Kurang pas, Ray Rangkuti kritik kunjungan Prabowo ke Rusia saat karhutla melanda Indonesia

Ringkasan Berita:
- Ray Rangkuti mengkritik kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia, karena dinilai kurang tepat waktunya di tengah persoalan karhutla dan bencana di Indonesia.
- Pemerintah menyatakan kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama strategis Indonesia-Rusia.
KALTIM.CO - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengkritik kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) 2026.
Ray mempertanyakan urgensi lawatan tersebut di tengah sejumlah persoalan bencana di Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prabowo tiba di Bandara Internasional Vladivostok pada Rabu (2/9/2026) dan menghadiri EEF ke-11 pada Kamis (3/9/2026).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Prabowo sebagai tamu kehormatan utama dalam forum yang berlangsung pada 1-4 September 2026 di Far Eastern Federal University, Vladivostok.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ray menilai kunjungan ke Rusia kurang tepat dari sisi momentum karena Indonesia tengah menghadapi persoalan bencana.
Ia secara khusus menyoroti karhutla di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
"Sudah biasa kita melihat kepergian presiden ke luar negeri tanpa memiliki urgensi dan signifikansi besar. Bahkan kadang-kadang hanya sekadar menghadiri simposium dan sejenisnya, tak terkecuali dengan kunjungan ke Rusia kali ini," kata Ray, seperti dikutip dari news.com.
Menurut Ray, persoalan karhutla seharusnya menjadi salah satu perhatian utama pemerintah karena penanganannya belum sepenuhnya selesai.
Ia juga menyinggung bencana lain yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Ray menilai kehadiran pemerintah dalam penanganan bencana perlu dilakukan secara lebih intensif.
Atas dasar itu, ia mempertanyakan keputusan Prabowo melakukan kunjungan ke Rusia ketika persoalan bencana masih berlangsung di dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah memiliki alasan strategis di balik kehadiran Prabowo di Vladivostok.
Prabowo Hadir sebagai Tamu Kehormatan Utama
Sekretariat Kabinet menyebut Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Putin.
Kehadiran tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Rusia sekaligus meningkatkan kerja sama di berbagai sektor.
Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia juga menegaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan keterbukaan untuk membangun hubungan baik dengan berbagai negara.
Prabowo juga mendorong penguatan konektivitas dan kerja sama Indonesia-Rusia, termasuk di bidang perdagangan, energi, teknologi, serta logistik.
Pemerintah menilai forum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperluas kerja sama ekonomi dan menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional.
Putin juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Dalam pertemuan bilateral dengan Prabowo pada Kamis (3/9/2026),
Putin menyebut hubungan kedua negara terus berkembang dan menyatakan volume perdagangan Rusia-Indonesia meningkat 12 persen pada tahun sebelumnya.
"Indonesia merupakan mitra yang paling kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik," kata Putin dalam pertemuan tersebut.
Putin juga menyoroti kerja sama kedua negara dalam sejumlah sektor, termasuk pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, energi, dan energi nuklir.
Menurut Putin, komisi bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis juga terus bekerja.
Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung di sela-sela EEF ke-11. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan pentingnya hubungan strategis Indonesia dan Rusia.
Bagi pemerintah Indonesia, kehadiran Prabowo di EEF bukan sekadar menghadiri forum internasional.
Status sebagai tamu kehormatan utama menunjukkan pentingnya hubungan bilateral Indonesia-Rusia sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan strategis.
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram