227.250 pohon ditanam TNI pulihkan lahan bekas karhutla di Kaltim-Kaltara

Ringkasan Berita:
- 227.250 pohon ditanam serentak dalam rangka HUT ke-81 TNI di Kaltim dan Kaltara.
- Penanaman menyasar lahan gundul, bantaran sungai, dan kawasan bekas karhutla.
- Pangdam VI/Mulawarman menegaskan pohon yang ditanam harus dirawat hingga tumbuh, bukan sekadar menjadi angka kegiatan.
KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 227.250 pohon yang ditanam jajaran Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam rangka HUT ke-81 TNI bukan sekadar gerakan penghijauan.
Penanaman yang dilakukan secara serentak pada Rabu (9/9/2026) tersebut juga menyasar lahan gundul hingga kawasan yang pernah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan, lokasi penanaman dipilih di sejumlah kawasan yang membutuhkan pemulihan lingkungan, termasuk bantaran sungai dan lahan yang sebelumnya mengalami kebakaran.
“Betul sekali, jadi penanaman ini kita lakukan di bantaran sungai, lahan-lahan gundul atau bekas-bekas yang kebakaran,” kata Mayjen Krido Pramono saat ditemui kaltim.co diselah kegiatan penanaman pohon di area lahan Transad di Balikpapan, Rabu (9/9/2026).
Kawasan Lahan Transad (Transmigrasi Angkatan Darat) di Balikpapan utamanya membentang di wilayah perbatasan antara Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.
Titik utama Transad Km 8 berada di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.
Sementara untuk wilayah Transad Manggar, masuk ke dalam Kelurahan Manggar, khususnya wilayah RT 37, RT 80, dan sekitarnya di Kecamatan Balikpapan Timur.
Menurutnya, penanaman pohon di kawasan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kondisi lingkungan secara perlahan.
Ia meyakini, jika pohon yang ditanam dapat tumbuh dan dirawat dengan baik, kawasan yang sebelumnya gundul maupun terdampak kebakaran dapat kembali hijau dan memiliki fungsi ekologis.
Namun, perwira tinggi TNI AD itu menegaskan bahwa menanam pohon hanyalah langkah awal.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bibit yang telah ditanam dapat bertahan dan tumbuh.
“Menanam ini merupakan tanggung jawab kita bersama sehingga kita semuanya harus bisa menjaga, memelihara,” tegas mantan Asintel Panglima TNI tersebut.
Pemeliharaan tersebut, kata dia, dapat dilakukan secara rutin dengan berbagai cara, mulai dari penyiraman hingga pemberian pupuk.
“Baik secara keseharian ataupun pada waktu-waktu yang bisa kita lakukan, baik dengan kita menyiram atau secara alam hujan, bahkan yang bisa kemudian menghasilkan manfaat cukup baik kita berikan pupuk dan lain sebagainya,” ujar pria kelahiran Purwokerto, 17 Oktober 1975 itu.
Mayjen Krido Pramono pun berharap pohon-pohon yang ditanam tidak berhenti sebagai angka dalam kegiatan HUT TNI.
Sebaliknya, ratusan ribu bibit tersebut harus dirawat hingga tumbuh menjadi kawasan hijau yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Terlebih, penanaman dilakukan di kawasan strategis seperti bantaran sungai serta lahan yang mengalami degradasi akibat aktivitas maupun kebakaran.
“Saya yakin nanti akan memberikan lingkungan yang kembali lebih baik dan lestari," pungkas alumni Akademi Militer angkatan 1997. (*)