
Ringkasan Berita:
- Aksi Ekstrem: Bupati dan Wabup Lanny Jaya menggunakan helikopter untuk menyalurkan BLT Tahap II ke masyarakat.
- Target Lokasi: Penyaluran fokus pada lima distrik terpencil yang sulit diakses jalur darat.
- Tujuan: Memastikan BLT tepat sasaran dan langsung diterima warga, tanpa melalui perantara.
- Komitmen Pemkab: Ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Lanny Jaya untuk membawa pelayanan dan dana pembangunan langsung ke kampung.
Laporan Wartawan -Papua.com,Noel Iman Untung Wenda
-PAPUA.COM, TIOM – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan mengambil langkah luar biasa untuk memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tepat sasaran. Bupati Aletinus Yigibalom dan Wakil Bupati Fredi Ginia Tabuni turun langsung menggunakan helikopter untuk mengantar BLT tahap II ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau kendaraan pada Rabu, (26/11/2025).
Penyaluran ini dilakukan di lima distrik terpencil yaitu Dimba, Kelulome, Nikogwe, Guna, dan lainnya dengan metode ini, pemerintah memastikan bantuan tiba langsung di tangan masyarakat yang berhak, tanpa perantara maupun potongan.
Selama ini, warga di distrik-distrik tersebut harus menempuh perjalanan jauh menuju ibu kota Tiom untuk mengambil bantuan.
Kehadiran bupati dan wakil bupati langsung ke kampung-kampung menjadi solusi untuk mempermudah masyarakat sekaligus memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran.
Bupati Aletinus Yigibalom menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan hingga ke level kampung.
“Bantuan dari pemerintah pusat, baik dana kampung, BLT, BOK, maupun BOS, kami pastikan akan kami antar sampai ke distrik, karena kami sudah berkomitmen bahwa pembangunan harus dimulai dari kampung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada lagi bendahara, kepala sekolah, atau kepala puskesmas yang harus datang ke Tiom untuk mencairkan dana.
“Kami yang akan antar langsung ke titik-titik yang sudah ditentukan di setiap distrik,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Lanny Jaya menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan publik yang merata dan aksesibel bagi seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah paling terpencil.(*)