
MEDAN, Bengkalispos.com - Sekitar 40-an rumah warga di Jalan Puri Anom, Perumahan Griya Harapan Baru, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terendam banjir pada Kamis (27/11/2025) pagi.
"Air mulai naik sampai masuk ke rumah warga sejak subuh," kata Rian, salah seorang warga yang dihubungi Bengkalispos.com, Kamis.
Dia menjelaskan, saat ini warga yang terdampak banjir sudah pergi ke tempat yang lebih aman.
"Ada yang pergi ke rumah keluarga dan juga mengungsi ke tempat tetangga," ucap Rian.
Dia mengatakan, genangan air tersebut ada yang mencapai 30 cm hingga 90 cm dan kemungkinan air akan terus naik karena sebagian posisi rumah warga berada di bawah.
Hal itu mengingat juga bahwa hujan sampai pagi ini masih terus turun sejak hari Selasa (25/11/2025).
Peringatan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperingatkan masyarakat di sejumlah wilayah terkait potensi cuaca ekstrem pada akhir November 2025.
Peringatan tersebut dikeluarkan setelah BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 95B yang sudah berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar pada Rabu (26/11/2025) pukul 07.00 WIB.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh.
Siklon Tropis Senyar memiliki kecepatan 10 km per jam dan bisa menyebabkan dampak yang signifikan terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem yang disertai angin kencang di wilayah tersebut.
"Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh dengan kecepatan pergerakan 4 knot (7 km/jam)," ujarnya di Gedung Command Center MHEWS, BMKG, Jakarta, dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (26/11/2025).
"Sedangkan dalam 48 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” tambahnya.
Teuku menerangkan, kemunculan Siklon Tropis Senyar mampu meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatera.
Saat ini, sistem tersebut berpusat di sekitar 5,0 derajat lintang utara dan 98,0 derajat bujur timur dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot (80 km/jam).
Terkait hal itu, Teuku memperingatkan potensi cuaca ekstrem sebagai dampak lanjutan yang dapat menerjang beberapa wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat.
Cuaca ekstrem tersebut juga berpotensi terjadi di sekitar Aceh, Sumbar, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumut dalam 2-3 hari ke depan.