
Ringkasan Berita:
- Peristiwa bencana di Provinsi Sumatera menelan 24 korban jiwa.
- Terjadi banjir besar dan longsor sebanyak 86 kali.
- Baik BPBD, Polri TNI, pemda dan seluruh pihak sedang mengevakuasi korban.
JAMBI.COM - Bencana dahsyat terjadi di Provinsi Sumatera. Banjir besar dan longsor melanda beberapa daerah.
Hingga kini, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tengah dilanda bencana alam yang mengakibatkan adanya korban jiwa.
Kondisi cuaca ekstrem hujan deras akhir-akhir ini, memicu serangkaian bencana banjir hingga tanah longsor di Kabupaten/Kota di provinsi yang dipimpin Gubernur Bobby Nasution.
Dari laporan terbaru Polda Sumatra Utara, sebanyak 86 kejadian bencana alam melanda wilayah Sumut.
Dari total kejadian alam tersebut, sebanyak 59 berupa tanah longsor, 21 banjir, 4 pohon tumbang, dan 2 puting beliung.
Dikutip dari tribratanews.sumut.polri.go.id pada Kamis (27/11/2025), bencana ini menimbulkan 72 korban. Rinciannya, sebanyak 24 orang meninggal dunia. Kemudian, luka ringan sebanyak 37 orang dan 6 korban luka berat.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menambahkan masih ada korban hilang berjumlah 5 orang.
"Jumlah korban 72 korban. Meninggal dunia 24 orang, luka ringan 37, luka berat 6 orang, serta dalam pencarian 5 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).
Daerah Terdampak Banjir dan Longsor
Lebih lanjut, polisi memaparkan jumlah Kabupaten/Kota yang terkena bencana alam banjir, longsor, dan pohon tumbang, yakni 11 daerah.
Di antaranya Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan.
Kemudian, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Padangsidimpuan.
Adapun daerah yang terdampak bencana cukup besar, meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Tengah.
Jaringan Komunikasi Akibat Bencana Alam
Imbas dari banjir dan longsor itu, alat komunikasi ke lokasi juga terdampak mengalami gangguan, termasuk di Sibolga, Sumatra Utara.
Sebab, jaringan listrik, internet maupun komunikasi sulit di lokasi bencana.
Kabid Humas Polda Sumut mengatakan, akibat kesusahan jaringan internet, laporan kondisi terkini di lokasi sulit diterima dari Sibolga ke Medan, sebagai pusat administrasi pemerintahan.
Ferry mengatakan, Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Sumut pun mengirimkan 50 handy talkie dari Polda Sumut ke Sibolga untuk mempermudah personel berkomunikasi.
Kemudian, 2 mobil repeater atau penguat sinyal juga dikirim ke lokasi. Selain itu, 1 mobil untuk komunikasi satelit dikirim, ditambah 1 Starlink atau internet berbasis satelit turut dikirim.
Pihaknya, juga mengirimkan drone untuk memantau kondisi di lapangan.
Dikutip dari -Medan.com, pengiriman alat komunikasi dilakukan sejak Selasa malam karena hancurnya infrastruktur jaringan komunikasi.
Polda Sumut Kerahkan 482 Personel
Dalam upaya mempercepat penanganan bencana, Polda Sumut mengerahkan total 492 personel. Mereka terdiri dari:
352 personel Satbrimob Polda Sumut
121 personel Dit Samapta Polda Sumut
11 personel Bid Dokkes Polda Sumut
8 personel Bid TIK Polda Sumut
Personel tersebut, telah disebar ke titik-titik bencana untuk melakukan evakuasi warga terdampak, pencarian korban yang belum ditemukan, pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi longsor, dan penanganan TPTKP bencana alam.
Selain itu, untuk pembersihan material longsor dan membantu membuka akses jalan.
Pemicu Cuaca Ekstrem di Sumatra Utara
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah melaporkan dua sistem pemicu cuaca ekstrem di Sumut pada 25 November 2025.
Dua sistem itu, yakni Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu, sedangkan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka.
Adanya cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumatra Utara, berimbas pada wilayah kabupaten di Sumut yang dilanda bencana banjir hingga longsor pada Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025).
Akibatnya, sejumlah orang menjadi korban, bangunan rumah porak poranda, serta aktivitas masyarakat pun terganggu.
Laporan yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11/2025), pukul 07.00 WIB, dari Kabupaten Sibolga, cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras telah memicu bencana banjir dan tanah longsor.
Banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air tersebut, juga membawa material, seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.
Untuk tanah longsor, wilayah terdampak yakni Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara.
Kemudian, Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas.
Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota turut terdampak longsor. (news.com/Suci Bangun DS, Trbiun-Medan.com/Fredy Santoso)
Artikel ini telah tayang di news.com