Tangkap peluang bonus demografi, Universitas Harkat Negeri kembangkan program perawatan lansia
JATENG.COM, BOGOR - Universitas Harkat Negeri menjajaki kerja sama strategis dengan Rukun Senior Living dan Arunala untuk mengembangkan program pendidikan nondegree di bidang perawatan lanjut usia.
Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan program pelatihan yang lebih aplikatif, mulai dari caregiver, perawat lansia, hingga pendidikan usia senja, sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya kebutuhan layanan bagi kelompok lanjut usia di Indonesia.
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Rukun Senior Living Bogor. Diskusi dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Harkat Negeri Rudiyanto, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri Heru Nurcahyo, pimpinan Rukun Senior Living Emil, pimpinan Arunala Rudi Gobel, serta perwakilan SMK Harber Tegal. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 peserta.
Program nondegree ini dirancang sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan tenaga terampil di bidang layanan lansia yang diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia.
Kebutuhan tersebut mencakup tenaga caregiver profesional, perawat lansia, hingga tenaga yang mampu mendampingi berbagai aktivitas bagi masyarakat usia senja.
Melalui kerja sama ini, Universitas Harkat Negeri bersama mitra akan menjajaki penyusunan kurikulum pelatihan caregiver dan perawat lansia berbasis kebutuhan industri.
Program juga direncanakan mencakup penyediaan tempat praktik dan magang di fasilitas Rukun Senior Living, pengembangan modul pendidikan usia senja (active aging), serta sertifikasi kompetensi bagi lulusan program.
Arunala turut dilibatkan sebagai mitra untuk mendukung pengembangan program sekaligus memperluas jaringan implementasinya di berbagai fasilitas layanan lansia.
Dengan kolaborasi tersebut, program yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga terampil, tetapi juga memiliki jangkauan penerapan yang lebih luas.
Wakil Rektor II Universitas Harkat Negeri, Rudiyanto, menilai skema nondegree memiliki keunggulan karena lebih fleksibel dan aplikatif.
Model pendidikan tersebut memungkinkan peserta memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dalam waktu yang lebih terarah.
“Kolaborasi ini adalah bentuk konkret kontribusi kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai, sekaligus menjawab kebutuhan riil di lapangan,” ujar Rudiyanto.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri, Heru Nurcahyo, menjelaskan bahwa program perawatan lansia akan dirancang sesuai karakter pendidikan vokasi yang menekankan penguasaan keterampilan praktis dan dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Dari sisi mitra industri, Rukun Senior Living menyambut positif rencana kolaborasi tersebut.
Pimpinan Rukun Senior Living, Emil, menilai keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu mempercepat proses standarisasi kompetensi tenaga perawatan lansia di lingkungan mereka.
“Kami menyambut baik inisiatif ini karena kebutuhan tenaga yang memiliki kompetensi khusus dalam perawatan lansia semakin nyata. Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat standardisasi kompetensi caregiver sekaligus memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan layanan di lapangan,” ujar Emil.
Selain menjawab kebutuhan tenaga kerja, pengembangan program ini juga melihat adanya peluang baru di tengah perubahan struktur demografi Indonesia.
Pertumbuhan populasi lansia berjalan beriringan dengan bonus demografi yang ditandai oleh besarnya jumlah penduduk usia produktif.
Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan sektor jasa perawatan lansia sekaligus menciptakan bidang pekerjaan baru bagi masyarakat.
Melalui skema pendidikan yang lebih singkat dan terarah, program nondegree ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap diterjunkan ke sektor layanan lansia sekaligus memberikan alternatif pengembangan kompetensi bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut rencananya mulai diimplementasikan dalam waktu dekat dengan tahap awal berupa penyusunan kurikulum bersama dan persiapan fasilitas praktik lapangan.
Universitas Harkat Negeri berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan dan layanan lansia yang lebih profesional, terampil, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(***)