Diancam TPNPB,Puluhan Pengojek Nabire Klarifikasi Tegas: Kami Netral,Hanya Cari Nafkah -->

Diancam TPNPB,Puluhan Pengojek Nabire Klarifikasi Tegas: Kami Netral,Hanya Cari Nafkah

27 Nov 2025, Kamis, November 27, 2025
Diancam TPNPB,Puluhan Pengojek Nabire Klarifikasi Tegas: Kami Netral,Hanya Cari Nafkah
Ringkasan Berita:
  • Puluhan pengojek yang tergabung dalam Komunitas Nabire Baru (helm biru) di Pasar Karang Nabire secara tegas mengklarifikasi bahwa mereka tidak terlibat dalam aksi politik Forum Gabungan Organisasi Kebangsaan (FGOK) RI pada 25 November 2025.
  • Klarifikasi ini muncul menyusul ancaman eksekusi dari Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menuduh pengojek berhelm biru dan kuning sebagai agen intelijen militer 

Laporan Wartawan PapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Puluhan pengojek yang tergabung dalam Komunitas Nabire Baru (helm biru) berkumpul di Pasar Karang untuk menyatakan sikap tegas.

Mereka mengklarifikasi bahwa secara kelembagaan, mereka tidak terlibat dalam aksi Forum Gabungan Organisasi Kebangsaan (FGOK) RI di Kantor DPR Papua Tengah, Selasa (25/11/2025). 

Klarifikasi ini muncul setelah Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengeluarkan siaran pers yang mengancam akan mengeksekusi pengojek berhelm biru dan kuning di Nabire.

TPNPB menuduh pengojek tersebut adalah agen intelijen militer Indonesia.

Pamax (31), pengojek Pasar Karang, Nabire, Papua Tengah,  mengklarifikasi bahwa oknum yang terlihat dalam aksi FGOK RI tidak mewakili semua pengojek di Nabire.

Ia menegaskan, sebagian besar pengojek hanya bertujuan mencari nafkah.

"Kami di sini ojek hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak memihak ke pihak mana pun, baik TNI maupun TPNPB-OPM," tegas Pamax, Kamis (27/11/2025).

Dipertegas Pamas, para pengojek hanya mengantar penumpang ke tujuan.

Di tempat yang sama, Yan (29), pengojek helm biru lainnya, meminta oknum yang terlibat dalam aksi politik untuk tidak melibatkan seluruh pengojek yang sedang mencari nafkah.

Yan meminta agar TPNPB hanya menargetkan oknum yang terlibat, bukan seluruh profesi.

"Kalau memang mau baku cari, silakan langsung ke oknumnya saja, karena tidak semua pengojek ikut terlibat," pinta Yan. (*)

TerPopuler