Banjir Parah di Medan Labuhan, Ratusan Rumah Terendam -->

Banjir Parah di Medan Labuhan, Ratusan Rumah Terendam

30 Nov 2025, November 30, 2025

MEDAN, Bengkalispos.com.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan sebagian wilayah Sumatera Utara sejak beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di Kecamatan Medan Labuhan. Ratusan rumah di Perumahan Griya Martubung terendam air hingga ketinggian mencapai 80 sentimeter, Rabu (26/11/2025).

Pantauan di lapangan menunjukkan, kawasan Griya Martubung menjadi lokasi yang terdampak paling parah. Jalan utama kompleks hampir tidak dapat dilalui kendaraan. Aktivitas warga lumpuh, sementara pengguna jalan terpaksa memutar arah karena genangan yang semakin meninggi.

Meski wilayah tersebut dilengkapi rumah pompa dan Danau Laguna sebagai danau retensi, volume hujan yang tinggi membuat kapasitas tampungan air tidak memadai. Alih-alih mengurangi banjir, air dari danau justru meluap kembali ke permukiman yang berada pada posisi cekungan.

“Komplek Griya sudah seperti kolam. Air nggak bisa mengalir ke hilir karena hujan seharian nggak berhenti,” keluh Wawan, warga Griya Martubung.

Ia berharap Pemko Medan segera mengevaluasi sistem drainase serta mengatur ulang aliran air dari Danau Laguna agar tidak lagi melimpas ke permukiman warga.“Kalau hujan deras, danau nggak muat menampung air, akhirnya melimpah ke rumah-rumah warga. Tolong Pemko perhatikan kami,” pintanya.

Selain Griya Martubung, banjir juga merendam kawasan Simpang Kantor, Kelurahan Martubung, yang selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir. Genangan air di Jalan Yos Sudarso membuat sepeda motor dan sejumlah kendaraan lainnya mogok.

“Kalau sudah banjir begini, pusing juga melewatinya. Saya dari Marelan mau ke Belawan, mesti lewat sini,” ujar Aidil Fazri, pengendara yang melintas.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, menegaskan bahwa banjir di Medan Labuhan merupakan dampak kombinasi hujan deras, angin kencang, dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. “Drainase tak mampu menampung debit air yang tinggi. Anggota kami di lapangan sudah memantau langsung,” jelasnya.

Yunita menyampaikan bahwa BPBD Medan mengikuti konferensi pers nasional terkait perkembangan Bibit Siklon 95B dan cuaca ekstrem yang dipantau BMKG.

Menurutnya, bahwa Siklon Tropis Senyar berdampak pada beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Utara. “Kota Medan masuk wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar. Kondisi ini diprediksi berlanjut hingga 27 November 2025. Kami minta seluruh warga tetap waspada,” imbaunya.

Banjir yang melanda Medan Labuhan ini menambah daftar panjang persoalan banjir di Kota Medan, terutama di kawasan-kawasan yang berada pada daerah cekungan dengan drainase yang tidak memadai. Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD masih melakukan pemantauan dan membantu warga yang terhambat aktivitasnya. (san/ila)

TerPopuler