Pemerintah Kampung Seget Sorong prioritaskan dana desa 2026 untuk renovasi 20 rumah

admin ·
Pemerintah Kampung Seget Sorong prioritaskan dana desa 2026 untuk renovasi 20 rumah
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kampung Seget memprioritaskan Dana Desa 2026 untuk kesejahteraan masyarakat.
  • Program utama meliputi renovasi 20 rumah warga dengan fokus perbaikan atap.
  • Anggaran sebesar Rp745 juta dialokasikan untuk infrastruktur dan kesehatan.
  • Program kesehatan mencakup pemberian makanan tambahan dan honor kader posyandu.
  • Kepala Kampung berharap tidak ada pemangkasan anggaran agar target 2028 tercapai.
 

SORONG.COM, AIMAS - Pemerintah Kampung Seget, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya memprioritaskan pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program utama yang dijalankan adalah renovasi 20 rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Kepala Kampung Seget Orgenes Kumuay mengatakan Kampung Seget menerima anggaran sebesar Rp745 juta pada 2026.

Anggaran tersebut terdiri atas Dana Desa sebesar Rp465 juta dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD sebesar Rp280 juta.

Menurut Orgenes, sebagian besar anggaran diarahkan untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama perbaikan rumah warga, khususnya bagian atap.

“Pemanfaatan dana desa yang paling besar kita arahkan untuk kesejahteraan masyarakat, terutama renovasi atap rumah warga. Untuk tahun anggaran 2026, ada 20 rumah yang disiapkan untuk direnovasi,” kata Orgenes, Kamis (3/9/2026).

Dari 20 rumah yang menjadi sasaran renovasi tahun ini, tiga rumah telah rampung dikerjakan pada tahap pertama. Sementara 17 rumah lainnya akan direnovasi pada tahap berikutnya.

Orgenes memastikan seluruh target renovasi 20 rumah tersebut dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2026.

Ia menjelaskan, program renovasi rumah warga bukan program baru.

Pemerintah Kampung Seget telah melaksanakannya secara bertahap sejak 2024.

Berdasarkan pendataan pemerintah kampung, terdapat sekitar 86 rumah warga yang menjadi sasaran program perbaikan secara keseluruhan.

“Tahun ini kami kerjakan 20 rumah. Setelah itu, kami lanjutkan pada tahun anggaran 2027. Targetnya seluruh rumah bisa selesai paling lambat tahun 2028,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kampung Seget.

Selain renovasi rumah, Pemerintah Kampung Seget mengalokasikan anggaran untuk mendukung kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan balita.

Dukungan tersebut salah satunya diberikan melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilaksanakan melalui pelayanan posyandu.

Pemerintah kampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 juta untuk program PMT selama satu tahun anggaran.

Dukungan juga diberikan kepada para kader posyandu melalui pembayaran honor selama 12 bulan.

“Honor kader kami bayarkan untuk 12 bulan. Setiap kader menerima Rp3,6 juta untuk satu tahun,” kata Orgenes.

Orgenes mengatakan ketersediaan anggaran sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan berbagai program yang telah direncanakan pemerintah kampung.

Ia mencontohkan, pada 2025 Kampung Seget menerima alokasi anggaran lebih dari Rp1 miliar.

Namun, anggaran tersebut mengalami pemangkasan di tengah tahun sehingga dana yang dapat digunakan hanya sekitar Rp700 juta.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah program yang telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap tidak ada pemangkasan anggaran yang terlalu besar karena kebutuhan masyarakat sudah disusun berdasarkan rencana kegiatan dan anggaran. Kalau terjadi pemangkasan, kebutuhan masyarakat yang telah direncanakan bisa tidak tercapai,” ujarnya. (sorong.com/taufik nuhuyanan)