Presenter TV tewas diduga dianiaya, surat ibunda untuk Prabowo: Dia adalah masa depan saya
Ringkasan Berita:
- Dina Mambrasar, ibu kandung Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat yang meninggal pada Juni lalu menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto.
- Dina memohon atensi Presiden Prabowo atas dugaan pembunuhan berencana yang menimpa anaknya.
- Dina berharap Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus hukum kematian anaknya yang tengah ditangani oleh kepolisian di Papua Barat.
NEWS.COM, JAYAPURA - Dina Mambrasar, ibu kandung Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat yang meninggal pada Juni lalu menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto.
Surat yang bertajuk 'Tangisan Seorang Ibu Mencari Keadilan' itu ditujukan kepada Prabowo menyuarakan kesedihan dan kekecewaannya atas kasus yang menimpa sang anak.
Dalam surat bertulis tangan bermaterai tersebut, Dina memohon atensi Presiden Prabowo atas dugaan pembunuhan berencana yang menimpa anaknya.
"Bapak Presiden yang terhormat, perkenalkan saya adalah ibu janda Dina Mambrasar, domisili saya berada di Manokwari Papua Barat. Saya sebagai orangtua datang ke hadapan Bapak dengan selembar surat ini," tulis Dina dalam suratnya.
Ia menegaskan bahwa mendiang Yanto merupakan sosok vital dan tumpuan utama bagi keluarga.
"Suryanto Idorway adalah masa depan saya sebagai ibu dan harapan bagi adik-adiknya dan keluarga," ungkapnya.
Dina berharap Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus hukum kematian anaknya yang tengah ditangani oleh kepolisian di Papua Barat.
Kronologi Yanto Idorway Hanyut
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT.
Saat itu, Yanto Idorway bersama dua rekannya tengah berkunjung ke destinasi wisata Air Terjun Memti.
Air Terjun Memti adalah destinasi wisata alam yang berada di Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Air terjun ini dikelilingi hutan hujan tropis yang masih sangat alami, sehingga menawarkan suasana tenang dan udara yang sejuk.
Ketika mencoba menyeberangi aliran sungai, Yanto dilaporkan terpeleset lalu terseret arus.
Dua rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkan korban.
Usai kejadian, kedua rekan korban segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang untuk meminta bantuan pencarian.
Detik-detik Penemuan Jasad Yanto Idorway
Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat ditemukan meninggal dunia.
Jasadnya ditemukan Senin (27/7/2026) pukul 11.05 WIT dalam posisi terjepit di antara bebatuan sungai.
Jasad Yanto ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, relawan, masyarakat, hingga pihak keluarga.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Atas nama Kapolda Papua Barat dan seluruh jajaran, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Yanto Idorway," kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Trihadi Kuncahyo.
Dengan ditemukannya korban, sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung sejak 18 Juli 2026.
Kombes Trihadi menjelaskan, jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal dirinya dilaporkan terjatuh.
"Korban ditemukan di aliran Sungai Memti, sekitar 10 meter dari lokasi awal diduga terjatuh dan hanyut," jelasnya.
Salah seorang warga yang turut dalam tim pencarian mengungkapkan saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terjepit di antara bebatuan sungai.
Proses pencarian presenter TVRI ini tidaklah mudah. Selama sembilan hari, tim gabungan harus berhadapan dengan berbagai kendala alam di kawasan Pegunungan Arfak.
Derasnya arus Sungai Memti, medan geografis yang terjal, serta cuaca ekstrem yang kerap berubah-ubah menjadi tantangan utama di lapangan.
Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan secara intensif hingga korban ditemukan.
23 Saksi Telah Diperiksa
Penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat resmi meningkatkan status kasus kematian presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Keputusan tersebut diambil usai jajaran Polda Papua Barat bersama Polres Pegunungan Arfak menggelar gelar perkara di Markas Polda Papua Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol Hesman Napitupulu, mengonfirmasi adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
"Setelah dilakukan gelar perkara, disepakati bahwa proses kasus ini ditingkatkan ke penyidikan karena ditemukan adanya tindak pidana," kata Hesman, Selasa (1/9/2026).
Hesman menjelaskan, peningkatan status perkara merupakan hasil rangkaian penyelidikan yang meliputi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), rekonstruksi, hingga diterimanya hasil autopsi korban.
Guna memperjelas penyebab pasti kematian korban, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi ahli untuk membedah hasil autopsi tersebut.
"Untuk hasil autopsi sudah keluar. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dan melakukan pendalaman," ujanya.
Meski status perkara telah dinaikkan ke tahap penyidikan dan sebanyak 23 saksi telah diperiksa, polisi memastikan belum menetapkan satu pun tersangka.
"Belum ada tersangka, kan masih peningkatan status perkara," tegas Hesman.
Sosok Yanto Idorway
Yanto Idorway ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa usai terpeleset dan hanyut di Sungai Memti pada Sabtu (18/6/2026).
Jasad Yanto Idorway ditemukan terjepit di antara bebatuan Sungai Memti, Senin (27/6/2026) tak jauh dari lokasi awal dirinya terpeleset.
Yanto Idorway, yang juga dikenal sebagai Suryanto Idorway, adalah presenter TVRI Papua Barat.
Dia dikenal sebagai pembawa acara berbagai program dan kegiatan resmi di Papua Barat.
Rekan kerja dan keluarganya mengenal Yanto sebagai sosok yang aktif di dunia penyiaran.
Yanto tengah berada pada fase karier yang berkembang.
Selain sebagai presenter dan penyiar TVRI Papua Barat, Yanto Idorway juga kerap menjadi master of ceremony (MC) untuk berbagai acara pemerintahan maupun kegiatan masyarakat di Papua Barat.
Menurut keluarganya, sebelum peristiwa itu terjadi, Yanto baru memperoleh lebih banyak kepercayaan untuk memandu berbagai acara.
Dia juga memiliki harapan tampil pada ajang-ajang yang lebih besar.
Pada Juli 2026, Yanto menjadi sorotan publik setelah dilaporkan hilang saat berwisata di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Setelah sembilan hari pencarian oleh tim SAR dan relawan, Yanto akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada 27 Juli 2026.
Kepergiannya mendapat perhatian luas dari masyarakat Papua Barat, rekan-rekan jurnalis, dan insan penyiaran yang mengenalnya sebagai sosok muda yang berdedikasi di dunia televisi.
Penulis: (-Papua.com/Paul Manahara Tambunan/Marius Frisson Yewun) (news.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di -Papua.com dengan judul Kasus Kematian Presenter TVRI Papua Barat Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Belum Tetapkan Tersangka