Kurangi Ketergantungan Komodiitas Impor,TNI AL Sulap Lahan 2,5 Hektare di Timika Jadi Kebun Kedelai

admin ·
Kurangi Ketergantungan Komodiitas Impor,TNI AL Sulap Lahan 2,5 Hektare di Timika Jadi Kebun Kedelai
Ringkasan Berita:
  • Kodaeral XI Merauke mengoptimalkan lahan 2,5 hektare di Timika dan 107 hektare di Merauke untuk budi daya kedelai.
  •  Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto menyatakan penanaman ini merupakan arahan Kasal guna mendukung ketahanan pangan nasional serta menekan ketergantungan pada kedelai impor. 
  • Program strategis ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
 

Laporan Wartawan PapuaTengah.com, Feronike Rumere

-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral)  XI Merauke mengoptimalkan lahan seluas 2,5 hektare di Timika untuk budi daya tanaman kedelai.

Hal itu guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada komoditas impor.

Komandan Kodaeral XI Merauke Laksda TNI Joko Andriyanto menegaskan bahwa pemanfaatan lahan produktif ini merupakan instruksi langsung pimpinan tertinggi TNI Angkatan Laut.

"Penanaman kedelai tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional," kata Joko usai meninjau langsung kesiapan area di kawasan Rumah Dinas Lanal Timika Frans Kaisiepo, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (7/9/2026).

Peninjauan tersebut fokus mengevaluasi kesesuaian kondisi tanah serta pemilihan komoditas pertanian lokal unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Joko menambahkan bahwa program pengembangan tanaman pangan bernilai ekonomi ini juga sedang berjalan dalam skala yang lebih besar di kawasan Merauke.

"Program pengembangan kedelai juga dilakukan TNI Angkatan Laut di wilayah Merauke. Di daerah tersebut, lahan sekitar 107 hektare disiapkan untuk pengembangan kedelai dengan kebutuhan bibit mencapai kurang lebih 5 ton," ujarnya.

Joko berharap langkah strategis ini memberikan dampak positif secara nyata terhadap pemenuhan kebutuhan pangan lokal.

"Penanaman kedelai diharapkan dapat memberikan hasil yang baik sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor,"katanya.

"Apalago kedelai sendiri merupakan salah satu komoditas pangan bernilai ekonomi yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tahu, tempe hingga kecap," tambah Joko.

TNI AL bertekad agar program ini tidak hanya berhenti sebagai agenda internal instansi, melainkan memberikan dampak langsung bagi warga sekitar.

"Ke depan, pengembangan tanaman kedelai di lahan ketahanan pangan Lanal Timika diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ucap Joko.

Selanjutnya Joko menekankan komitmen institusi militer dalam mendampingi program strategis negara.

"Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," pungkasnya. (*)