Aksi Aneh 7 Pemain Naturalisasi Bodong di Media Sosial Bikin Publik Malaysia Bingung -->

Aksi Aneh 7 Pemain Naturalisasi Bodong di Media Sosial Bikin Publik Malaysia Bingung

27 Nov 2025, November 27, 2025

Bengkalispos.comPublik Malaysia dibuat bingung dengan aksi atau sikap para pemain naturalisasi yang telah resmi disanksi FIFA atas kasus pemalsuan dokumen.

Salah satu surat kabar Malaysia (The Star) menyoroti setiap perilaku pemain-pemain tersebut di media sosial.

Anehnya, tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda penanganan lanjutan soal sanksi yang didapat dari FIFA.

"Tujuh pemain naturalisasi yang diskors terkait penyelidikan dokumen asal Malaysia palsu tetap bungkam, meskipun informasi dari sidang disiplin menunjukkan bahwa mereka hampir sepenuhnya bergantung pada agen dan hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang dokumen yang digunakan dalam pengajuan status bermain mereka," tulis The Star dalam laporannya.

"Sejak skorsing dikeluarkan, beberapa pemain tetap aktif di media sosial tetapi tidak menyebutkan apa pun tentang investigasi tersebut."

Gabriel Palmero adalah yang paling menonjol, mengunggah foto-foto dirinya saat berpartisipasi dalam maraton.

Rodrigo Holgado membagikan foto-foto acara dan momen bersama keluarganya di Argentina, sementara Imanol Machuca juga kebanyakan mengunggah tentang keluarganya.

Sebaliknya, beberapa pemain sama sekali tidak berkomentar atas kasus yang sedang mereka hadapi.

Hector Hevel, Jon Irazabal, dan Joao Figueiredo belum mengunggah kabar terbaru sejak mereka terkena sanksi FIFA.

Facundo Garces juga menghindari berkomentar dan bahkan menghapus informasi tentang klub Alaves dan Timnas Malaysia dari bio Instagram-nya, meskipun ia masih menyimpan foto-foto lama yang terkait dengan kedua tim tersebut.

Selama persidangan, ketujuh pemain tersebut bersikeras bahwa mereka tidak mengetahui adanya dokumen palsu dan sepenuhnya mengandalkan perwakilannya selama proses pengajuan kewarganegaraan Malaysia.

Berikut kesaksian 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang disanksi FIFA, sebagaimana dikutip Bengkalispos.comdari Dantri.com.vn:

Gabriel Palmero

Palmero awalnya memberi tahu dewan bahwa neneknya lahir di Spanyol, tetapi kemudian mengklarifikasi bahwa itu adalah Malaysia.

Ia mengakui bahwa dirinya belum pernah melihat dokumen apa pun yang diserahkan atas namanya dan hanya mengandalkan keterangan dari kerabat dan agennya.

Palmero juga menegaskan bahwa ia tidak menanyai agennya setelah didisiplinkan.

Facundo Garces

Garces mengatakan ia dihubungi oleh agen Federico Raspanti untuk bermain di Timnas Malaysia dan menyerahkan akta kelahiran keluarganya tanpa memeriksanya.

Ia mengakui tidak menghubungi agennya atau FAM setelah mengetahui adanya perbedaan (dokumen) tersebut, dengan mengatakan: "Bukan tanggung jawab saya untuk memverifikasi".

Rodrigo Holgado

Holgado memandang tawaran bermain di Timnas Malaysia sebagai kesempatan untuk mengembangkan kariernya.

Ia yakin kakeknya lahir di Malaysia berdasarkan informasi dari ayahnya, tetapi tidak pernah memeriksa dokumennya dan tidak menghubungi agennya maupun FAM setelah sanksi tersebut.

Imanol Machuca

Machuca mengatakan ia diberi tahu bahwa neneknya adalah orang Malaysia dan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut tanpa memverifikasinya.

Ia mengaku tidak memeriksa dengan perwakilan tersebut ketika mengetahui bahwa akta kelahiran palsu telah digunakan.

Joao Figueiredo

Figueiredo mengatakan ia diberitahu bahwa neneknya adalah orang Malaysia.

Kesempatan bermain untuk Malaysia datang dari agennya tak lama setelah ia bergabung dengan sebuah klub di Malaysia.

Jon Irazabal

Irazabal mengaku pernah berganti agen setelah ditawari bermain untuk Malaysia, karena ia yakin kakeknya memiliki akar Malaysia.

Ia juga mengaku tidak memeriksa dokumen apa pun yang diserahkan.

Hector Hevel

Hevel mengaku menandatangani dokumen yang menyatakan ia telah tinggal di Malaysia selama 10 tahun, meskipun sebenarnya belum pernah tinggal di sana.

Ia mengaku menandatangani tanpa membacanya dan tanpa berkonsultasi dengan agennya setelah mengetahui bahwa dokumen palsu telah digunakan.

Komite Banding FIFA mencatat kesamaan yang jelas di antara para pemain, yaitu tidak seorang pun memeriksa dokumen yang diserahkan atas nama mereka dan tidak seorang pun menghubungi agen mereka setelah tuduhan penipuan muncul. Mereka masih menjalani skorsing satu tahun dari FIFA.

TerPopuler