
Bengkalispos.comWisata kesehatan dan wisata herbal semakin diminati oleh para wisatawan yang ingin merawat kesehatan fisik dan mental, sekaligus mencari pengalaman baru yang lebih bermakna. Bukan hanya sekadar liburan, jenis wisata ini mengajak pengunjung untuk kembali dekat dengan alam, tanaman obat, hingga praktik pengobatan tradisional.
Salah satu destinasi unggulannya berada di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan pegunungan yang berhawa sejuk ini kini dikembangkan sebagai pusat herbal tourism di Indonesia.
Wilayah ini semakin dikenal karena menjadi lokasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), pusat riset jamu nasional yang memperkuat identitas Tawangmangu sebagai "laboratorium alam".
Jika kalian ingin merasakan liburan sehat sekaligus belajar banyak tentang tanaman obat, berikut 5 rekomendasi herbal tourism di Tawangmangu yang wajib masuk daftar kunjungan.
-
Agrowisata Desa Nglurah — Surga Tanaman Hias dan Obat
Agrowisata Desa Nglurah menjadi pilihan paling ramah keluarga untuk menikmati wisata edukasi tanaman. Desa ini dikenal sebagai pusat tanaman hias dan tanaman obat, sehingga pengunjung dapat melihat langsung budidaya berbagai tanaman yang ditanam oleh warga setempat.
Di sini, orang tua bisa berbelanja tanaman herbal atau tanaman hias untuk dibawa pulang, sementara anak-anak belajar mengenal fungsi tanaman obat secara langsung. Suasana desa yang sejuk membuat wisata berjalan kaki terasa lebih menyenangkan.
Alamat: Jalan Candi Menggung, Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar, Anda juga dapat mendukung UMKM lokal dengan membeli tanaman langsung dari warga.
-
B2P2TOOT — Rumah Kaca Tanaman Obat di Ketinggian Pegunungan
B2P2TOOT memiliki dua Rumah Kaca Adaptasi dan Pelestarian Tanaman Obat yang berada di Desa Gondosuli dan Desa Kalisoro. Di fasilitas ini, pengunjung bisa menjumpai koleksi tanaman obat seperti sirih merah, jinten, kencur jumbo, tabat barito, hingga sambang darah.
Rumah kaca pelestarian memiliki luas 102,12 m², sedangkan ruang adaptasi seluas 77,7 m², keduanya berada di ketinggian 1.200–1.800 mdpl sehingga cocok untuk pertumbuhan tanaman obat tertentu.
Ini merupakan destinasi menarik bagi pecinta botani, peneliti, pelajar, maupun wisatawan yang penasaran bagaimana tanaman obat dikelola secara ilmiah.
-
Rumah Riset Jamu Hortus Medicus — Klinik Saintifikasi Jamu
Jika ingin belajar langsung bagaimana jamu digunakan sebagai terapi kesehatan modern, Rumah Riset Jamu Hortus Medicus menjadi tempat yang tepat.
Berlokasi di Jalan Raya Lawu Km 11, Kalisoro, Tawangmangu, klinik ini menjalankan program Saintifikasi Jamu, di mana jamu diberikan sebagai alternatif obat medis.
Obat yang tersedia disesuaikan dengan diagnosis pasien, mulai dari bentuk kapsul hingga rebusan. Bahan-bahannya berasal dari simplisia dan ekstrak obat herbal yang telah diuji secara ilmiah.
Tempat ini juga menerima kunjungan dokter jaringan Saintifikasi Jamu, sehingga menjadi pusat edukasi sekaligus layanan kesehatan berbasis jamu.
-
Museum Jamu Hortus Medicus — Belajar Sejarah Jamu Nusantara
Masih berada dalam satu kawasan dengan klinik riset jamu, Museum Jamu Hortus Medicus menawarkan pengalaman edukatif mengenal sejarah pengobatan herbal Indonesia.
Koleksinya cukup lengkap, mulai dari atlas tumbuhan obat, peralatan produksi jamu tradisional, ilustrasi pembuatan jamu, hingga alat pengobatan tradisional Nusantara.
Museum ini cocok untuk para wisatawan yang ingin memahami akar budaya jamu dan bagaimana tanaman obat menjadi bagian dari tradisi penyembuhan masyarakat Indonesia.
Jam Kunjungan:
- Senin-Kamis: 07.00–11.30
- Jumat: 07.00–11.00
- Sabtu dan Minggu: Tutup
-
Rumah Atsiri Indonesia — Ikon Wisata Atsiri Kelas Dunia
Rekomendasi terakhir sekaligus yang paling populer adalah Rumah Atsiri Indonesia, destinasi modern yang menggabungkan wisata edukasi, rekreasi, dan gaya hidup sehat. Kawasan ini mulai menerima kunjungan wisatawan sejak tahun 2018.
Dulunya merupakan pabrik penyulingan minyak serai (citronella) sejak tahun 1963, kini Rumah Atsiri berkembang menjadi pusat edukasi minyak atsiri dan kegiatan pendukungnya. Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari:
- Kebun tanaman aromatik
- Laboratorium pendidikan
- Perusahaan produksi
- Pusat pelatihan
- Restoran
- Toko dan toko kelontong
Selain itu, para wisatawan dapat mengikuti workshop aromaterapi, membuat produk minyak atsiri, atau sekadar menikmati suasana kebun yang hijau.
Lokasi: Jalan Watusambang, Plumbon, Tawangmangu Jam operasional: 06.00–17.00 WIB setiap hari.***