
Ringkasan Berita:
- Bencana banjir yang terjadi sejak tiga hari terakhir menyebabkan Aceh Singkil lumpuh total, rumah terendam, jalan putus, dan listrik padam.
- Para korban banjir terlihat mengungsi di jalan raya serta tempat-tempat yang masih aman dari banjir. Jalan raya menjadi alternatif tempat mengungsi karena dibangun cukup tinggi.
- Jalan provinsi di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, terputus setelah struktur penyangga di kedua ujung jembatan retak akibat tergerus air banjir
90 persen rumah sudah tenggelam.Jasidin, Warga Gosong Telaga Barat
Bengkalispos.com, SINGKIL– Bencana banjir yang terjadi sejak tiga hari terakhir membuat Aceh Singkil lumpuh total. Selain rumah terendam, jalan putus, dan listrik padam, penderitaan para korban banjir semakin kompleks setelah jaringan komunikasi juga mati pada Rabu (27/11/2025).
Kendala dalam komunikasi menyulitkan warga untuk meminta bantuan. Termasuk mencari keluarga mereka yang mengungsi. Warga yang baru tiba dari luar daerah harus bertanya kepada warga yang ditemuinya untuk mencari tempat pengungsian keluarganya.
Sayangnya lagi bagi penduduk Singkil. Warga ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, terisolasi karena jalan satu-satunya putus di Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat. Kendaraan maupun pejalan kaki tidak bisa melintas, karena di lokasi jalan putus, air sangat deras.
Sementara itu, korban banjir terpantau mengungsi di jalan raya serta tempat-tempat yang masih aman dari banjir. Jalan raya menjadi alternatif tempat mengungsi karena dibangun cukup tinggi.
Untuk makan, para korban banjir terlihat membuka dapur umum secara swadaya. Warga terlihat saling membantu dengan membagikan persediaan makanan di rumah mereka.
Menurut warga, banjir kali ini cukup parah karena daerah yang sebelumnya aman juga terendam. "Tidak pernah separah ini," kata Guntur, warga Ketapang Indah.
Persediaan makanan mulai menipis
Banjir yang menimpa warga Aceh Singkil, selama tiga hari terakhir membuat persediaan makanan para korban mulai menipis pada Kamis (27/11/2025). Kondisi semakin memburuk karena para korban banjir tidak dapat keluar dari desa mereka untuk mencari logistik lantaran jalan terputus.
Kondisi tersebut dirasakan oleh penduduk Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Desa tersebut terisolasi karena jalan menuju Singkil putus di dua lokasi. Sebaliknya, ke arah Rimo, jalan terendam banjir di depan Rutan Kelas IIB Singkil.
Di Gosong Telaga Barat, juga terdapat warga dari Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, yang mengungsi. Warga Ujung Bawang, mengungsi ke Gosong Telaga Barat, karena sebelumnya hampir tidak pernah banjir.
Sungai ini menggenangi hampir seluruh desa di Singkil. Sehingga warga bertahan di tepi jalan yang tidak tergenang. "Hampir 90 persen rumah tenggelam," kata Jasidin, warga Gosong Telaga Barat.
Tidak memiliki pengalaman menghadapi banjir membuat warga panik. Stok makanan warga juga mulai menipis. Selain tidak ada logistik, warga juga tidak bisa memasak karena dapur terendam air.
Untuk mengisi perut warga Gosong Telaga Barat, bersama para pengungsi dari luar desa berbagi kue kering. Harapan warga segera ada bantuan dapur umum secepatnya. "Sayang banyak warga dari Ujung Bawang yang menginap di Anak Laut (Gosong Telaga Barat) tidak ada makanan," ujar Jasidin.
Jalan terputus
Jalan provinsi sebelumnya di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil putus setelah struktur penyangga di kedua ujung jembatan jebol tergerus air banjir, Kamis (27/11/2025).
Di lokasi, satu unit mobil yang akan dievakuasi dari genangan banjir di rumahnya masuk ke jalan yang rusak. Tidak ada korban jiwa, sopir dan penumpang mobil selamat. Setengah jam kemudian, jalan masih di kawasan Anak Laut, retak akibat dampak banjir.
Dua orang warga yang mencoba untuk melintas, terbawa arus. Untungnya, mereka berhasil diselamatkan oleh warga lain. Selain jalan yang putus, satu unit rumah milik Fajar di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, hanyut terbawa banjir.de)