Pangkas Impor Kedelai, TNI AL kawal 110 hektare lahan pangan di Papua

admin ·
Pangkas Impor Kedelai, TNI AL kawal 110 hektare lahan pangan di Papua
Ringkasan Berita:
  • Kendalikan Impor: TNI AL menggarap budi daya kedelai di Papua demi memperkuat pangan nasional dan menekan impor.
  • Cakupan Lahan: Program menyasar total 109,5 hektare lahan produktif, terbagi di Timika (2,5 ha) dan Merauke (107 ha).
  • Instruksi KSAL: Proyek pertanian ini dijalankan atas perintah langsung pimpinan tertinggi Angkatan Laut.
  • Manfaat Ekonomi: Hasil panen ditargetkan menyokong kebutuhan bahan baku pangan lokal warga sekitar.
 

SORONG.COM, TIMIKA – Personel TNI Angkatan Laut mengoptimalkan lahan seluas 2,5 hektare di Kabupaten Timika, Papua Tengah untuk budi daya tanaman kedelai guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada komoditas impor.

Komandan Kodaeral XI Merauke Laksda TNI Joko Andriyanto menegaskan bahwa pemanfaatan lahan produktif ini merupakan instruksi langsung pimpinan tertinggi TNI Angkatan Laut.

"Ini tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional," kata Joko usai meninjau langsung kesiapan area di kawasan Rumah Dinas Lanal Timika Frans Kaisiepo, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Senin (7/9/2026).

Peninjauan tersebut fokus mengevaluasi kesesuaian kondisi tanah serta pemilihan komoditas pertanian lokal unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Joko menambahkan bahwa program pengembangan tanaman pangan bernilai ekonomi ini juga sedang berjalan dalam skala yang lebih besar di kawasan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

"Di daerah tersebut, lahan sekitar 107 hektare disiapkan untuk pengembangan kedelai dengan kebutuhan bibit mencapai kurang lebih 5 ton," ujarnya.

Joko berharap langkah strategis ini memberikan dampak positif secara nyata terhadap pemenuhan kebutuhan pangan lokal. "Apalago kedelai sendiri merupakan salah satu komoditas pangan bernilai ekonomi yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tahu, tempe hingga kecap," tambah Joko.

TNI AL bertekad agar program ini tidak hanya berhenti sebagai agenda internal instansi, melainkan memberikan dampak langsung bagi warga sekitar.

"Ke depan, pengembangan tanaman kedelai di lahan ketahanan pangan Lanal Timika diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ucap Joko.

Selanjutnya Joko menekankan komitmen institusi militer dalam mendampingi program strategis negara.(*)