan

Di tengah dinamika lapangan tersebut, kunjungan singkat Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok Rusia membawa sejumlah hasil. 

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Putin membuka peluang investasi Pupuk Indonesia di Rusia dalam pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik sangat strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

"Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," ujar Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi di Rusia.

Selain sektor pupuk, kunjungan Prabowo ke Rusia juga memperlebar peluang kerja sama di bidang perkapalan. 

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung di Indonesia.

"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya," kata Menteri Investasi Rosan Roeslani.