Rehabilitasi sekolah 2027 diprioritaskan ke daerah terdampak bencana

Bengkalis Pos ·
Rehabilitasi sekolah 2027 diprioritaskan ke daerah terdampak bencana
Ringkasan Berita:
  • Program revitalisasi sekolah pada 2027 tetap menyasar satuan pendidikan yang paling membutuhkan. 
  • Tiga kelompok sekolah menjadi prioritas, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.
  • Dukungan pemerintah daerah, kata Abdul Mu'ti, sangat penting untuk menyelesaikan program revitalisasi yang masih berlangsung di 2026.

NEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan program revitalisasi sekolah pada 2027 tetap menyasar satuan pendidikan yang paling membutuhkan. 

Tiga kelompok sekolah menjadi prioritas, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.

"Jadi sekolah-sekolah yang kami prioritaskan adalah sekolah yang terdampak bencana, sekolah yang di daerah 3T, dan sekolah yang rusak berat," kata Mu'ti di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Pusat saat ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan berjalan sesuai target. 

Dukungan pemerintah daerah, kata Abdul Mu'ti, sangat penting untuk menyelesaikan program revitalisasi yang masih berlangsung di 2026.

"Sebagian memang harus mengikuti anggaran ABT di ABT 2 di bulan-bulan September, Oktober ini sehingga waktunya mungkin tidak cukup lama. Sehingga dukungan dari kepala dinas, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan," ujarnya.

Pemerintah daerah, kata Abdul Mu'ti, telah bekerja sama dalam pelaksanaan program revitalisasi 2025 yang telah selesai maupun program 2026 yang saat ini memasuki tahap akhir.

Dia berharap seluruh tahapan revitalisasi dan digitalisasi yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan baik. Program tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.

Abdul Mu'ti menyebut pemerintah menargetkan pembangunan atau revitalisasi hingga 100.000 satuan pendidikan. Target tersebut akan menambah jumlah sekolah yang telah mendapatkan intervensi pemerintah dalam dua tahun sebelumnya.

"Kalau ditambah tahun lalu, kalau tahun ini selesai semua kita kan sekitar 87.000 sekian. Tahun depan 2027 Pak Presiden berjanji untuk dibangun 100.000 satuan pendidikan," kata Mu'ti.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah berharap wajah pendidikan Indonesia dapat berubah secara signifikan, terutama dari sisi kualitas sarana pendidikan.

"Sehingga jumlahnya mudah-mudahan sangat bermanfaat untuk mengubah wajah pendidikan di Indonesia supaya lebih berkualitas," pungkasnya.