Sekjen Kemhan: Personel TNI bakal ditempatkan di tiap helikopter dari Jepang saat tangani karhutla

Ringkasan Berita:
- Pemerintah Jepang mengerahkan bantuan personel, helikopter, hingga kapal dalam rangka membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
- Dukungan dari pemerintah Jepang berfungsi memperkuat, bukan menggantikan kemampuan nasional Indonesia.
- Tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang tersebut memiliki kemampuan untuk mendukung operasi water bombing.
NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Jepang mengerahkan bantuan personel, helikopter, hingga kapal dalam rangka membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Rencananya bantuan tersebut akan tiba di Tanah Air pada Rabu (9/9/2026) besok.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan dukungan dari pemerintah Jepang berfungsi memperkuat, bukan menggantikan kemampuan nasional Indonesia.
Ia juga menegaskan seluruh kemampuan nasional akan tetap dikerahkan untuk mengatasi karhutla.
Letjen Tri juga menerangkan bantuan Jepang kemudian diintegrasikan dengan seluruh operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, Kemhan menyerahkan pengawasan operasional helikopter kepada TNI.
Tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang tersebut, kata dia, memiliki kemampuan untuk mendukung operasi water bombing.
Hal itu disampaikan Letjen Tri saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta Timur pada Selasa (8/9/2026).
"TNI menangani aspek security dan flight clearance, menempatkan safety officer TNI pada setiap helikopter, serta mengkoordinasikan misi penerbangan bersama BNPB," ujar Letjen Tri.
"TNI bersama BNPB akan memastikan bantuan tersebut digunakan secara optimal sesuai kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan. Sementara Kementerian Pertahanan memberikan dukungan terhadap kebutuhan logistik operasional bantuan Jepang," lanjut dia.
Karhutla di Kalimantan
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam kesempatan yang sama juga memaparkan data penanganan karhutla di enam provinsi prioritas termasuk di Kalimantan.
Hingga Senin (7/9/2026) kemarin, BNPB mencatat afa 36 titik api dengan sekitar 350,82 hektare luas lahan yang masih terbakar di Kalimantan Barat.
BNPB juga mencatat kualitas udara di Kalimantan Barat masuk dalam kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari 1 Km.
Kemudian di wilayah Kalimantan Tengah terdapat 47 titik api dengan sekitar 100,4 hektare lahan yang masih terbakar hingga kemarin.
BNPB juga mencatat kualitas udara di Kalimantan Barat juga masuk dalam kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang kurang dari 2,8 Km.
Sementata di Kalimantan Selatan, BNPB mencatat 21 titik api dengan sekitar 260,97 hektare lahan yang masih terbakar hingga kemarin.
BNPB juga mencatat kualitas udara di Kalimantan Selatan masuk dalam kategori tidak sehat dengan jarak pandang kurang dari 5 Km.