
Bengkalispos.comPariwisata Jawa Barat terus berkembang pesat dan menawarkan banyak pilihan desa wisata yang ramah keluarga. Suasana sejuk pegunungan dan udara pedesaan menjadi daya tarik utama di akhir tahun. Para wisatawan dapat menikmati liburan yang tenang jauh dari keramaian kota dengan berbagai aktivitas edukatif. Empat desa wisata ini menjadi rekomendasi terbaik untuk keluarga yang ingin healing sambil belajar budaya.
Wisata desa di Jawa Barat kini tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman yang autentik. Liburan akhir tahun terasa lebih bermakna ketika anak-anak ikut mengenal alam dan tradisi lokal. Setiap destinasi memiliki ciri khas yang berbeda, mulai dari aktivitas air hingga agrowisata yang ramah keluarga. Pilihannya cocok untuk liburan santai maupun petualangan ringan.
Keluarga dapat menikmati berbagai aktivitas bersama di tengah alam yang masih terjaga. Setiap desa menyediakan program edukasi yang membuat liburan terasa lebih produktif. Pengelolaan profesional melalui Pokdarwis membuat kunjungan terasa nyaman dan aman. Berbagai fasilitas umum juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan para wisatawan.
Akses menuju desa-desa wisata ini relatif mudah dicapai dari berbagai kota besar di Jawa Barat. Wisatawan bisa datang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore untuk mendapatkan udara yang paling sejuk. Liburan akhir tahun akan lebih hangat dengan pengalaman keluarga yang menyenangkan.
1. Desa Wisata Alamendah, Bandung
Desa Wisata Alamendah berada di ketinggian 1300–2350 mdpl dengan luas sekitar 500 hektare. Aksesnya sangat mudah karena berada di jalur utama Ciwidey menuju kawasan wisata populer. Banyak wisatawan memilih desa ini karena dekat dengan pusat kuliner dan penginapan. Suasana pegunungan cocok untuk refreshing akhir tahun bersama keluarga.
Berbagai atraksi alam dapat dinikmati mulai dari Kawah Putih hingga Punceling Pass. Tempat berkemah, kolam air panas, dan area terapi ikan menjadi favorit para pengunjung. Aktivitas memetik stroberi membuat anak-anak betah berlama-lama menikmati suasana desa. Konservasi rusa dan owa Jawa memberikan pengalaman edukasi yang menarik.
Desa ini juga menyimpan sejarah sebagai desa wisata sejak 2011 melalui keputusan bupati. Perkembangannya sangat pesat hingga meraih peringkat kedua ADWI 2021. Warga desa kini menikmati pertumbuhan ekonomi melalui UMKM dan agrowisata. Kombinasi alam, budaya, dan edukasi membuatnya sangat ideal untuk liburan keluarga.
2. Desa Wisata Saung Ciburial, Garut
Saung Ciburial memiliki konsep wisata edukasi berbasis alam dan budaya lokal. Lokasinya berada di kaki Gunung Cikuray dengan suasana sejuk sepanjang hari. Desa ini dapat ditempuh dalam 30–45 menit dari pusat Kota Garut. Keluarga dapat menikmati sensasi pulang kampung dengan nuansa pedesaan yang nyaman.
Kegiatan edukasi seperti pertanian, UMKM, dan interaksi dengan hewan sangat diminati. Anak-anak bisa memberi makan domba Garut dan belajar kearifan lokal masyarakat setempat. Kuliner khas seperti teh kewer menjadi pengalaman unik yang tidak ditemukan di kota. Pertunjukan seni tradisional dapat dinikmati sesuai jadwal acara desa.
Tirta Setra Ciburial menjadi tempat favorit berkat airnya yang sangat jernih. Kolam renang alami dan wahana snorkeling air jernih banyak diminati oleh keluarga. Fasilitas desa lengkap mulai dari homestay, saung penginapan, hingga ruang pertemuan. Pengunjung disarankan datang pagi agar lebih leluasa menikmati berbagai aktivitas.
3. Desa Wisata Selasari, Pangandaran
Desa Wisata Selasari memiliki luas 2292,5 hektar dengan delapan dusun di dalamnya. Aksesnya mudah dari Bandara Nusawiru dengan waktu tempuh sekitar 18–38 menit. Jalan aspal yang baik membuat bus besar dapat masuk hingga depan kantor desa. Tempat ini sangat cocok untuk liburan keluarga yang menyukai petualangan ringan.
Selasari menawarkan wisata gua, river tubing, dan body rafting melalui empat gua. Goa Lanang dan Goa Sutra Reregan menjadi lokasi petualangan yang populer bagi para wisatawan. Pepedan Hills menawarkan pemandangan indah untuk bersantai maupun berfoto keluarga. Wisata budaya seperti Renggong Gunung dan atraksi Lebon tetap dilestarikan oleh warga.
Desa ini masuk 50 besar ADWI 2021 dengan sejarah panjang sejak era Jepang. Setelah pemekaran menjadi Pangandaran pada tahun 2012, desa ini berkembang pesat. Wisata alam dan budaya kini menjadi tulang punggung ekonomi warga. Selasari menjadi destinasi lengkap untuk edukasi, petualangan, dan budaya.
4. Desa Wisata Cisande, Sukabumi
Desa Cisande atau Kampung Raden berada sekitar 9 km dari pusat Kota Sukabumi. Suasana pedesaan dengan sawah dan perbukitan membuatnya cocok untuk healing. Akses jalan aspal memudahkan wisatawan membawa kendaraan pribadi atau bus kecil. Pagi dan sore menjadi waktu terbaik menikmati keindahan alam sekitar.
Aktivitas menarik tersedia seperti river tubing sepanjang 3 km dan flying fox 150 meter. Anak-anak dapat mengikuti kegiatan edukatif seperti menangkap ikan atau membuat es cincau. Area gazebo dan kolam ubek membuat liburan keluarga semakin menyenangkan. Semua aktivitas dirancang aman untuk berbagai usia pengunjung.
Cisande diresmikan pada 20 Januari 2020 dan masuk 50 besar ADWI 2021. Desa ini berkembang melalui swadaya warga dan dukungan Pokdarwis. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk tetapi membayar paket wisata. Konsep wisata terpadu membuat Cisande menjadi destinasi populer akhir tahun.
Empat desa wisata di Jawa Barat menawarkan pengalaman liburan keluarga yang sangat lengkap. Wisatawan dapat menikmati alam, budaya, edukasi, dan berbagai aktivitas seru. Akses mudah serta fasilitas lengkap menjadikannya pilihan tepat akhir tahun. Liburan keluarga dijamin lebih berkesan dengan suasana desa yang hangat dan asri.***