Hompimpa, Permainan Tradisional yang Menjadi Penentu Keputusan Anak Nusantara -->

Hompimpa, Permainan Tradisional yang Menjadi Penentu Keputusan Anak Nusantara

27 Nov 2025, November 27, 2025
Hompimpa, Permainan Tradisional yang Menjadi Penentu Keputusan Anak Nusantara

SEPUTAR CIBUBUR- Hompimpa adalah salah satu permainan verbal tradisional yang begitu akrab di telinga anak-anak Indonesia.

Meski sederhana, permainan ini memiliki peran penting dalam aktivitas bermain, terutama sebagai cara menentukan giliran atau memilih siapa yang akan menjadi penjaga dalam sebuah permainan kelompok.

Hompimpa bukan hanya sebatas seruan, tetapi bagian dari tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Secara umum, hompimpa dilakukan dengan melingkarkan tangan dan mengucapkan mantra yang beragam, tergantung daerah.

Setelah hitungan terakhir diucapkan, para pemain membuka telapak tangan—menghadap atas atau bawah—dan hasilnya akan menentukan siapa yang terpilih.

Proses ini berlangsung cepat, tanpa alat bantu, dan mengandalkan spontanitas, sehingga dianggap sebagai metode paling adil oleh anak-anak saat bermain.

Menariknya, hompimpa memiliki banyak versi di seluruh Indonesia. Ada yang mengenalnya dengan seruan lengkap seperti “Hompimpa alaium gambreng”, sementara di wilayah lain menggunakan rangkaian kata berbeda yang bunyinya unik dan ritmis.

Meski terdengar seperti mantra, kalimat tersebut sebenarnya tidak memiliki makna khusus. Fungsinya lebih sebagai ritme permainan dan alat pemersatu kebiasaan lokal.

Di balik kesederhanaannya, hompimpa punya nilai sosial yang penting. Permainan ini melatih anak untuk menerima hasil secara sportif, menghargai keputusan kelompok, dan memahami mekanisme pemilihan yang adil.

Hompimpa juga memperkuat interaksi langsung antar-anak di era digital ketika permainan gawai semakin mendominasi.

Dalam konteks budaya, hompimpa termasuk bagian dari folklor lisan Nusantara—tradisi yang bertahan bukan karena ditulis, melainkan karena terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski tidak memiliki pencipta tunggal, keberadaannya menjadi bukti kekayaan budaya bermain anak Indonesia.

Walau zaman telah berubah, hompimpa tetap hidup di halaman rumah, sekolah, hingga perkampungan.

Permainan ini bukan sekadar penentu giliran, melainkan simbol kebersamaan dan kreativitas anak Indonesia yang patut dipertahankan.***

TerPopuler