Meksiko sita 210 senjata selundupan dari Texas, total 30.000 disita di era pemerintahan Sheinbaum

Bengkalis Pos ·
Ringkasan Berita:
  • Otoritas Meksiko menyita 210 senjata api yang diduga diselundupkan dari Texas untuk memasok kelompok kriminal terorganisasi dan menangkap tiga tersangka 
  • Kasus ini menyoroti besarnya arus senjata ilegal dari AS ke Meksiko, dengan pemerintah Meksiko memperkirakan sekitar 200.000 senjata diselundupkan setiap tahun 
  • Penanganan masalah dinilai membutuhkan kerja sama kedua negara, mulai dari membongkar jaringan pembeli perantara di AS hingga melacak penerima dan distributor senjata di Meksiko
 

NEWS.COM, MEKSIKO  - Otoritas Meksiko menyita 210 senjata api yang diduga diselundupkan dari Texas, Amerika Serikat, untuk memasok kelompok kriminal terorganisasi.

Tiga orang ditangkap dalam operasi yang digelar di jalan raya Nuevo Laredo-Monterrey, dekat Sabinas Hidalgo, negara bagian Nuevo Leon.

Dari 210 senjata yang disita, sebanyak 195 merupakan senjata laras panjang dan 15 lainnya pistol. Polisi juga menemukan sejumlah magasin amunisi dalam penggerebekan tersebut.

Sekretaris Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengatakan ketiga tersangka membawa senjata dari Texas menuju Meksiko untuk kemudian menyerahkannya kepada kelompok kriminal.

Operasi tersebut dilakukan Badan Investigasi Kriminal Kejaksaan Agung Meksiko (FGR) bersama Kementerian Pertahanan, Angkatan Laut, Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Sipil (SSPC), serta Garda Nasional.

Menurut Garcia Harfuch, pengungkapan ini merupakan hasil kerja intelijen dan penyelidikan untuk mengidentifikasi sekaligus membongkar jalur penyelundupan senjata ke Meksiko.

Dengan penyitaan terbaru tersebut, jumlah senjata api yang disita selama pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum telah menembus lebih dari 30.000 unit. 

Jalur Senjata dari AS ke Meksiko

Penyitaan 210 senjata tersebut bukan kasus yang berdiri sendiri.

Peredaran senjata dari Amerika Serikat menuju Meksiko telah lama menjadi salah satu persoalan utama dalam perang melawan kartel dan kejahatan terorganisasi di negara tersebut.

Data yang dikutip pemerintah Meksiko menunjukkan sekitar delapan dari setiap 10 senjata yang disita di negara itu selama pemerintahan Sheinbaum berasal dari Amerika Serikat.

Pada Maret 2026, jumlah senjata yang telah disita sejak Sheinbaum menjabat telah mencapai lebih dari 24.000 unit.

 

Pemerintah Meksiko sebelumnya memperkirakan sekitar 200.000 senjata api diselundupkan dari Amerika Serikat ke Meksiko setiap tahun. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa penyitaan dalam satu operasi, meskipun mencapai ratusan senjata, hanya merupakan sebagian kecil dari arus senjata ilegal yang melintasi perbatasan kedua negara. 

Senjata tersebut dapat memperkuat kemampuan kelompok kriminal dalam mempertahankan wilayah, menjalankan perdagangan narkoba, menghadapi aparat keamanan, hingga melakukan berbagai tindak kekerasan.

Karena itu, pemerintah Meksiko menilai persoalan tersebut tidak dapat hanya ditangani dari sisi perbatasan Meksiko.

Garcia Harfuch menyebutnya sebagai bentuk "tanggung jawab bersama" antara Meksiko dan Amerika Serikat.

"Tanggung jawab bersama menuntut penghentian perdagangan narkoba menuju Amerika Serikat, tetapi juga menghentikan dengan ketegasan yang sama arus senjata dari Amerika Serikat menuju Meksiko," kata Garcia Harfuch.

AS Juga Membongkar Jaringan Penyelundupan

Upaya membendung arus senjata juga dilakukan otoritas Amerika Serikat.

Beberapa pekan sebelum penyitaan di Nuevo Leon, otoritas AS mengumumkan pembongkaran jaringan perdagangan senjata yang diduga memasok kelompok kriminal Meksiko.

Dalam kasus tersebut, 21 orang ditangkap.

Jaringan itu diduga menggunakan pembeli perantara atau straw buyers untuk membeli senjata secara legal dari dealer senjata berlisensi di Arizona.

Pembelian kemudian disebar ke sejumlah toko untuk menghindari perhatian aparat sebelum senjata diselundupkan ke Meksiko.

Pola semacam ini membuat penindakan tidak cukup dilakukan setelah senjata melewati perbatasan.

Aparat juga harus menelusuri bagaimana senjata diperoleh, siapa pembelinya, siapa yang membiayai transaksi, hingga siapa penerima akhirnya di Meksiko.

Badan Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) Amerika Serikat memang menggunakan pelacakan senjata untuk membantu penyelidikan kriminal.

Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa tidak semua senjata yang digunakan dalam kejahatan dilacak dan tidak semua senjata yang dilacak digunakan dalam kejahatan. 

Penyitaan 210 senjata di Nuevo Leon menjadi indikasi bahwa jalur penyelundupan senjata lintas perbatasan masih aktif dan terus menjadi tantangan bagi Meksiko maupun Amerika Serikat.

Langkah berikutnya bukan hanya meningkatkan pemeriksaan di perbatasan, tetapi juga memperkuat pertukaran informasi dan pelacakan senjata dari titik pembelian hingga titik penyitaan.

Di Amerika Serikat, penegakan hukum dapat menargetkan jaringan pembeli perantara dan pihak yang menyalahgunakan pasar senjata legal untuk memasok kelompok kriminal. Di Meksiko, penyidikan perlu diarahkan untuk mengungkap penerima dan jaringan distribusi yang berada di balik setiap pengiriman.

Kerja sama kedua negara juga akan menentukan apakah penyitaan seperti ini hanya menghasilkan ratusan senjata yang berhasil diamankan, atau mampu memutus rantai pasokan senjata yang menopang kekuatan kelompok kriminal dalam jangka panjang.

Bagi Meksiko, persoalannya bukan lagi sekadar berapa banyak senjata yang berhasil disita. Tantangan yang lebih besar adalah menghentikan aliran senjata sebelum sampai ke tangan kelompok kriminal. (UPI/berbagai sumber)