11 Makanan Tinggi Lisin Rendah Arginin untuk Daya Tahan Tubuh, Energi Harian, dan Kesehatan Kulit Bibir -->

11 Makanan Tinggi Lisin Rendah Arginin untuk Daya Tahan Tubuh, Energi Harian, dan Kesehatan Kulit Bibir

28 Nov 2025, Jumat, November 28, 2025
11 Makanan Tinggi Lisin Rendah Arginin untuk Daya Tahan Tubuh, Energi Harian, dan Kesehatan Kulit Bibir

KILAS KLATEN -  Asupan lisin yang cukup membantu tubuh memproduksi hormon, mengubah makanan menjadi energi, menyerap kalsium, serta menjaga daya tahan tubuh tetap prima sepanjang hari.

Karena tubuh tidak bisa membuat lisin sendiri, pemenuhan asam amino ini perlu datang dari pilihan makanan yang tepat dan dikonsumsi secara rutin.

Pola makan dengan kandungan lisin tinggi dan arginin lebih rendah juga sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan kulit bibir dari keluhan lepuh akibat virus.

Beberapa laporan gizi menyebut arginin berperan dalam replikasi virus herpes, sementara lisin membantu menekan aktivitasnya agar tubuh lebih mudah pulih.

Kebutuhan lisin harian orang dewasa diperkirakan sekitar 38 mg per kilogram berat badan, sehingga orang berbobot 68 kg memerlukan sekitar 2.600 mg per hari.

Kabar baiknya, banyak bahan pangan populer sudah melampaui angka tersebut dalam satu porsi saji yang praktis dan mudah ditemukan.

Berikut daftar 11 makanan tinggi lisin dan relatif rendah arginin yang layak dijadikan pilihan menu harian.

Yogurt tawar rendah lemak menawarkan lisin tinggi sekaligus protein yang mendukung kenyang lebih lama, ditambah kalsium untuk tulang yang kuat.

Susu skim menyumbang lisin, vitamin D, dan fosfor yang membantu kesehatan tulang serta mudah diolah menjadi smoothie atau oatmeal hangat.

Keju, khususnya parmesan, padat lisin dan protein, sehingga taburan kecil pada salad atau kentang panggang sudah memberi dorongan gizi signifikan.

Ricotta rendah lemak populer karena lembut dan kaya lisin, kalsium, serta selenium yang berperan dalam fungsi imunitas.

Cottage cheese menjadi sahabat menu praktis karena tinggi protein dan lisin, cocok disandingkan dengan roti gandum dan irisan tomat.

Salmon liar menyuplai lisin melimpah bersama omega-3 yang mendukung kesehatan jantung dan daya pikir.

Ikan cod terkenal padat protein, sangat kaya lisin, serta mengandung selenium yang membantu perlindungan sel dan fungsi tiroid.

Tuna kalengan putih memberi lisin, lemak sehat, dan omega-3 yang membantu menjaga profil kolesterol tetap seimbang.

Dada kalkun panggang menjadi sumber lisin unggulan dengan protein tinggi, fosfor, dan selenium yang mendukung pemulihan energi.

Daging sapi potongan tertentu kaya lisin dan zat besi, sehingga baik untuk menjaga kadar hemoglobin, dengan porsi bijak agar asupan lemak jenuh terkendali.

Dada ayam tanpa kulit menghadirkan lisin sangat tinggi dan protein murni, menjadikannya bahan serbaguna untuk sup, salad, atau tumisan ringan.

Untuk hasil optimal, kombinasikan beberapa sumber protein ini sepanjang minggu agar kebutuhan asam amino terpenuhi secara seimbang.

Lengkapi pula dengan buah, sayur, dan biji-bijian utuh supaya vitamin, mineral, serta serat ikut berperan menjaga tubuh tetap bugar.

Minum air yang cukup dan tidur berkualitas membantu kerja asam amino berlangsung maksimal saat regenerasi sel berlangsung.

Bila memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu, konsultasi dengan ahli gizi membantu menyesuaikan pilihan makanan sesuai kondisi pribadi.

Dengan pemilihan menu yang tepat, kebutuhan lisin harian bisa tercapai tanpa suplemen dan tubuh terasa lebih bertenaga.

Mulailah dari perubahan kecil di dapur, seperti mengganti camilan manis dengan yogurt atau menyertakan ikan dalam menu mingguan.

Konsistensi menghadirkan manfaat nyata karena asam amino bekerja membangun jaringan, hormon, dan sistem imun setiap hari.

Jadikan makanan tinggi lisin sebagai bagian gaya hidup agar kesehatan jangka panjang tetap terjaga dengan rasa yang lezat.

Langkah sederhana ini membantu tubuh memperoleh bahan baku penting untuk berfungsi optimal dari pagi hingga malam.***

TerPopuler