Serda Ahmad meninggal diduga dianiaya senior, sempat dibilang karena kecelakaan, TNI janji usut

admin ·
Serda Ahmad meninggal diduga dianiaya senior, sempat dibilang karena kecelakaan, TNI janji usut
Ringkasan Berita:
  • Serda Ahmad Muzammil Farisa, anggota TNI Angkatan Udara (TNI AU) meninggal dunia di Mes Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Serda Ahmad diduga meninggal karena dianiaya seniornya gara-gara salah beli mie
  • Keluarga merasa janggal dengan kematian Serda Ahmad yang awalnya disebut alami kecelakaan

TRENDS.COM - Kabar duka menyelimuti keluarga Serda Ahmad Muzammil Farisa, anggota TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang meninggal dunia di Mes Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia pada Kamis. Kematian prajurit muda tersebut diduga berkaitan dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya.

Jenazah Serda Ahmad kemudian dibawa ke kampung halamannya di Magetan, Jawa Timur. Rumah duka dipenuhi pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Keluarga Sebut Informasi Penyebab Kematian Masih Simpang Siur

Pihak keluarga mengaku hingga kini masih menerima informasi yang berbeda-beda mengenai penyebab kematian Serda Ahmad. Awalnya, keluarga sempat memperoleh informasi bahwa korban mengalami kecelakaan atau berkaitan dengan pembinaan senior.

Namun, setelah mendapatkan informasi dari pihak Dinas Psikologi tempat Serda Ahmad bertugas, keluarga mendapat penjelasan berbeda mengenai kondisi yang dialami korban. Keluarga pun berharap seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Serda Ahmad dapat diungkap secara terang.

"Kami berharap ini nantinya betul-betul bisa mendapatkan haknya, keadilannya, karena kehilangan nyawa bagi kami adalah sangat mutlak," ujar pihak keluarga, dikutip Trends dari kanal YouTuber KompasTV, Senin (14/9/2026).

Bagi keluarga, Serda Ahmad bukan sekadar seorang prajurit. Ia merupakan anak yang menjadi kebanggaan sekaligus tumpuan harapan keluarga.

"Benar hancur. Anak kebanggaan kami, anak tumpuan kami, anak harapan kami, peningkah kami," ungkap keluarga.

TNI AU Janji Usut Tuntas

Terkait kasus tersebut, TNI AU menyatakan akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kematian Serda Ahmad. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menegaskan proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan adil.

TNI AU juga tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran, termasuk jika dugaan penganiayaan terbukti.

"Prajurit yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata I Nyoman Suadnyana.

Ia menegaskan tidak ada ruang bagi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan TNI.

"Tidak ada ruang bagi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan TNI," tegasnya.

TNI AU memastikan proses pemeriksaan terhadap kasus kematian Serda Ahmad akan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Kami memastikan proses pemeriksaan akan berjalan dengan transparan, adil, dan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan," ujarnya.

Kini keluarga Serda Ahmad menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi sebelum prajurit muda tersebut meninggal dunia. Keluarga berharap seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum sehingga keadilan bagi Serda Ahmad dan keluarganya dapat diwujudkan.

(Trends)