Sosok Yayan warga Depok jadi tentara bayaran Rusia, anak TNI AL, dalih urus paspor untuk wisata

Bengkalis Pos ·
Sosok Yayan warga Depok jadi tentara bayaran Rusia, anak TNI AL, dalih urus paspor untuk wisata
Ringkasan Berita:
  • Yayan dikenal sebagai sosok yang jarang terlihat dan tidak banyak bergaul dengan warga. 
  • Menariknya, ayah Yayan diketahui merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut (TNI AL), meski Yayan sendiri disebut tidak memiliki latar belakang militer.
  • Kepala Kantor Imigrasi Depok Irvan Triansyah mengatakan, berdasarkan data keimigrasian, Yayan mengajukan penggantian paspor pada 6 April 2026.
 

bengkalispos.comYayan warga Depok disebut menjadi salah satu dari delapan warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut menjadi militer Rusia untuk berperang melawan Ukraina.

Yayan tidak memiliki latar belajang militer, namun orang tuanya diketahui merupakan purnawirawan TNI AL.

Kepala Kantor Imigrasi Depok Irvan Triansyah mengatakan, berdasarkan data keimigrasian, Yayan mengajukan penggantian paspor pada 6 April 2026.

Paspor tersebut menggantikan paspor sebelumnya yang diterbitkan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Saat diwawancarai petugas imigrasi, Yayan menyebut pengurusan paspor tersebut dilakukan untuk persiapan wisata ke Malaysia sekaligus mendukung pekerjaannya sebagai pedagang online.

Irvan mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan pastinya Yayan meninggalkan Indonesia. Data tersebut, kata dia, harus dicek melalui catatan perlintasan keimigrasian.

Irvan juga belum dapat mengonfirmasi informasi mengenai pengajuan visa Yayan pada 14 April 2026. Menurut dia, visa merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh negara tujuan.

Sosok Yayan

Wahyu Oktavian Iskandar alias Yayan diduga menjadi tentara bayaran Rusia berperang melawan Ukraina.

Yayan lahir pada 22 Oktober 1985 dan kini berusia 40 tahun.

Belakangan terungkap, Yayan merupakan anak seorang purnawirawan TNI Angkatan Laut (AL).

Namun, di balik keterlibatannya dalam perang Rusia-Ukraina, Yayan disebut tidak memiliki keahlian militer khusus.

Yayan tercatat sebagai warga RT 02/RW 06 Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Ia tinggal di rumah milik orang tuanya di kawasan tersebut sejak kecil bersama dua kakak kandungnya.

Setelah dewasa, Yayan lebih banyak berkegiatan di luar kampungnya.

​Ketua RT setempat, Saparudin, membenarkan Yayan adalah warganya. Namun ia tidak begitu mengenal sosok Yayan.

"Kalau di sini hanya sekadar sapa saja, dia tidak aktif sama sekali dalam kegiatan lingkungan," ujarnya, dikutip dari Depok.com, Jumat (4/9/2026).

Saparudin melanjutkan ceritanya. Ia mengaku terakhir bertemu dengan Yayan pada akhir tahun 2025 lalu.

Semenjak itu, Yayan tidak lagi memperlihatkan batang hidungnya. Hingga akhirnya namanya ramai diperbincangkan karena jadi tentara bayaran di Rusia.

Saparudin mengetahui informasi tersebut lewat pemberitaan di media.

"Saya tidak tahu persis kalau masalah itu, isu bergabung dengan tentara Rusia, saya baru tahu kemarin dari berita," tegasnya.

Sementara pihak keluarga belum memberikan laporan terkait Yayan ke ketua RT.

Tak Punya Keahlian Militer

Meski dikenal jarang bersosialisasi dengan warga, Yayan disebut menjalani kehidupan layaknya masyarakat pada umumnya.

Menurut Saparudin, Yayan juga tidak pernah terlibat masalah hukum maupun konflik dengan warga di lingkungannya.

Saparudin mengungkapkan, Yayan berasal dari keluarga dengan latar belakang militer. Ayah Yayan diketahui merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut yang kini telah meninggal dunia.

Namun, Saparudin memastikan Yayan tidak mengikuti jejak sang ayah di dunia militer. 

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pekerjaan Yayan selama ini.

"Dia tidak punya basic militer, tapi latar belakang ayahnya almarhum pensiunan TNI AL," tandas Saparudin.

Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dalih Urus Paspor untuk Wisata

Warga Depok berinisial WOI alias Yayan disebut menjadi salah satu dari delapan warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut menjadi militer Rusia untuk berperang melawan Ukraina.

Informasi mengenai delapan WNI tersebut pertama kali disampaikan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (Sluzhba zovnishn'oyi rozvidky Ukrayiny/SZRU) melalui laman resminya pada 27 Agustus 2026.

SZRU menampilkan delapan dokumen dari Kementerian Luar Negeri Rusia terkait pemberian visa kepada masing-masing WNI tersebut.

Salah satu nama yang tercantum dalam dokumen itu adalah WOI alias Yayan, warga Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Kantor Imigrasi Depok mencatat Yayan sempat mengurus penggantian paspor di Depok pada April 2026.

Kepala Kantor Imigrasi Depok Irvan Triansyah mengatakan, berdasarkan data keimigrasian, Yayan mengajukan penggantian paspor pada 6 April 2026.

Paspor tersebut menggantikan paspor sebelumnya yang diterbitkan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

"Beliau melakukan penggantian permohonan paspor tanggal 6 April 2026. Penggantian paspor ya, bukan paspor baru," ujar Irvan saat ditemui di Depok, Kamis (3/9/2026).

Irvan menyebut, Yayan mengajukan penggantian paspor sesuai prosedur resmi keimigrasian melalui aplikasi M-Paspor.

Saat diwawancarai petugas imigrasi, Yayan menyebut pengurusan paspor tersebut dilakukan untuk persiapan wisata ke Malaysia sekaligus mendukung pekerjaannya sebagai pedagang online.

"Pada saat ditanya sama petugas wawancara terkait untuk apa melakukan penggantian paspor, beliau menjawab untuk persiapan wisata."

"Tujuannya persiapan wisata dan keperluan pekerjaan ke Malaysia. Dan rencana berangkat di bulan April 2026 selama 3 hari. Karena beliau saat ini sebagai wiraswasta memiliki usaha menjual sepatu dan tas branded di daerah Depok secara online," ungkapnya.

Kendati demikian, Irvan mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan pastinya Yayan meninggalkan Indonesia.

Data tersebut, kata dia, harus dicek melalui catatan perlintasan keimigrasian.

Irvan juga belum dapat mengonfirmasi informasi mengenai pengajuan visa Yayan pada 14 April 2026.

Menurut dia, visa merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh negara tujuan.

Tak Ada Indikasi ke Rusia

Irvan mengatakan, tidak ditemukan indikasi Yayan hendak pergi ke Rusia saat menjalani proses wawancara penggantian paspor.

Sebab, tujuan yang disampaikan Yayan kepada petugas saat itu adalah untuk wisata ke Malaysia sekaligus mendukung usaha yang dijalankannya.

"Karena memang tidak ada penerbangan langsung ke Rusia ya. Kalau dari hasil wawancara, yang bersangkutan tujuannya wisata," ucapnya.

Irvan mengungkapkan, selama sesi wawancara, Yayan juga tidak menunjukkan indikasi akan bepergian ke Rusia.

"Tidak (ada indikasi akan ke Rusia). Karena memang pada saat dilakukan pendalaman wawancara juga tujuannya hanya untuk wisata dan mendukung usahanya sebagai UMKM di Depok," tegasnya.

Irvan juga memastikan data pribadi Yayan tidak menunjukkan dirinya sebagai anggota TNI, Polri, ataupun aparat penegak hukum.

"Kalau berdasarkan datanya itu sebagai karyawan wiraswasta, wiraswasta," kata Irvan.

Keterangan tersebut sejalan dengan Ketua RT 02 RW 06 Rangkapan Jaya Baru, Safarudin, yang mengenal Yayan sebagai warga di wilayahnya.

Menurut Safarudin, Yayan memang tercatat sebagai warga setempat. Namun, dia mengaku jarang melihat Yayan beraktivitas di lingkungan RT karena lebih banyak bergaul di luar wilayah tersebut.

"Wahyu Oktavian itu secara data KTP betul adalah warga sini. Tapi setahu saya memang saya juga jarang ketemu. Jadi dia memang gaulnya di luar. Gaulnya di luar. Kalaupun ketemu ya say hello saja gitu. Sangat-sangat jarang ketemu," ujar Safarudin saat ditemui di rumahnya, Depok, Kamis.

Safarudin mengatakan, Yayan tinggal di rumah peninggalan orangtuanya bersama kakak perempuannya.

Kedua orangtua Yayan disebut telah meninggal dunia. Orangtua Yayan merupakan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

"Setahu saya enggak sih, setahu saya ya. Yang saya ketahui di sini, selama saya ketemu di sini ya enggak. Tapi enggak tahu kalau di luar ya. Tapi enggak ada potongan juga lah. Ini perawakannya gemuk pendek," jawabnya saat ditanya apakah Yayan sempat mengikuti kegiatan militer.

Meski demikian, Safarudin menyebut Yayan bukan sosok yang dikenal sering membuat masalah di lingkungan RT 02.

"Tapi sebetulnya enggak enggak pernah sih bikin onar di lingkungan RT 02 ini, enggak. Enggak pernah ada konflik dengan lingkungan sini ya RT 02, enggak pernah," tuturnya.

(bengkalispos.com/Depok.com/Kompas.com)