Profil Desa Situsaeur di Garut yang Warganya Ada yang Jadi Korban Kapal Virgo di Laut Jawa

admin ·
Ringkasan Berita:• Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.
• Sebanyak 23 warga Desa Situsaeur, Kabupaten Garut, menjadi korban dalam insiden tersebut.
• Tim SAR gabungan yang melibatkan Kopaska TNI AL dan Basarnas dikerahkan untuk mencari korban.
• Desa Situsaeur merupakan wilayah agraris di Kecamatan Karangpawitan dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani.

PRIANGAN.COM, GARUT – Masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat dikagetkan dengan kabar tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) kemarin.

Diketahui, sebanyak 23 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi korban dari kejadian nahas tersebut.

Para korban tersebut seluruhnya merupakan warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Garut.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, dari 23 warga tersebut, 11 orang berhasil selamat, 11 orang masih dalam pencarian, dan satu orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Marlinda mengatakan, hingga Senin pagi, jumlah warga Garut yang menjadi korban dalam insiden tersebut masih tercatat 23 orang.

Update terkini, Basarnas mengerahkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama Basarnas Special Group (BSG), dan tim khusus penyelam lainnya, dalam operasi SAR pencarian bawah air (underwater) untuk mencari 129 korban yang belum ditemukan dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.

Lantas, seperti apa keadaan lingkungan Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Garut yang kini warganya banyak terdampak jadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa? Berikut ini dia profil lengkapnya.

Profil Desa Situsaeur Garut

Desa Situsaeur merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Desa ini termasuk dalam wilayah kerja Kecamatan Karangpawitan yang secara keseluruhan memiliki 16 desa dan 4 kelurahan. 

Jarak dari pusat Garut Kota (Kecamatan Garut Kota) ke Desa Situsaeur (Kecamatan Karangpawitan) adalah sekitar 8,6 kilometer. 

Dibutuhkan waktu 21 menit dari Garut Kota dengan berkendara ke Desa Situsaeur. Rute yang ditempuh melalui Jl. Karangpawitan (dari Jl. Jenderal Sudirman, lanjut ke Jl. Ahmad Yani Timur, lalu ke Jl. Karangpawitan).

Data kependudukan

Menurut informasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut menyediakan data khusus mengenai jumlah penduduk Desa Situsaeur berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin, termasuk data Semester I dan Semester II 2023.

Sementara itu, Profil Puskesmas Karangpawitan 2024 mencatat Desa Situsaeur memiliki sekitar 1.701 kepala keluarga (KK).

Kondisi wilayah dan pertanian

Data BPS mengenai Kecamatan Karangpawitan menunjukkan Situsaeur memiliki karakter wilayah yang masih berkaitan erat dengan lahan pertanian. 

Dalam data lama, sekitar 42,1 persen luas Desa Situsaeur merupakan lahan sawah, sehingga sektor pertanian menjadi salah satu potensi penting wilayah tersebut.

Wilayah kecamatan

Desa Situsaeur merupakan bagian dari Kecamatan Karangpawitan, yang pada 2025 tercatat memiliki 149.214 penduduk secara keseluruhan. 

Data pemerintah daerah juga mencatat perkembangan jumlah RT/RW dan penduduk di setiap desa dalam wilayah kecamatan.

Mata Pencaharian Warga Situsaeur Garut

Untuk Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, mata pencaharian warga cukup beragam. 

Namun, secara umum sektor pertanian dan perdagangan menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat Karangpawitan. 

Data profil Puskesmas Karangpawitan 2024 menyebut mata pencaharian masyarakat di tingkat kecamatan terdiri atas pertanian, perdagangan, buruh, PNS/TNI/Polri, dan pekerjaan lainnya.

Untuk Situsaeur secara khusus, data yang mudah ditemukan belum memberikan rincian terbaru jumlah warga berdasarkan pekerjaan. 

Tetapi karakter wilayahnya yang memiliki lahan pertanian membuat petani dan buruh tani menjadi salah satu mata pencaharian yang relevan. 

Data BPS juga mencatat bahwa Kecamatan Karangpawitan memiliki kawasan persawahan yang cukup luas dan penduduk di sejumlah desa banyak bekerja sebagai petani sawah. (*)

 

Simak berita update Priangan.com lainnya di: Google News