Minat investasi emas tinggi, ACC salurkan pembiayaan emas 39 kg sejak Januari 2026

admin ·
Minat investasi emas tinggi, ACC salurkan pembiayaan emas 39 kg sejak Januari 2026
Ringkasan Berita:
  • ACC telah menyalurkan pembiayaan emas hampir kepada 4.000 pelanggan sejak Januari 2026.
  • Total emas yang dibiayai mencapai sekitar 39 kilogram dalam delapan bulan.
  • ACC masih mempelajari pengaruh fluktuasi harga emas terhadap permintaan pembiayaan.
 

NEWS.COM, JAKARTA - Minat masyarakat terhadap investasi emas terus menjadi perhatian industri pembiayaan.

Di tengah fluktuasi harga emas, perusahaan multifinance pun mulai memperluas layanan pembiayaan emas untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin memiliki logam mulia.

Salah satunya dilakukan Astra Credit Companies (ACC) melalui produk pembiayaan emas Kemilau dari ACC Danaku. 

Sejak Januari 2026, produk tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada hampir 4.000 pelanggan dengan total emas mencapai sekitar 39 kilogram.

Brand Manager Retention ACC Dimas Purbayanto mengatakan, pencapaian tersebut diraih dalam delapan bulan pertama sejak program pembiayaan emas Kemilau berjalan.

"Kita mulai itu di bulan Januari, sampai sekarang sudah 4.000 kurang lebih, 4.000 customer sudah kita salurkan. Lalu total gramnya itu di 39 kilogram. Jadi per bulan itu sudah berjalan 8 bulan rata-rata 500 customer lalu gramasi-nya tuh 4,8 kilo per bulan," tutur Dimas dalam acara workshop "Investasi Emas: Aman, Cuan, atau Sekadar Tren?" di Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).

Kemilau menjadi salah satu solusi pembelian emas untuk investasi melalui fasilitas pembiayaan. ACC menawarkan pembiayaan emas dengan bunga mulai dari 0,5 persen per bulan dan tenor hingga delapan tahun.

Produk ini juga menawarkan uang muka mulai 0 persen dan/atau First Payment mulai Rp 0 khusus bagi pelanggan setia ACC.

Proses pengajuan dilakukan tanpa jaminan dan survei, sementara pelanggan tidak dikenakan biaya cetak maupun biaya pengiriman.

Meski harga emas belakangan mengalami fluktuasi, ACC masih mempelajari sejauh mana perubahan harga tersebut memengaruhi permintaan pembiayaan emas.

"Fenomena harga naik turun ini masih kita cukup pelajari. Terkadang di mana malah kalau harga naik, demand kita juga naik. Kalau turun demand juga mungkin ada terdampak juga turun, kita masih mempelajari nih dan bagaimana kita merespon terhadap penurunan naik demand dengan pengaruh harga emas tersebut," ungkap Dimas.

Untuk memperluas pasar pembiayaan emas, ACC berencana meningkatkan promosi dan awareness masyarakat terhadap produk Kemilau. Strategi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan media serta memperkuat kerja sama dengan Antam.

Menurut Dimas, Antam masih menjadi salah satu merek yang paling melekat di benak masyarakat ketika berbicara mengenai investasi emas.

Oleh karena itu, ACC berharap kolaborasi dapat dikembangkan tidak hanya melalui produk, tetapi juga berbagai kegiatan secara langsung.

"Strateginya tahun ini sebenarnya kita akan lebih aktif ke luar buat memasarkan atau meningkatkan awareness customer dengan produk emas ini. Selain kolaborasi dengan teman-teman media kita juga akan semakin masif berkolaborasi dengan Antam karena kita rasa Antam menjadi masih menjadi top of mind orang untuk beli emas. Selain kita berkolaborasi dari segi produk kita harapin juga nanti bisa berkolaborasi dari segi offline activity," jelasnya.

ACC juga melihat peluang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang digelar Antam, mulai dari aktivitas butik, pameran hingga talkshow.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap investasi emas dan produk pembiayaan emas.

Dengan rata-rata penyaluran sekitar 500 pelanggan dan 4,8 kilogram emas setiap bulan, pembiayaan emas Kemilau menjadi salah satu langkah ACC untuk menangkap peluang pertumbuhan investasi emas di Indonesia.