Kisah penumpang asal Cilacap selamat dari tragedi KM Virgo Transport 8: loncat saat kapal miring

admin ·
Ringkasan Berita:
  • Riyanda selamat setelah terjun dari KM Virgo Transport 8 dan bertahan menggunakan triplek di laut.
  • Kapal terbalik dalam perjalanan Surabaya-Banjarmasin, diduga dihantam ombak besar, sementara pencarian korban terus berlangsung intensif.
  • Basarnas mengerahkan 17 kapal, lima pesawat, dan tim penyelam untuk mencari korban yang belum ditemukan.

NEWS.COM, BANJARMASIN- Riyanda (30) penumpang asal Cilacap, Jawa Tengah selamat dari tragedi Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa.

Riyanda berhasil selamat setelah terjun dan menggunakan triplek.

KM Virgo Transport 8 tersebut terbalik ketika menempuh perjalanan dari Surabaya Jawa Timur menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan membawa 243 orang pada Minggu (13/9/2026).

Ketika itu, kapal hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita. 

Laporan pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin sekitar pukul 04.10 Wita.

"Setelah terjun dari kapal saya berpegangan tripleks," kata Riyanda ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).

Masih Tidur

Riyanda masih tertidur ketika suasana kapal mendadak berubah pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. 

Ia terbangun setelah mendengar suara riuh penumpang yang panik karena kapal akan tenggelam.

Tanpa menunggu lama, Riyanda berusaha mencari jalan keluar. Saat itu, kondisi kapal sudah dalam keadaan miring.

"Posisi kapal sudah miring, saya langsung mencebur ke laut dengan mengenakan baju pelampung di kapal," jelas Riyanda.

Riyanda tidak langsung aman setelah berhasil keluar dari kapal. 

Saat mencebur ke laut, tubuhnya sempat membentur lambung kapal hingga menyebabkan dahi terluka.

Ia kemudian bertahan di tengah laut selama sekitar satu jam. Selama terombang-ambing, cukup banyak air laut yang terminum. Ombak tinggi juga terus menghantam wajahnya.

Di tengah kondisi itu, Riyanda berhasil menemukan sekoci milik Kapal Virgo yang berhamburan. Sekoci itu kemudian digunakan untuk membawa empat orang.

Tidak lama kemudian, MV Haida melintas dan memberikan pertolongan.

Riyanda bersama 69 orang lainnya lalu dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu malam.

Namun, keselamatan yang dirasakan Riyanda bercampur dengan rasa kehilangan.

Ia masih tampak trauma karena empat rekannya belum ditemukan.

Berangkat Berenam

Riyanda sebelumnya berangkat bersama lima orang lainnya dari Cilacap menuju Banjarmasin.

Mereka hendak bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan.

Dari enam orang yang berangkat, baru Riyanda dan satu rekannya yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. 

Sementara empat orang lainnya hingga kini masih belum diketahui kabarnya.

Tidak Kelebihan Muatan

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kapal Virgo Transport 8 tidak mengalami kelebihan muatan (overload).

Menurut Dudy, kapal yang berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut memiliki kapasitas hingga 500 penumpang.

Adapun jumlah Persons on Board (POB) tercatat sebanyak 243 orang, sehingga dinilai masih jauh dari kapasitas maksimal. 

“Untuk muatan data yang kami peroleh, kapal ini tidak overload. Kapasitas penumpang sekitar 500 orang, jadi masih jauh dari batas maksimal,” tegas Dudy di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026).

Hingga Senin siang, dari 114 korban yang ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia. 

Dudy menjelaskan, korban selamat yang membutuhkan perawatan medis langsung dibawa ke rumah sakit, sementara yang kondisinya baik diserahkan kepada operator pelayaran.

"Korban selamat apa bila kondisi tidak begitu baik perlu perawatan maka dikirim ke rumah sakit, untuk yang kondisinya baik langsung diserahkan ke operator pelayaran selanjutnya ditangani oleh operator pelayanan untuk dikembalikan ke rumahnya masing-masing,"jelas Dudy Purwagandhi

Sementara itu, pihak Basarnas mengakui adanya cerita dari sejumlah penumpang terkait kondisi cuaca saat pelayaran. Ombak besar disebut sebagai pemicu kapal miring hingga akhirnya terbalik. 

“Kami menerima laporan dari kapal pertama yang membawa 69 korban. Informasi dari penumpang menyebutkan adanya cuaca buruk, ombak masuk ke dalam kapal, dengan ketinggian lebih dari tiga meter,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Syafii menambahkan, terkait kondisi kapal dan penyebab kecelakaan, hal tersebut menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tim SAR saat ini masih fokus melakukan evakuasi terhadap korban lain yang belum berhasil dievakuasi.

“Kepala KNKT sudah bergabung bersama kami untuk mengumpulkan data sebagai bahan investigasi,” tegasnya.

Operasi Kapal Selam

Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kedua, Senin (14/9/2026).

Basarnas memperkuat pencarian dengan mengerahkan sejumlah unsur, termasuk KRI Kanopus yang memiliki kemampuan pencarian bawah air.

KRI Kanopus telah berada di lokasi kejadian untuk mendukung pencarian. Kapal tersebut akan digunakan untuk operasi pencarian bawah air dengan melibatkan personel khusus.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, personel yang disiapkan untuk operasi bawah air berasal dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska TNI AL, serta tim penyelam.

“Khusus untuk KRI Kanopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pushidros. Kita berharap, dari kapal ini, kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Senin.

KRI Kanopus juga dilengkapi drone bawah air yang dapat digunakan untuk membantu pencarian di bawah permukaan laut.

Namun, Syafii mengatakan operasi penyelaman belum dapat dilakukan pada Senin pagi karena kondisi arus di lokasi belum memungkinkan.

“KRI Kanopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater dan sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” katanya.

Syafii mengatakan, tim di lapangan masih menunggu kondisi cuaca dan arus yang lebih memungkinkan sebelum mengerahkan penyelam ke bawah laut.

Pada hari kedua operasi, pola pencarian juga dipersempit dari sebelumnya delapan sektor menjadi enam sektor.

Penyempitan dilakukan setelah titik datum atau posisi terakhir kapal dapat ditentukan. Pencarian kemudian difokuskan pada lokasi kapal dan area di sekitarnya yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban.

“Karena datum titik fix dari kapal itu sudah bisa kita tentukan, dan mudah-mudahan tidak ada pergerakan, sehingga operasi kita fokuskan kepada kapal itu sendiri,” jelasnya.

Pencarian di enam sektor tersebut dilakukan secara paralel dengan mengerahkan unsur laut dan udara.

Secara keseluruhan, Basarnas mengerahkan lima pesawat udara dan 17 kapal untuk mendukung operasi pencarian hari kedua.

Luas area pencarian yang dibagi menjadi enam sektor mencapai sekitar 2.600 nautical mile.

Ia berharap kondisi cuaca dan arus memungkinkan sehingga pencarian, termasuk operasi bawah air, dapat dilakukan secara maksimal untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian.

   

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Terombang-ambing di Laut Usai KM Virgo Transport 8 Terbalik, Riyanda Selamat Berkat Selembar Triplek

dan

Tegaskan KM Virgo Transport 8 Tidak Overload, Menhub: Jumlah Penumpang Jauh dari Batas Maksimal