Presiden Prabowo Subianto dorong BRICS memperkuat industrialisasi dan jaringan pasokan global

PORTAL LEBAK - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota BRICS untuk meningkatkan kerja sama dalam industrialisasi dan rantai pasok global guna menghadapi tantangan serta mempertahankan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.
"Izinkan saya mengusulkan sesuatu yang jelas. Mari kita industri bersama. Mari kita maksimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," ungkap Prabowo dalam pidato pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu.
Mengutip BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Prabowo menekankan bahwa tantangan global, termasuk perubahan iklim dan bencana alam, perlu ditangani secara kolektif oleh negara-negara BRICS dan Negara Global Selatan.
Menurut Presiden, Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di wilayah Cincin Api Pasifik, sehingga rentan terhadap berbagai ancaman, seperti kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan aktivitas vulkanik.
Di sisi lain, Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat menjadi aset pembangunan, mulai dari mineral kritis dan logam tanah jarang, sumber energi terbarukan untuk teknologi bersih, hingga hutan yang vital bagi kehidupan di Bumi.
"Kita perlu melihat adanya hubungan erat antara ketahanan terhadap perubahan iklim dan pembangunan nasional," kata Prabowo.
Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan ini, karena negara-negara BRICS dan banyak negara di Global Selatan juga menghadapi isu-isu yang saling berkaitan.
Untuk itu, Prabowo mendorong negara-negara BRICS untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan sumber daya, kapasitas produksi, teknologi, dan pasar yang ada untuk mengatasi tantangan secara bersama.
Prabowo menambahkan bahwa kekuatan ekonomi dan sumber daya negara-negara BRICS dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi, memperkuat industri, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta membuka peluang yang lebih baik bagi masyarakat.
Menurut Prabowo, BRICS telah memiliki sumber daya dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi, sehingga berpotensi memperkuat posisi blok tersebut dalam nilai global.
"BRICS pada dasarnya telah memiliki jaringan pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang sudah ada ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua," tambah Prabowo.
KTT BRICS ke-18 mengangkat empat pilar utama, yaitu ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan dalam merespons beragam tantangan global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik.
Baca selengkapnya