Wisuda sarjana ke-73 UIN Saizu: 699 lulusan resmi diwisuda, 27 jadi tahfidz Al-Qur'an

Bengkalis Pos ·
Wisuda sarjana ke-73 UIN Saizu: 699 lulusan resmi diwisuda, 27 jadi tahfidz Al-Qur'an

JATENG.COM, PURWOKERTO - Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar prosesi Wisuda Sarjana ke-73 pada Rabu (2/9/2026) di Auditorium UIN Saizu Purwokerto.

Pada periode wisuda kali ini, UIN Saizu resmi meluluskan sebanyak 699 wisudawan dari berbagai fakultas.

Suasana khidmat dan penuh suka cita terasa sejak pukul 07.00 WIB, saat ratusan calon wisudawan berkumpul di depan Gedung UPT Perpustakaan, sebelum melakukan prosesi kirab berjalan kaki menuju Gedung Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto.

Wakil Rektor I UIN Saizu Purwokerto, Prof. Suwito dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 699 mahasiswa dinyatakan lulus pada periode wisuda tersebut.

Para lulusan mencatat rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68, dengan rata-rata masa studi 4 tahun, 3 bulan, 11 hari.

Laporan akademik tersebut disampaikan dalam prosesi wisuda di hadapan Ketua dan anggota Senat, Rektor dan jajaran pimpinan universitas, para pejabat akademik, struktural dan fungsional, tamu undangan, orang tua atau wali, serta para wisudawan.

Wisuda Sarjana ke-73 ini menjadi momentum penting bagi UIN Saizu karena ratusan lulusan dari tiga fakultas menyelesaikan pendidikan sarjana dan bersiap memasuki dunia profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dari 699 wisudawan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menjadi fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak.

Dijelaskan, FTIK meluluskan 438 wisudawan, dengan rata-rata IPK 3,71 dan rata-rata masa studi 4 tahun, 3 bulan, 12 hari.

Posisi berikutnya ditempati Fakultas Syariah yang meluluskan 177 mahasiswa.

Para lulusan Fakultas Syariah mencatat rata-rata IPK 3,65, dengan rata-rata masa studi 4 tahun, 2 bulan, 25 hari.

Sementara itu, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) meluluskan 84 mahasiswa.

Rata-rata IPK lulusan FUAH mencapai 3,62, dengan rata-rata masa studi 4 tahun, 4 bulan, 12 hari.

Jika dilihat dari capaian akademik, FTIK mencatat rata-rata IPK tertinggi di antara tiga fakultas pada periode wisuda ini, yakni 3,71.

Prof. Suwito menjelaskan, selain jumlah lulusan, Wisuda Sarjana ke-73 UIN Saizu juga mencatat sejumlah prestasi akademik mahasiswa.

Dhien Kuntari, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTIK, ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Universitas dengan IPK 3,92.

Dhien Kuntari juga menjadi Wisudawan Terbaik FTIK dari Program Studi MPI.

Pada tingkat fakultas, Rendy Satria Anugrah dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) menjadi Wisudawan Terbaik Fakultas Syariah dengan IPK 3,88.

Sementara itu, Aprillia Divka Fajrie dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik FUAH dengan IPK 3,85.

"Ketiga lulusan tersebut menjadi representasi capaian akademik terbaik pada masing-masing fakultas dalam Wisuda Sarjana ke-73 UIN Saizu Purwokerto. Sejumlah lulusan dari berbagai program studi juga mencatat IPK tinggi," jelasnya.

Dari Fakultas Syariah, Rendy Satria Anugrah dari HES memperoleh IPK 3,88. Fadliyyatun Hanifah dari Program Studi Hukum Keluarga (HK) meraih 3,85, Abiyyu Atha dari Hukum Tata Negara (HTN) 3,87, dan Natalie Aninda Putri dari Perbandingan Mazhab (PM) 3,73.

Dari FTIK, selain Dhien Kuntari yang meraih IPK 3,92, Nidaurohmah dari Pendidikan Agama Islam (PAI) memperoleh IPK 3,86.

Kemudian Atika Husnia dari Pendidikan Bahasa Arab (PBA) meraih 3,85, Isna Mardani dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 3,89, dan Balqis Salma Putri Muhammad dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 3,89.

Selanjutnya, Muhammad Syafiq Al Hazmi dari Tadris Bahasa Inggris (TBI) memperoleh IPK 3,88, sedangkan Januar Ahmad dari Tadris Matematika (TMA) meraih 3,85.

Dari FUAH, Fahmi Sabni Ramadhan dari Studi Agama-Agama (SAA) memperoleh IPK 3,77, Amin Fadilah dari Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) 3,81, Aprillia Divka Fajrie dari SPI 3,85, serta Hanina Zulfa dari Tasawuf dan Psikoterapi Islam (TPI) 3,83.

Capaian tersebut memperlihatkan keberagaman prestasi akademik lulusan dari berbagai bidang keilmuan di UIN Saizu.

Wisuda Sarjana ke-73 UIN Saizu juga mencatat prestasi khusus di bidang tahfiz Al-Qur'an.

Sebanyak 16 wisudawan tercatat memiliki hafalan 30 juz Al-Qur'an. Mereka berasal dari sejumlah program studi di FTIK, Fakultas Syariah, dan FUAH.

Para hafiz dan hafizah dengan hafalan 30 juz tersebut adalah Nayla Salwa Khairunnisa dari HTN, Yasinta Fatimah dari PIAUD, Riza Amelia Khoeriyah dari PAI, Dini Azka Mukholifah dari PAI, Layli Fajri Romadona dari MPI, Mila Utami dari MPI, dan Sri Rejeki Prasetyo Ningrum dari PBA.

Kemudian Ilzaenab Wulan Fauziah dari PBA, Retno Cahyati dari IAT, Ummul Barrotit Taqiyah dari IAT, Jannah An Nuuru Albaqii dari IAT, Laili Abida dari IAT, Nur Faizah dari IAT, Shofa Aulia Rahmah dari IAT, dan Shilna Ila Salsabila dari IAT.

Selain itu, Anika Laeli Prasetyo dari IAT tercatat memiliki hafalan 29 juz. Capaian tahfiz tersebut menjadi bagian penting dalam profil lulusan UIN Saizu yang tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman.

Selain 16 wisudawan yang menyelesaikan hafalan 30 juz, terdapat sejumlah wisudawan lain dengan capaian hafalan Al-Qur'an yang juga cukup tinggi.

Fiqri Rahma Fauzan dari TPI, Firda Nuryulia dari SPI, dan Firman Ridho Budihartono dari PAI masing-masing tercatat memiliki hafalan 20 juz.

Kemudian Zulfa Ayu Shofianita dari PBA memiliki hafalan 19 juz. Moch Wildan Wahyudin dari PAI memiliki hafalan 15 juz, sedangkan Lana Husna Faradisa dari TBI dan Naila Rofingah dari IAT masing-masing memiliki hafalan 14 juz.

Adapun Azmmy Titis Khalimah dari PAI tercatat memiliki hafalan 12 juz.

Sementara itu, Intan Mutia Asnal Fitri dari TBI, Fikryani Azzainina dari PBA, dan Nuril Aflah Annida dari IAT masing-masing memiliki hafalan 10 juz.

Data tersebut menunjukkan bahwa capaian tahfiz menjadi salah satu bagian dari perjalanan akademik dan spiritual mahasiswa UIN Saizu.

Dalam pidato sambutannya, Ketua Senat UIN Saizu, Prof. Abdul Wachid, menekankan pentingnya menjadikan ilmu sebagai bagian dari kepribadian melalui laku atau perbuatan nyata.

"Ilmu bukan hanya sesuatu yang dimiliki, melainkan jalan yang ditempuh. Jangan biarkan ilmu berhenti di kepala, jalankan ilmu itu dalam laku. Jangan biarkan keberhasilan berhenti pada diri, jadikanlah keberhasilan sebagai jalan pengabdian," pesan Prof. Abdul Wachid.

Sementara Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, mengingatkan para lulusan bahwa wisuda merupakan awal dari perjalanan baru menuju "Universitas Kehidupan".

"Di Universitas Kehidupan, proses belajar tidak dibatasi ruang kelas. Raihan gelar dan ijazah tidak menggaransi apa pun jika tidak disertai kemampuan bertahan (survive), kedewasaan emosional, serta kemampuan berjejaring (networking)," tegasnya.

Rektor juga berpesan agar para alumni senantiasa berani membaca peluang, mengasah kompetensi diri, adaptif terhadap perubahan zaman, serta berani mengambil tantangan dan bertindak demi kemajuan bangsa dan agama.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa, para wisudawan terbaik universitas dan fakultas menerima penghargaan serta hadiah sponsor dari berbagai bank mitra, di antaranya BRI, Bank Jateng, Bank Mega Syariah, BTN, dan BSI, serta beasiswa studi lanjut S2 di Pascasarjana UIN Saizu.

Sementara itu, bagi lulusan Tahfidz 30 Juz mendapat penghargaan khusus dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIN Saizu.

Di akhir prosesi, dilakukan penyerahan data lulusan secara simbolis dari pihak rektorat kepada perwakilan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Saizu sebagai tanda masuknya para wisudawan ke dalam wadah alumni. (***)