Banjir dan Longsor Renggut 24 Nyawa di Sumut,Puluhan Korban Masih Hilang di Sibolga -->

Banjir dan Longsor Renggut 24 Nyawa di Sumut,Puluhan Korban Masih Hilang di Sibolga

30 Nov 2025, November 30, 2025
Banjir dan Longsor Renggut 24 Nyawa di Sumut,Puluhan Korban Masih Hilang di Sibolga
Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang melanda luas di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) sejak Senin (24/11/2025), menyebabkan duka mendalam
  • Total tercatat 72 korban. Rinciannya: 24 orang meninggal dunia, 6 luka berat, 37 luka ringan, dan 5 orang masih dalam pencarian.
  • Di Sibolga, 8 orang meninggal dunia dan 21 orang dinyatakan hilang.

BENGKALIS.COM - Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Sumatra Utara (Sumut), Senin (24/11/2025) kamarin.

Banjir ini menyisahkan duka mendalam karena menelan korban jiwa.

Musibah banjir ini meliputi sejumlah wilayah kabupaten di Sumut, yakni Kabupaten Sibolaga, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias, Nias Selatan.

Kemudian Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, Padangsidimpuan.

Melansir nwes.com, data sementara korban jiwa (meninggal dunia) akibat banjir bandang sebanyak 24 orang.

Total jumlah korban menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan ada 72 korban.

Diantarnya 24 korban meninggal, 5 orang masih hilang sejak kemarin

6 orang luka parah , 37 orang luka ringan

"Jumlah korban 72 korban. Meninggal dunia 24 orang, luka ringan 37, luka berat 6 orang, serta dalam pencarian 5 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).

Selain banjir bandang dan longsor, pohon tumbang juga terjadi di wilayah kabupaten terdampak banjir.

Korban di Sibolga

Peristiwa banjir di Sibolga menewasakan delapan orang dan masih ada 21 orang masih dalam pencarian karena dinyatakan hilang.

Hal itu diuangkapkan Kepala SAR Nias Putu Arga Sudjarwadi saat memberikan keterangan kepada -Medan.

Putu Arga menturkan, Ketua Pengadilan Agama Sibolga M Azhar Hasibuan beserta keluarga sempat dinyatakan hilang

Namun keluarga M Azhar dinyatakan berhasil selamat di tengah bencana alam ini.

"Korban lost contact M Azhar Hasibuan (Ketua Pengadilan Agama Sibolga) sempat hilang tapi telah tiba di Posko SAR (Markas Kopi) bersama keluarga," katanya.

Adapun data korban, Jl Perjuangan dua orang, Jalan Sutoyo LK I Pasar Baru 2 orang , Jalan Masjid Budi Sehati 2 orang, Lapo Uci 2 orang.

Sementara data korban hilang berada di tujuh titik yakni:

Jalan Perjuangan 2 orang

Jalan Beo 1 orang

Lapo Uci 1 orang

Jalan Murai 10 orang

Jalan Kenanga (Aek Habil) lebih dari 7 orang

Dijelaskan Putu, pihaknya menggerakkan seluruh personel untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh warga.

"Titik lokasi yang terdampak banjir terdiri dari Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, Kolang," katanya.

Sementara, tanah longsor terjadi di 7 titik antara lain Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Tapian Nauli.

Saat ini banjir masih terus berlanjut.

Lokasi banjir di Jalan Sibuluan Nauli (Tugu Ikan), dan Simpang Tukka- Sibuluan Baru dan Pondok Batu.

Sementara jembatan Fransiskus putus dan longsor Matauli. Namun alat-alat berat sudah mulai bekerja.

"Saat ini pengungsi di GOR Pandan kurang lebih 200 orang dan terus bertambah," jelasnya.

Berikut Jumlah KK terdampak di Sibolga dan Tapteng:

Pandan: 150 KK

Sarudik: 338 KK

Barus: 65 KK

Kolang: 1.261 KK

Tukka: 10 KK

Lumut: 78 KK

Pengaruh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan dua sistem cuaca signifikan yang memicu terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Sumatra Utara pada 25 November 2025, yakni Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka.

Kedua sistem ini memengaruhi peningkatan curah hujan dan angin kencang di Sumatra bagian utara.

Bibit Siklon 95B memengaruhi pembentukan awan konvektif yang meluas di atas Aceh hingga Sumatera Utara sehingga menyebabkan meningkatnya curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah (inflow) ke pusat siklon meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatra Utara, sehingga memperkuat hujan lebat di wilayah terkait.

BMKG merilis potensi dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan pada periode 25 November 2025, pukul 19.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 19.00 WIB.

Bibit Siklon 95B berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara.

Kondisi ini juga berdampak pada gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian utara dan sejumlah perairan di Riau, serta gelombang 2,5–4,0 meter di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sangihe–Talaud, Laut Sulawesi, Laut Maluku, perairan Halmahera, Papua Barat Daya hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Maluku–Papua.

Imbauan Kesiapsiagaan

BNPB terus memonitor perkembangan situasi di wilayah Tapanuli Raya serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala dan mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.

"Bagi warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat mengguyur wilayah tempat tinggal lebih dari satu jam," ujar Abdul Muhari.(*)

Artikel Ini Telah Tayang di news.com

TerPopuler