BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon 95B di Aceh dan Sumut, Hujan Lebat dan Angin Kencang -->

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon 95B di Aceh dan Sumut, Hujan Lebat dan Angin Kencang

28 Nov 2025, November 28, 2025
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon 95B di Aceh dan Sumut, Hujan Lebat dan Angin Kencang

RUBLIK DEPOK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lain di Sumatera. Peningkatan intensitas Bibit Siklon Tropis 95B serta pengaruh Siklon Tropis KOTO disebut menjadi pemicu utama hujan lebat, angin kencang, banjir bandang, hingga potensi gelombang tinggi.

Peningkatan Bibit Siklon 95B Picu Cuaca Ekstrem di Sumatera

BMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B teridentifikasi mengalami penguatan signifikan sejak 21 November 2025 di wilayah Selat Malaka dan perairan timur Aceh. Keberadaan bibit siklon ini menimbulkan pembentukan awan konvektif secara masif yang memicu hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem selama beberapa hari terakhir.

Pengaruh bibit siklon ini semakin diperparah dengan aktivitas Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu. Pola belokan angin dan penarikan massa udara basah dari pusat siklon turut memperkuat pertumbuhan awan hujan yang berdampak langsung pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan sebagian Sumatera Barat.

Pihak BNPB menyatakan kedua sistem cuaca ini menyebabkan peningkatan curah hujan ekstrem yang berdampak pada banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah utara Sumatra. Beberapa titik bahkan mengalami kerusakan infrastruktur akibat luapan air yang tidak dapat terbendung.

Peringatan BMKG: Curah Hujan Ekstrem dan Angin Kencang 24 Jam ke Depan

BMKG menegaskan bahwa peluang Bibit Siklon 95B berkembang menjadi siklon tropis cukup tinggi dalam 24 jam ke depan. Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan terjadinya peningkatan angin yang mencapai lebih dari 35 knot atau sekitar 65 km/jam. Kondisi ini membuat masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau diminta terus meningkatkan kewaspadaan.

Hujan lebat hingga ekstrem diprediksi terjadi secara berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir Aceh dan Sumatera Utara. Angin kencang juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, dan udara. BMKG meminta pemerintah daerah melakukan langkah kesiapsiagaan seperti pemantauan wilayah rawan banjir, membersihkan drainase, serta menyiapkan lokasi pengungsian jika diperlukan.

Dampak Luas di Lapangan: Banjir dan Gangguan Aktivitas Warga

Sejumlah daerah di Sumatera sudah dilaporkan terdampak banjir bandang dan angin kencang. Di beberapa wilayah pedalaman Aceh, air merendam permukiman serta akses jalan desa. Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat ketinggian air yang terus bertambah. Di Sumatera Utara, sejumlah daerah seperti Humbang Hasundutan, Deli Serdang, dan Langkat mengalami gangguan listrik serta pohon tumbang.

Banjir yang terjadi juga mengganggu distribusi kebutuhan pokok. Pasar tradisional di beberapa area tidak dapat beroperasi penuh akibat kiriman air yang merendam kios-kios. Aktivitas pelabuhan kecil di pesisir timur Sumatera juga sempat dihentikan sementara untuk menghindari risiko kecelakaan laut.

BMKG dan Pemerintah Daerah Intensifkan Pemantauan

Kepala BMKG menegaskan bahwa pemantauan cuaca dilakukan 24 jam penuh melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta. Pemerintah daerah diminta segera melakukan mitigasi lanjutan untuk meminimalisasi dampak buruk terhadap masyarakat. Instruksi ini meliputi kesiapan alat berat, tempat penampungan sementara, hingga patroli rutin di wilayah rawan.

BMKG juga menilai bahwa kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas penerbangan, terutama melalui jalur udara Aceh dan Medan. Maskapai diminta waspada terhadap potensi turbulensi akibat awan cumulonimbus yang meluas.

Ancaman Gelombang Tinggi di Selat Malaka dan Perairan Sekitar Aceh

Selain hujan ekstrem, Bibit Siklon 95B juga diprediksi memicu gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa perairan penting seperti Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, hingga Samudra Hindia barat Aceh. Kondisi ini membuat nelayan diminta menunda aktivitas melaut sementara waktu.

Gelombang sedang hingga tinggi juga dapat berdampak pada rute kapal barang dan kapal feri. Otoritas pelabuhan diimbau memperketat pengawasan kapal yang akan berangkat agar tidak terjadi kecelakaan laut selama masa cuaca ekstrem berlangsung.

Waspada Informasi Hoaks, Akses Hanya ke Kanal Resmi BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi peringatan cuaca yang beredar di media sosial tanpa sumber jelas. Seluruh informasi resmi terkait perkembangan Bibit Siklon 95B hanya dirilis melalui kanal resmi lembaga meteorologi tersebut.

Dengan kondisi yang dinamis, masyarakat diminta tetap waspada, memantau keadaan lingkungan sekitar, dan segera melapor ke aparat jika menemukan kondisi berbahaya seperti pohon tumbang, longsor kecil, atau luapan sungai.

TerPopuler