Kamboja Tiba-tiba Mundur dari SEA Games 2025, Timnas U-22 Indonesia dan Vietnam Diuntungkan? -->

Kamboja Tiba-tiba Mundur dari SEA Games 2025, Timnas U-22 Indonesia dan Vietnam Diuntungkan?

27 Nov 2025, November 27, 2025

Bengkalispos.comKomite Olimpiade Kamboja baru-baru ini mengirimkan surat permohonan pengunduran diri dari 8 cabang olahraga di SEA Games 2025, termasuk sepak bola putra.

Menurut informasi terbaru dari media Thailand (Siam Sport), delegasi olahraga Kamboja telah mengumumkan pengunduran diri dari 8 cabang olahraga di SEA Games 2025, selain biliar dan Muay Thai yang sebelumnya telah ditarik.

Komite Olimpiade negara tersebut mengirimkan surat kepada Federasi SEA Games, mengumumkan penarikan atlet dari delapan cabang olahraga, yakni judo, karate, pencak silat, petanque, gulat, wushu, sepak bola, dan sepak takraw.

Dengan keputusan ini, Kamboja hanya memiliki 13 cabang olahraga tersisa untuk dipertandingkan di SEA Games yaitu renang, atletik, e-sports, anggar, senam, jujitsu, kickboxing, taekwondo, berkuda, jet ski, triatlon, teqball, dan bola voli.

Dalam surat tersebut, Kamboja menyuarakan keprihatinannya tentang keselamatan dan menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah melindungi atlet dan ofisial.

Namun, Kamboja menegaskan bahwa mereka akan tetap mengirimkan beberapa atlet untuk berpartisipasi dan berharap Federasi SEA Games dan Komite Olimpiade Nasional Thailand akan turut merasakan dan bersimpati terhadap situasi ini.

Dengan mundurnya Timnas U-22 Kamboja dari SEA Games 2025, hal itu sekarang menimbulkan keresahan besar bagi peserta lainnya.

Grup A cabor sepak bola putra SEA Games 2025 kini hanya terdiri dari dua tim yakni tuan rumah Thailand dan Timor Leste.

Masih belum jelas apakah panitia penyelenggara SEA Games akan mempertimbangkan untuk mengatur ulang pengundian dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, Timnas U-22 Kamboja sebelumnya tergabung di Grup A bersama Timor Leste dan tuan rumah Thailand.

Grup B ditempati oleh Timnas U-22 Vietnam, Malaysia, dan Laos.

Sedangkan Timnas U-22 Indonesia berada di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura.

Meski Kamboja tiba-tiba mengundurkan diri dari SEA Games 2025, media Vietnam (Thethao247.vn) menilai hal itu tidak memengaruhi tim nasionalnya.

Dalam laporannya, Thethao247.vn memperkirakan bahwa satu peserta dari Grup C kemungkinan akan dipindahkan ke Grup A untuk menyeimbangkan masing-masing grup menjadi berisi tiga tim.

Jika setiap grup berisi tiga tim, Thethao247.vn merasa bahwa itu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad muda Golden Star Warriors.

"Akan lebih masuk akal untuk memindahkan satu tim daripada harus melakukan pengundian ulang kesembilan tim ketika turnamen akan segera dimulai dan persiapan tim telah selesai," tulis Thethao247.vn dalam laporannya.

"Dengan adanya tiga tim di ketiga grup, akan lebih mudah untuk menentukan tim peringkat kedua dengan rekor terbaik yang akan lolos ke semifinal."

"Misalnya, jika Timnas U-22 Vietnam turun ke posisi kedua grup, hasil kemenangan melawan tim terbawah akan tetap dihitung ketika mempertimbangkan hasil dengan tim peringkat kedua lainnya."

"Di Grup B, ada lawan yang cukup lemah bagi Vietnam yakni Laos."

"Jika Vietnam menang besar, itu bisa membuka peluang besar untuk lolos (runner-up terbaik) jika mereka tidak bisa mengalahkan Malaysia."

Seperti diketahui, menurut peraturan, nantinya hanya tim juara grup dan satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal.

Cabor sepak bola putra SEA Games ke-33 tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3-18 Desember mendatang.

Di saat Vietnam merasa peluang mereka untuk lolos lewat jalur runner-up terbaik semakin lebar, Timnas U-22 Indonesia juga memiliki keuntungan tersendiri.

Mengingat Timnas U-22 Indonesia juga berasal dari pot unggulan pertama seperti tuan rumah Thailand, maka kemungkinan besar tim di Grup C yang akan dipindahkan ke Grup A adalah Myanmar, Filipina, dan Singapura.

Jika Grup C nantinya juga berisi tiga tim, maka hal itu akan menguntungkan Timnas U-22 Indonesia dari faktor jumlah pertandingan yang dimainkan, sehingga tenaga para pemain tidak terkuras.

Bahkan tim besutan Indra Sjafri itu bisa mendapatkan keuntungan tambahan apabila Myanmar yang dipindahkan ke Grup A.

Dengan skenario itu, maka lawan yang nantinya akan dihadapi Timnas U-22 Indonesia hanya Filipina dan Singapura, dua tim terbawah dalam pembagian pot unggulan.

Hal itu memungkinkan Timnas U-22 Indonesia semakin mudah untuk lolos ke semifinal dan mempertahankan medali emas yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

TerPopuler