Pemerintah tutup sementara 9 taman nasional rawan karhutla, ini daftar kawasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260826_Menteri-Kehutanan-Raja-Juli-Antoni-Tentang-OMC.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menutup sementara aktivitas pendakian di sembilan taman nasional karena tingginya risiko karhutla dan pertimbangan keselamatan pendaki.
- Empat kawasan konservasi lainnya tetap dibuka secara terbatas, dengan pengawasan ketat dan pembatasan kunjungan hanya di zona yang dinilai aman.
- Kebijakan tersebut juga bertujuan mendukung penanganan karhutla.
KALTIM.CO - Pemerintah mengambil langkah pembatasan aktivitas pendakian di sejumlah taman nasional menyusul meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pendaki.
Sebanyak sembilan taman nasional diputuskan untuk ditutup sementara bagi aktivitas pendakian.
Pemerintah menilai kondisi di kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi sehingga kegiatan wisata pendakian perlu dihentikan untuk sementara waktu.
Selain penutupan total sementara di sembilan taman nasional, pemerintah menerapkan pembukaan terbatas di empat kawasan konservasi lainnya.
Pembukaan dilakukan dengan pengawasan lebih ketat serta pembatasan wilayah kunjungan hanya pada zona yang dinilai aman.
Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan ketentuan teknis mengenai penutupan tersebut akan dituangkan dalam regulasi resmi.
Aturan itu nantinya diterbitkan dalam bentuk surat edaran dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).
9 Taman Nasional yang Ditutup Sementara
Berikut daftar sembilan taman nasional yang ditutup sementara:
- Pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru/TNBTS)
- Taman Nasional Kerinci Seblat
- Taman Nasional Gunung Ciremai
- Taman Nasional Tambora
- Taman Nasional Manusela
- Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
- Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
- Taman Nasional Gunung Leuser
- Taman Nasional Lorentz (khusus jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba)
Selain kebijakan penutupan di sembilan kawasan tersebut, pemerintah juga memberlakukan skema pembukaan secara terbatas dengan pengawasan ekstra ketat dan pembatasan zonasi aman di empat kawasan konservasi lainnya, di antaranya:
4 Kawasan Konservasi
- Taman Nasional Gunung Rinjani
- Taman Nasional Gunung Merbabu
- Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro)
- Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan ketetapan teknis keputusan penutupan sementara ini akan segera diterbitkan melalui regulasi resmi dalam bentuk surat edaran.
“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan ada penutupan sementara terhadap 9 Taman Nasional,” kata Raja Antoni usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).
Rapat koordinasi lintas sektor melibatkan:
- Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru
- Danrem 044/GAPO
- Kejaksaan Tinggi Sumsel
- Danlanud SMH Palembang Kolonel Asep Wahyu Wijaya
- Danlanal Palembang Kolonel Arry Hendrawan
- Perwakilan DPRD Provinsi Sumsel
- Bupati dan walikota se-Sumsel
Raja Antoni menegaskan bahwa penutupan sementara ini semata-mata mengedepankan aspek keselamatan jiwa para pendaki di tengah tingginya ancaman kebakaran.
Ia berkaca dari kasus kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang membuat sekitar 170 pendaki terjebak.
Sehingga keputusan penutupan sementara dimaksudkan untuk mencegah kejadian berulang yang mengancam keselamatan para pendaki.
“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi, seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” kata Raja Antoni.
Lebih lanjut pemerintah menyatakan bahwa karhutla yang terjadi di area taman nasional menyulitkan operasi pemadaman terpadu.
Terlebih armada udara pengebom air (water bombing) juga harus memecah fokus antara memadamkan di enam provinsi prioritas atau taman nasional.
"Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di news.com dengan judul Daftar 9 Taman Nasional Rawan Karhutla yang Ditutup Sementara, TNBTS hingga Gunung Ciremai